Showing posts with label prathat. Show all posts
Showing posts with label prathat. Show all posts

0 Flash Trip to Northern Thailand (last part) : ChiangMai

Bagian terakhir dari trip to Northern Thailand. Dan kita sekarang berada di Chiang Mai.

Hmm..
Sebenernya biasa biasa aja si..
Jadi rutenya hari saya ini di ChiangMai adalah : keliling-keliling Old City, Sewa Motor ke Doi Suthep, Ke Chiang Mai Zoo dan ke Masjid terbesar di Chiang Mai.

Pagi pagi jam setengah 7 saya sudah meluncur keluar dari Lanna Thai Guest House. Niat awal langsung mau sewa motor. Ternyata tempat sewa motor belum ada yang buka sama sekali. Yaiyalah.Pake nanya lagi. Akhirnya dari daerah Night Bazaar, saya masuk ke area Old City Chiang Mai.Jalan kaki masih adem. Langit masih superrr biru. Kota tua yang masih terawat, full of Wat-wat. serta ga ada bangunan tinggi didalam maupun dekatnya, Sangat banyak sekali Wat di area ini. Tiap nengok kayaknya ada wat. Beberapa yang sempet saya capture adalah : 

Tha Pae Gate Old City

Wat in the old city

Wat -old city-

Wat -old city, Chiang Mai-

Patung Tiga Pangeran 



Dua jam-an muterin old city plus istirahat istirahat santainya, saya keluar dari old city, setelah sebelumnya ngePos-in Kartu Pos dahulu. Udah mulai jadi kebiasaan, kalo lagi di LN, saya kirim kartu pos ke Indonesia. Pertama, buat diri sendiri (err..maaph, memang agak aneh). Kedua, buat temen-temen yang mau dikirimin. Udah si itu aja.hihihi. Kantor Pos di Old City terletak deket Thai Pat Gate.
Balik ke arah Night Bazaar, ternyata beberapa sewa motor sudah buka. Capcus nanya harga, 200 Bath untuk Motor Matic selama 24 jam diluar bensin. Saya  dapetnya Mio Matic. Si mbaknya pake khawatir dan ngajarin pula cara make motornya gimana ^^. Errr, pas saya kasi tau saya biasa naik motor di Indonesia, dia langsung kasih helm dan peta sambil bilang *Go Ahead*.

Jalan motor di Chiang Mai itu enak. Jalannya mulus. Kotanya relatif kecil, Dan ga begitu macet juga. Tapi apadaya, tetep aja saya nyasar-nyasar. Yang harusnya mau ke Doi Suthep belok kiri, eh malah lurus. Keterusan sampe Highway antar kota. Dan putaran baliknya jauhhh sekali. 

Nyasar di entah dimana

Buat saya, perjalanan motor menuju Doi Suthep lebih menyenangkan ketimbang sampai di Wat tertinggi di Doi Suthepnya. Angin yang sejuk, kiri kanan hijau, langit biru, dan ga ada saingan di jalan. Selain sewa motor, ada Songthaw dari Chiang Mai juga yang mau nganterin sampai Doi Suthep ini. Yatapi kan harus nunggu loading penumpang sampai penuh. Dan ga bisa berhenti seenaknya pula. Oiya, selain itu ada yang naik sepedah sampai atas Doi Suthep. Krik. Ga kebayang deh. Dari Doi Suthep ini, kita bisa melihat kota Chiang Mai dari ketinggian. Ini sedikit snap shootnya.

Bird Eye View Doi Suthep. Kota Chiang Mai keliatan!

Tangga di Wat Phratat Doi Suthep. Hmm..kayak dejavu sama Tangga di Wat Mae Sai-Tachileik

Bells - Wat Prathat Doi Suthep-

Gini lhoo naik cara mukulnya!

Jangan ditawar lah mister!

Stop over again!

Kelar dari Wat tertinggi di Doi Suthep itu (Yes, I failed to remember name of the Wat, after google : Wat Prathat), harusnya bisa naik ke ketinggian atas lagi. Tapi si motor bensinnya menipis. Walhasil saya putar balik aja. Akhirnya saya melipir masuk ke Chiang Mai Zoo yang ada di kaki bukit Doi Suthep. Etapi, masuk zoo itu bukan suatu  kelainan kan buat orang dewasa? Difikir-fikir, nyaris di setiap negara, saya hampir selalu masuk ke tempat yang ada unsur binatangnya. Kaiyukan di Osaka lah, Beijing Zoo lah, trus Chiang Mai Zoo ini.

Dan SAMA sekali ga nyesel masuk CM Zoo. Recomended. Kebun Binatang yang sangat berkonsep, tertata, apik, rapi, bersih, adem. Entrance Zoo nya sekitar 30 ribu rupiah. Lalu didalam, ada bus dan Monorel untuk keliling Zoo. Bayar bus dan nonorel itu cuman 70 B alias 20 ribuan untuk sepanjang hari. Lumayan menghemat energi kaki sedikit. Ada house of Panda (karena ini saya tertarik masuk :D), yang harus bayar ongkos tambahan lagi untuk masuk ke rumah Panda tersebut. Etapi curangnya si Thailand ini adalah, harga buat lokal dibedain sama harga buat asing. Masalahnya, harga yang buat lokal ditulis dalam aksara Thai semua, jadi ga bisa nebak-nebak dong-dong. Pas masuk House of Panda ini, foreigner kan harusnya bayar 100 Bath. Bapak penjaga karcisnya ngomong sesuatu dalam bahasa Thai yang ga jelas ke saya. Saya cuman diem, ngangguk, ngasi selembar uang 100 Bath (dan ga berharap dapet kembalian), dan ternyata dapet kembalian 50 Bath. Pas saya liat, tiket saya beda ama tiket foreigner depan saya tadi. Alhamdulillah. Hemat 15 ribu. wkwkwkwkwk. Oiya, si Panda yang hijrah dari China ke Chiang Mai ini kan sepasang, dan mereka sudah berhasil mendapatkan 1 anak panda di negeri Chiang Mai ini, dan dikasih nama Ling Ping. Katanya Ling Ping ini adalah Panda pertama di dunia, yang lahir diluar China hasil hijrah Ibu Bapaknya. 

Chuang chuang - bapaknya Ling Ping- yang dihijrahkan dari China ke Chiang Mai

Ling Ping -Panda- lahir seukuran ini

Tiket orang lokal yang 50 B *lucky me*


Gaya tidur nih koala ngingetin sama..gue sendiri..errr




Dari Chiang Mai Zoo, saya ke Baan Haw Mosque. Areanya masih dekat dengan Night Bazaar Chiang Mai. Masjidnya besar. Cukup modern. Di lantai 2, tempat muslimah, ada LCD yang dinyalakan ketika sholat Jamaah, Jadi Jamaah Muslimah bisa melihat imam yang dibawah melalui LCD tersebut. Oiya, sekitar masjid banyak sekali tempat makan halal dan para penjual souvenir yang muslim. Saya akhirnya nyangkut di salah satu rumah makan halal yang plangnya mencantumkan menu Spagheti. wkwkwkwk. Si bapak ini kakeknya dari India dan udah puluhan tahun menetap jadi WN Thailand. 


tempat wudhu

di kiri itu LCD kecilnya

Sepi ya? 

Kalender 3 penaggalan : Thai, Masehi, Hijriah

Qur'an dan terjemahnya dalam Thai Language

Spagetti cusss..20 ribu plus es jeruk :D
Overall, saya menyenangi Chiang Mai, yang walaupun kota nomer 2 terbesar di Thailand, tapi suasananya tidak sehiruk pikuk Bangkok. Menyenangkan. Pas untuk liburan. Belum lagi Night Bazaarnya. Makanan Halal juga gampang :-)

See you in other cities!