Busan, kota selanjutnya di korea yang saya datangi. Juga merupakan kota terbesar kedua di korea. Jarak Seoul - Busan mirip dengan jarak Jakarta - Jogja. Bisa ditempuh dengan pesawat, bus atau kereta cepat. Kami ke Busan menggunakan KTX, kereta cepatnya Korea. Dengan KTX, Seoul ke Busan ditempuh kurang lebih selama 3 jam saja. Oiya, KTX ini free wifi selama 1 jam per 1 device. jadi kalo 3 jam, bawalah 2 atau 3 gadget berwifi kalo mau full wifi-an di kereta.
Tidak enaknya traveling ketika winter adalah waktu siangnya lebih pendek. Jam 8 pagi matahari baru terbit. sementara jam 16.30, matahari sudah bersiap siap tenggelam. Saya baru keluar dari kosan tempat nebeng sekitar jam 8. Bareng Pak Bos saya, kami naik Subway ke Seoul Station, dan tiba di seoul station jam 8.30an. Antri tiket, lalu naik KTX jam 9. Kami sampai di Busan Station kira kira jam 12an.
Busan merupakan kota pelabuhan. Busan terkonek ke berbagai tempat lain di korea, juga ke luar negeri seperti China, Jepang dan Russia. Busan buat saya seperti kota idaman. Menyenangkan. Kotanya santai dan tidak hiruk pikuk tetapi tidak meninggalkan modernitasnya. Di area pusat kota, tetep megah dan banyak shopping mall. Belum lagi saya liat banyak manula manula busan yang berjalan sendiri atau beramai ramai di Busan dan masih keliatan sehat dan kuat. Dan jika dilihat lihat, penumpang MRT di Busan bisa 60%an lebih adalah manula. Busan semacam kota tempat pensiun yang nyaman. Seneng deh ngeliatnya.
Satu hal yang tambah nyenengin lagi di Busan, masih ada sisa sisa pohon yang masih berwarna kuning ketika saya datang. Dan besoknya ketika saya lewat jalan itu lagi, daunnya sudah rontok, hilang. Aku senanggg! Ini masih autumn beneran. Mungkin karena lokasi busan yang cenderung agak selatan dan timur dibanding Seoul, masih tersisa autumnya, membuat suasana dan cuacanya enak. Suhu di Busan masih cukup hangat dibanding di Seoul.
 |
| masih autumn di Busan |
Saya menginap di WoW Guest House diarea Haeundae Beach (belibet macam sundanesse aja ngomongnya), female dorm yang keren menurut saya. All key automatic by pin number lock. Kamar dan shower room juga nyaman. 6 bed female dorm, tapi saya sendirian *krik*. Cukup garing si. untung cuman numpang tidur doang.
Tempat pertama yang didatangi adalah Masjid Busan. Dari Busan Station, kami naik MRT ke Dusil Station, lalu jalan kaki sekitar 20 menitan. On the way masjid ini yang saya masih nemu daun daun kuning. Kerennya! Saya juga terkesima sama restauran masakan turki disamping masjid Busan. Bangunannya bener bener keliatan hommy banget. Udah gitu makanannya enak. Dan tau ga apa nama restaurantnya? Cappadocia. Yang saya baru tau belakangan bahwa Cappadocia adalah nama kota di area tengah turki. Saya pada akhirnya berfikir, bukan kebetulan juga ketika akhirnya setelah saya sampai Cappadocia restaurant di Busan ini, saya bisa sampai kota Cappadocia benerannya di Turki 2 minggu selanjutnya tanpa ada plan khusus ;-). A Big outside me has a great plan and has a way to make sure it is works.
 |
| Plang Busan Fatah Masjid |
 |
| Busan Fatah Masjid |
 |
| Cappadocia Resto beside Busan Masjid |
Dari masjid busan, kami menyusuri pantai Haeundae. Rapih. tipikal pantai kota. Tapi menyenangkan buat jalan. dan yang lebih sipnya, terurus banget. Busan Aquarium juga terdapat di area pantai ini. Namun ketika dilihat jumlah hewan dan harga tiket masuknya, kami tidak jadi masuk ke Busan Aquarium. Hanya berjalan sampai ujung, dan karena senja sudah nyaris hilang, kami keluar area pantai.
 |
| Hai Pingu Pingu |
 |
| Haeundae Beach, ada renovasi |
Kami ke pusat kota Busan, iseng, mengunjungi Shinsegae, mall yang katanya mall terbesar didunia. Disebrangnya juga terdapat Busan Cinema Center yang katanya tempat pergelaran Busan International Film Festival yang sangat terkenal itu. Sayangnya ketika kami datang, sedang tidak ada event festival sehingga suasana di Busan Cinema Center sepi. Tapi lucu juga liat poster poster filmnya.
 |
| Gedung Busan Cinema Center |
 |
| Poster poster film yang lucu di Busan Cinema Center |
Akhirnya setelah keluyuran nongkrong ga ada ide di mall, nanya nanya harga sk-II buat temen yang mau nitip, dan ternyata harganya tetep mahal,trus kami balik ke penginapan lagi. Mandi dan tidur. Blek.
Besok harinya, pagi pagi kami ke Jagalchi Market alias fish market Busan. Jadi satu gedung Jagalchi itu merupakan semacam ITC untuk jualan hewan hewan laut. Di lt.1 jual fresh item, Lantai 2 untuk jual hewan laut yang dikeringkan dan restaurant. Diluar gedung juga banyak terdapat kios kios penjual ikan segar dan hasil laut lainnya. Rapiii jalii tertata. Bersih pula walaupun merupakan tempat jualan hewan laut yang amis amis. Iri deh ngeliatnya. Pas sebelah gedung, terdapat pelabuhan tempat kapal bersandar untuk kemudian menjadi tempat dimana hasil tangkapan ikan dan hewan laut lainnya dilelang. Seru pas ketika kami menyaksikan langsung edisi bersandarnya kapal dan proses lelangnya. Nah, disini baru keliatan orang orang korea yang engga operasi plastikan :-)
 |
| Nungguin Ikan Datang |
 |
| Siap siap lelang di Jagalchi Fish Market |
 |
| Sotongnyaaaa |
 |
| there is also fish market outside Jagalchi tower, |
 |
| See You again |
Siangnya, memburu sholat Jum'at, kami balik lagi ke Masjid Busan. Daripada cengok nungguin, akhirnya saya ikutan sholat Jum'at. Sholat Jum'at pertama. Yayyy! Nah, yang paling saya suka dari masjid masjid di negara minoritas muslim, terutama pas ketika sholat Jum'at adalah, bisa ketemu berbagai muka bangsa bangsa lain yang datang ke Masjid. Seperti ketika jumatan di Masjid Busan ini, saya akhirnya ketemu dan kenalan dengan jamaah perempuan lainnya dari berbagai bangsa. Ada Kak Jai dari Malaysia, ada Aminah, mualaf yang dari Russia, ada si cantik manis dari Prancis, dan ketemu mba mba Indonesia juga yang sudah lama kerja di Korea. Seru ngobrol sama mereka!
 |
| Smilee..edisi Jumatan di Busan Mosque |
Selesai edisi jumatan, kami kemudian jalan menuju Hae Dong Yong Gung Temple. Reccomended by bapak bapak temen kantor yang sudah pernah ngendon lama di Korea. Untuk menuju kesana, harus pakai bus dahulu. Kami naik MRT dan turun di
Haeundae Station. Dari Haeundae station baru naik busnya. Lumayan jauh dan sudah diluar kota Busan. Dan kata teman kami itu, agak agak sulit menemukan jalan masuk ke templenya. Hanya orang orang berhati bersih saja yang berhasil nemu tanda masuknya. *Halah*
Kami naik bus dari si pak bos dah nyalain GPS-nya. Perjalanan masih aman dan sesuai track. Tapi, errr, ketika sudah dua pertiga perjalanan, ditunjang bus yang juga ngebut, kami ketiduran. Dan bangun bangun bus dah melenceng jauuuuh banget dari lokasi seharusnya. Saya masih setengah sadar pas dibangunin untuk turun, "tik, tik, bangun..kita kebablasan jauh". Lalu buru buru turun di halte terdekat. Akhirnya balik arah dengan nyebrang dan nunggu bus nomor yang sama. Memang ketika turun, agak susah menemukan tanda tempat turun si Temple ini. Ada sign temple tapi tidak begitu kelihatan. Dari perempatan tempat turun, kami masih harus jalan kaki lagi sekitar setengah jam untuk sampai Temple di pinggir pantainya. Tadaaa..akhirnya ketemu templenya. Yay, karena berhasil nemu temple, boleh dong ngaku kami kategori manusia berhati bersihhh! (errr...memuji diri sendiri :)) )
 |
| Halte bus di dekat Hae Dong Yong Gung Temple |
 |
| Sign : Hae Dong Yong Gung Temple |
Dan Haedong Temple saat sunset jadi sangat kereeeennn sekali. Pink Sunset. Ada untungnya juga kami ketiduran di bus dan kebablasan jauh. Jadi pas datang, pas bagus sekali langitnya. Diluarnya temple banyak terdapat patung patung lucu. Lucu maksudnya patung versi dewa tapi dewanya dibikin model kartun. Mirip yang di Jepang deh. Dewa dewa model ketawa ngakak, dewa model mata komik. Hihihi.
 |
| Lirikan matanya :-) |
 |
| Celengan Babi lucu |
 |
| Smile lagiii |
 |
| Pinky sunset |
Langit gelap, jalanan mulai sepi, akhirnya kami kembali naik bus ke menuju Busan. Turun di Haeundae Station, naik MRT kembali menuju Busan Station untuk naik KTX ke Seoul. Tinggal 2 stasiun lagi dan ternyata MRT nya berhenti lama. Gangguan! hadeuhhh. Tapi bagusnya,bener bener dikasih tau bahwa kereta nya lagi bermasalah. Jadi penumpang dipersilahkan keluar dan bisa refund tiketnya. Karena takut lebih lama dan malam lagi ganguannya, akhirnya kami naik taksi keluar menuju Busan Station. Tiba di Busan Station, beli tiket KTX dan kembali duduk manis di KTX menuju Seoul.
2 komentar:
Hi atik... saya mau tny naik KTX kalo dari Seoul naiknya dari seoul station ya dan di busan dari busan station?tiket bisa langsung dibeli di station tsb?tq infonya
hai mba indri, iya, naik ktx dari seoul station dan busan station
Post a Comment