Showing posts with label iseng. Show all posts
Showing posts with label iseng. Show all posts

0 Turning 31

Angka kembali berputar, kali ini menunjukkan angka 31. Untuk sebuah kata tahun.

Angka yang berputar juga keniscayaan. Walaupun saya tetap ngaku tampang 24 -sepanjang setelah angka 24-, flashback 1 tahun kebelakang menjadi benar benar tahun yang keren buat saya. Tahun saya menyukai pekerjaan pekerjaan saya. Tahun saya melakukan impulsif-crazy-gila-apapun namanya dengan trip saya. Tahun saya belajar melihat dan mencoba hal baru. Tahun saya merasa semakin kemari, semakin sedikit saya memiliki teman, tapi teman yang ada justru semakin erat. Tahun saya melakukan hal paling ga jelas, ga benar, dan ga pernah terpikir saya akan melakukannya. Tahun saya untuk belajar sabar, belajar ikhlas, belajar melepaskan. Dan tahun semua duka dan suka cita yang ada, sebagai bagian dari perjalanan hidup itu sendiri. It was a crazy years. Saya pikir, ini salah satu satu tahun terbaik saya, walau terlalu banyak juga salah khilaf yang meyelimuti. Saya hanya mencoba bersyukur dengan semua yang telah saya dapatkan.

Dan saya dapat hadiah terbaik, walau tidak lengkap. Dirayakan satu divisi kantor dengan outing :-)
Alhamdulillah. Terimakasih semuanya.

0 Cerita Koin

Pernah denger  guyonan bahwa kalo kita masih menyimpan koin suatu negara, suatu saat kita akan balik ke negara tersebut? Saya si ga percaya percaya amat.  Hanya saya memang menyimpan koin koin negara yang pernah saya datangin. Alesannya simpel, malu kalo dituker di money changer, karena recehan dan bunyi krencengnya :D Tapi ternyata banyak temen temen saya yang mengkoleksi koin mata uang negara negara lain itu.


Salah satu koin yang masih saya simpan, yaitu koin Yuan/RMB, mata uangnya China. Dari kedatangan saya ke China pertama kali  tahun 2012 ke Beijing, Shanghai dan Hangzhou, saya kemudian datang  lagi ke China di 2013 ke kota Guilin dan Chengdu.  Saya masih menyimpan koin sisanya. Pulang dari Chengdu, saya belum berminat pergi ke China lagi setidaknya dalam waktu 1 tahun 2 tahun  Sempet punya keinginan ke Urumqi dan bagian barat china lainnya, tapi low priority, antri dengan destinasi  lainnya. Cerita saya kembali  untuk pembuktian (halah) koin selain ke China adalah  ke  Malaysia, Singapore sama Thailand. Dan terulang kembali di akhir tahun 2013 kemarin, meskipun hanya transit, kembali ke China.  Saya naik China Southern dari Seoul menuju Istanbul, transit di Beijing dan Urumqi.

Ke Istanbul dari Seoul adalah pengalaman impulsif saya yang paling ga waras. Memanfaatkan cuti yang lumayan lama dan hampir expired, awalnya sehabis dari Seoul, saya berniat pulang ke Indonesia melewati Jepang atau Taiwan atau Hongkong. Saya udah mempersiapkan  photo dan dokumen syarat-syarat  untuk membuat visa Jepang ataupun Taiwan. Jadi seandainya saya ingin ke Jepang dari Seoul, saya akan  membuat visanya di Korea.  Di Seoul, saya malah males mengurus visa. Tambahannya, saya juga lagi agak bosan dengan budaya negara negara timur.  Bos saya mengajukan usul, ke Turki aja tik. VoA pula. Seperti mendapat ilham (halah), Saya : Oh, iya yah. Bisa dicoba. Saya kemudian mengecek harga tiket via Skyscanner! Dan Jedeng : Mahalll.. wkwkwkwk. Mulai ragu, mundur dan pelit jadi satu. 

Tapi karena kepikiran, saya nambah mikir mikir dalam 2 hari. Akhirnya H-4 saya nemu Maskapai China Southern yang harganya lumayan lebih murah dibanding maskapai maskapai lainnya macam Turkish Airlines, Qatar, atau Emirates. Awalnya agak ragu dan ga yakin juga pake Maskapai China. Tapi demi selisih harga yang jauh, akhirnya H-3 berangkat saya Booking tiket Seoul-Istanbul, dengan transit 2x di Beijing dan Urumqi. Ceritanya masih rule of coin :))

Masih masalah koin, pas sampai Beijing, tau sendiri  kalo security di Bandara sana memeriksa dengan super duper teliti. Saya udah mengeluarkan semua yang berjenis logam dari tas, tetep aja masih bunyi dan masih diperiksa ulang. Ternyata yang bikin bunyi adalah segerentengan koin won korea yang jumlahnya bisa ditadah pake dua tangan. Di money belt saya juga masih ada koin Ringgit, SGD serta yuan yang masih kebawa. Petugas screeningnya ketawa tawa dan nanya koin mana  saja ini sambil merhatiin satu satu koinnya. Melihat mereka yang curious, saya bilang, ambil aja beberapa, gapapa kok. Hahaha.

Transit kedua di Urumqi ditulisnya teknikal transit. Tadinya saya pikir, sebagai kota yang sangat jauh dari Beijing, bandara Urumqi akan sedikit jelek. Nyatanya, pemerintah China memang keren dalam masalah pembangungan. Bandara Urumqi malah sebagus bandara bandara di china bagian barat. Juga  lebih bagus dari bandara Soekarno Hatta. Mungkin karena Urumqi kota terbesar di ujung China Barat, yang merupakan penghubung untuk kota kota china lainnya dan juga negara negara sekitar di Asia tengah, Russia dan Timur Tengah.

Urumqi, ibukota propinsi Xinjiang penduduknya rata rata beragama Islam. Raut muka mereka juga sudah berbeda dengan China sebelah timur dan tengah. Bandara urumqi ternyata ramai, selain penumpang china dan sedikit turis yang transit seperti saya, terlihat juga muka muka Rusia. Penerbangan memakan waktu yang tidak berganti jam dari Urumqi ke Istanbul , berangkat jam 12 malam (GMT+8) waktu China dan tiba jam 12 malam (GMT+2) Istambul. Saya sukses ditegur cerocos pake bahasa Arab sama penumpang dari Urumqi. saya langsung bilang, saya ga bisa bahasa Arab. Intinya si mas penumpang ini mau bilang, bahwa dia dan keluarganya dari Xinjiang dan mau pergi jalan jalan ke Istanbul. Dia menegur karena melihat saya pakai jilbab, muslim, dan langsung mengasosiasikan bisa berbahasa Arab karena rata rata muslim Xinjiang bisa berbahasa Arab. Oalaaaahhhh.

Tapi saya masih berharap, cerita koin yuan ini berhenti dulu sejenak. Saya sedang tidak ingin pergi ke China dalam jangka waktu dekat. :))

2 Reading Walk - Online Delivery Book Rental




Mungkin banyak diantara kita yang sudah biasa membeli buku lewat online bookstore yang ada, inibuku.com, bukukita.com, bukabuku,com. Liat liat buku, pilih bukunya, bayar dengan transfer/CoD lalu buku diantar. Dan buat orang orang yang males jalan di Jakarta seperti saya, ke Gramedia atau ke Kinokuniya paling hanya untuk melihat judul-judul buku yang menarik saja, sisanya lebih banyak beli buku via online.

Kadang-kadang, suka agak sayang  beli buku sekali baca  (maksudnya kategori buku yang cukup dibaca sekali aja,abis itu lempar entah kemana). Lucu lucu ketawa sementara, namun abis itu ga disentuh lagi.

Itu dulu..
Sebelum saya mengenal ReadingWalk ini, Rental Buku Online.
Buku kita pesan online, pilih berapa lama kita akan meminjamnya, bayar/CoD, lalu buku diantar sesuai alamat yang kita masukkan melalui kurir.
Pengembaliannya juga relatif mudah, H-1 sebelum tenggat waktu kita mengembalikan,kita akan di SMS oleh ReadingWalk, apakah kita akan memperpanjang waktu pengembalian atau tetap sesuai jadwal. Jika sesuai Jadwalnya, maka kurir ReadingWalk  akan mengambilnya esok harinya. Simpel.

Variasi bukunya juga lumayan banyak. Dan ga habis-habis. Setiap bulan ada buku barunya.
Oiya, selain bayar perbuku, mereka juga memiliki paket peminjaman unlimited. Kita bisa meminjam sebanyak yang kita mau, dengan maksimal misalnya 10 kali penghantaran(+penjemputan) buku setiap 6 bulan. Karena ga mau rugi juga, saya sama 3 orang teman di kantor, patungan untuk bayar Paket Easy Reading yang 180ribu per 6 bulan dengan maksimal penghantaran 15 kali. Jadi per orang itu selama 6 bulan hanya kena 45 ribu rupiah. Murah kan.Ga kemana mana. Buku diantar ke kantor :-)

Saya ga punya saham apa-apa di ReadingWalk dengan mempromokan ini.
Saya coba share, karena saya merasa :
1. Mengalami kesulitan maintenance buku yang kebanyakan, padahal rumah udah sempit
2. Males keluar duit banyak buat buku buku yang cukup dibaca sekali
3. Males jalan keluar di Jakarta yang polusi
4. Merasa sekali Passion kecintaan buku pada mereka yang buat Reading Walk ini. Semangatnya dan ide mereka bikin rental book online ini buat saya jadi luar biasa
5. Sharing, siapa tau banyak teman-teman yang berusaha untuk cinta baca buku (fisik) lagi namun mengalami masalah 4 diatas seperti saya alami itu ;-)

'The world is a book, and those who do not travel read only one page.' (St. Augustine)

Eh, kenapa tidak kita baca semua halaman buku dan tetap pergi traveling juga :-)

~Postingan dibuat dalam rangka turut meramaikan  Hari Buku Sedunia, dan break dari postingan postingan travel~

6 Apa kesenangannya twitter?

tulisan ini beneran versi kepala saya.
dibuat atas respons ketidakmengertian anak anak ini dan itu tehadap twitter..:p

apa enaknya twitter? bukannya lebih enak fesbuk? atau "cuman tulisan doang, apa enaknya", sebegitu sering saya dengar respons yang baru tau twitter atau respons orang2 yang lewat dibelakang meja dan ngeliat saya mantengin twitter. OK, saya bikin pengakuan dulu! saya bukan tipe orang pemosting, saya tipe orang penikmat tulisan ataupun keadaan. Jadi bukan saya banget kalo tiba2 rajin mosting sesuatu di FB/twitter/milis atau apapun itu. Lebih enak menikmati apa yang bisa dibaca dan didapatkan. tipe males menunjukkan diri.Mau apa yang terjadi ya terserah lah.

Mari kita lanjut lagi.. Nah, kalo dibedah di wikipedia, definisi twitter adalah : Twitter is a free social networking and microblogging service that enables its users to send and read messages known as tweets. Tweets are text-based posts of up to 140 characters displayed on the author's profile page and delivered to the author's subscribers who are known as followers. Senders can restrict delivery to those in their circle of friends or, by default, allow open access. Users can send and receive tweets via the Twitter website, Short Message Service (SMS) or external applications. While the service itself costs nothing to use, accessing it through SMS may incur phone service provider fees.

jadi, twitter itu intinya :
-social media
-read message dari orang2 yang kita following sd 140 karakter
-send message kepada follower2 mereka yang akan kebaca di timeline mereka

dengan kata kunci : following (orang yang kita ikutin timeline-nya) dan follower (orang yang ngikutin timeline kita)

Dengan kondisi pengakuan saya tadi, kita bikin poin2 apa enaknya twitter lebih dalam lagi :
1. Timeline twitter kita akan sangat bergantung siapa yang kita follow. Kalo orang yang kita follow itu temen2 kita/ atau orang biasa aja yang jarang update status, maka dijamin kita akan kebosenan di twitter. Apa enaknya.huehehe..Nah, karena saya tipe penikmat berita/keadaan/problem/aneh2 lainnya, maka saya follow orang2 yang menurut saya punya pemikiran menarik/punya ide update/punya kebanyolan/punya kekocakan/seleb yang cerdas,dst. Walaupun in the real world kita ga tau/kenal mereka. Kalo bosan ama mereka, ya tinggal unfollow aja!

2. Twitter bukan tipe pertemanan. Kalo suka, ya langganan aja alias followong dia. Ga suka? tinggal unfollow.Simple

3. Twitter ga serame fesbuk! Bayangkan ramenya fesbuk sama orang maen game, pamer poto album, pamer keluarga..Sumpek liatnya! (ehehe walopun gitu masi gw kunjungin juga). Belum lagi kalo di fesbuk kita ga suka postingan seseorang, mau remove friend list masih agak2 ga enak. Blm lagi sekarang sodara2 pada maen disana!! Udah kaya terminal bis aja.

4. Twitter tuh update! kadang2 dapet info gempa/kejadian/kecelakaan apa itu langsung update dan kadang2 langsung terklarifikasi dengan sistem RT-nya (Reply Twit)

5. Point ke-5 ini penekanan saya ke point pertama tadi ..kuncinya adalah following orang2 yang tepat! ehehe

Udah ah..markisol..mari kita sholat!!

jangan lupa follow saya ; @tikotik

0 Hasil Praktikum Bros Acrylic



Ini foto hasil praktikum bikinan sendiri kerajinan bros acrylic model bunga ama model capung yang diadain womensmm jumat lalu. Bahan2nya : acrylic, senar ama tangan yang buat ngerangkainya. Seru deh, dari yang butir2an ga jelas trus jadi berbentuk sesuatu yang jelas dan bisa kepake..:)

bros mawar coklat

bros mawar dan capung


Si capung sendirian