Showing posts with label long neck. Show all posts
Showing posts with label long neck. Show all posts

1 Flash trip to Northern Thailand part 2 (Tachileik)

" Oww,, you're from Indonesia?"
" Yes"

Dan kemudian dia bersiul dengan lagu : Bengawan Soloooo, Riwayatmu ini..sedari dulu jadi..Perhatian Insani.

Selamat datang! Yuk Masuk ke Burma


Percakapan diatas, jadi percakapan pertama saya pagi itu, di gerbang keluar imigrasi Mae Sai. (Nampaknya) saya jadi pasien pertama imigrasi keluar Mae Sai pagi itu. Jam 06.40 saya sudah masuk didepan border. Sementara bapak penjaga cap keluar imigrasi masih santai-santai berdiri sambil mengunyah sesuatu diluar pos imigrasinya.  Setelah beliau minta paspor saya dan bersiul siul bengawan solo itu, saya tanya ke beliau : Kok bapak bisa dan tau lagu itu? Dia senyum-senyum ga mau jawab dan keep silent. Setelah paspor saya selesai dicap dan siap keluar, si Bapak nanya : Judul lagunya apa? Saya jawab, bapak tadi dah nyebut judulnya, Judulnya Bengawan Solo. Itu nama sungai di Jawa. Dia tersenyum, lalu melanjutkan siul siul senandung bengawan solonya.

Keluar dari gerbang Thailand di Mae Sai, saya masuk ke Jembatan tanpa negara diantara Thailand dan Myanmar. Pagi yang sibuk terlihat di jembatan, dikarenakan banyaknya yang lalu layang. Mulai dari gerobak pengangkut dagangan, sepeda motor, anak-anak sekolah dan warga yang hilir mudik. Arus kencangnya mengalir dari arah Taichilek ke Mae Sai.
Saya lalu masuk imigrasi Myanmar (yang belum siap, karena komputer dan printernya belum nyala). Bapak imigrasinya langsung nanya, kepentingan masuk taichileik apa? Dan dia langsung jawab sendiri, mau shopping kan? Lalu  minta uang sebesar 500 Bath *Rp 150.000*. FYI untuk masuk Myanmar ini kita hanya bisa sampai Taichileik saja. itu juga hanya bisa selama 1 hari dengan masuk membayar 500 Bath per orang. Setelah dia ketik-ketik komputernya,  nunggu mesin printernya nyala, muka saya disuruh menghadap kamera logitech, cekrek, and print, maka muncullah kartu one day pass tuh Taichileik ini .Paspor kita ditahan mereka, dan akan dikembalikan saat kita keluar Tachileik (yang sayangnya kartu pass juga harus dikembalikan saat keluar imigrasi).
One Day Pass Tachileik


Keluar imigrasi, sudah ada beberapa tukeng ojek yang menunggu. Mereka menawarkan 300 B jika ingin keliling keliling Taichileik. Komunikasinya tentu saja susah, muka saya selalu diajakn ngomong nyerocos thai tanpa berhenti. Udah berkali kali saya jelaskan, saya hanya bisa english. Masih mentok. Akhirnya bahasa tubuh berhasil berkomunikasi. Tapi hebatnya, kami bisa saling  tawar menawar ongkos ojek itu dengan bahasa campur baur. Dan kesepakatannya, kami setuju di harga 150 Bath saja.

Papan nama tujuan

Pertama motor melaju menuju Tachileik Shwedagon Pagoda. Letaknya yang berada diketinggian membuat kita bisa melihat kota tachileik dari pagoda ini. Pagoda ini merupakan copy dari Shwedagon Pagoda yang ada di Yangoon.
Tachileik Shwedagon Pagoda


Baris yang rapih

Percaya ga? Botol persembahan itu adalah Botol M150 #eaaaa

sekitar Shwedagon Tachileik

Area sekitar Tachileik Pagoda ternyata juga terdapat barak-barak tempat beberapa penduduk berteduh :-)

Hello Regina!

Dari Tachileik Shwedagon Pagoda, kami melewati Regina Golf Club. Mungkin satu-satunya yang mentereng disitu ya si regina golf club ini. Lalu menuju Akha Hill Village. Disini terdapat beberapa suku Akha, suku asli Burma,  yang masih tinggal di Tachileik. Beberapa lokasi Suku Akha ini juga terdapat di Chiang Mai dan Chiang Rai, dan biasanya dikunjungi oleh turis. Ciri khas yang paling nampak adalah, wanitanya memakai kalung leher yang tinggi.Mereka memang terbiasa dikunjungi, dan menjual suvenir sebagai salah satu sumber pendapatannya. Kalo liat lokasi tempat tinggalnya, sangat sederhanaaa sekali. Saya temui pula, masih ada yang mandi menggunakan pancuran diluar.  Mamang ojek yang mengantar saya juga katanya masih keturunan Suku Akha. Cuman dia bilang, dia suku akha yang udah modern :-)

Saya ga tau harus ngomong apa


toko suvenirnya Akha

mandi cuci bersama

Dari Akha, saya diantar ke gedung yang tulisannga adalah Tachileik Township Dhammayon. Ga tau gedung apa, yang jelas seperti unoccupied. Banyak patung Budha didalemnya, serta diorama-dioramanya. Tapi si yang paling penting, disini saya nemu yang jual Kartu pos. :D

Tachileik Township Dhammayon

Kelar bapak ojeknya nganterin, saya balik lagi jalan kaki. Ga puas kayaknya kalo belum jalan kaki disitu, Sambil nyari Kantor Pos, yang ternyata tidak ditemukan.

Liat Muslimah Burma

Ini jalan utama Tachileik
Angkot pagi, yang penuh anak sekolah

Yang lagi maen film apa?



Jalan jalan sebentar saya akhirnya berhenti di Tukang Buah yang banyak dipinggir jalan Tachileik. Lumayan juga dapet buah naga disana. Tidak memanfaatkan sehari, 2.5 jam saja saya udah keluar imigrasi lagi .


bersambung...