Showing posts with label sop ruak. Show all posts
Showing posts with label sop ruak. Show all posts

0 Flash Trip to Northern Thailand (part 3)


sedekah pagi - maesai

Pagi di Mae Sai adalah saat kita disuguhi pemandangan banyak biksu yang berjalan jalan dengan membawa (semacam) guci. Ada semacam upacara ritual pagi dimana para penduduk desa berlutut memberi sedekah kepada para biksu. Isi sedekahnya yang saya lihat lumayan bermacam-macam. Mulai dari buah, air mineral, roti, biskuit, dll. Dan jumlah biksunya ternyata lumayan banyak :-). Saya sempet membaca tentang upacara sedekah biksu ini ada di Luang Prabang-Laos, dimana para turis juga antri untuk memberi sedekah ke para biksu. Tapi saya tidak mengira akan melihatnya di Mae Sai. Dan ternyata di Chiang Mai juga ada, walau tidak sebanyak di Mae Sai jumlah Biksu yang berjalan jalan pagi hari. Itu kenapa saya selalu suka keluar lebih pagi. Lebih sepi, dan lebih banyak yang bisa dilihat.

Di jembatan tanpa bangsa antara Tachileik dan Mae Sai, saya melihat Wat tinggi yang menjulang diatas bukit. Setelah keluar dari Tachileik, masuk kembali ke Mae Sai, saya tanya ke penjaga pintu. Gimana cara untuk lihat Wat itu. Kata beliau, cari jalan dari arah pasar. Lurus aja, lalu naik tangga. Saya ikuti unjuk dari dia. Lurus aja dari border, ketemu jalan kecil yang kiri kanannya pasar. Belok kanan. lurus. Lalu penampakan tangga yang tinggi pun muncul.Watnya tinggi bangettt. Menggeh-menggeh naik tangganya.Setelah sampe atas, baru tau nama Watnya itu Wat Phra That Wai Dao. Dekat situ juga ada semacam temple burma. Tapi saya ga nemu namanya apa. Dari atas sini, bisa kelihatan area yang melingkupi Tachileik dan Mae Sai. Pengunjungnya sepi. Hanya saya dan seorang biksu -yang nampaknya juga lagi ngetrip, abis dianya sambil poto2-. 


Pasar Suvenir menuju Wat Phra That Wai Dao

tangga


Wat Phra That Wai Dao


Bird view from Wat Phra Tat Wai Dao

Turun dari Wat Phra That Wai Dao, saya kembali ke arah menuju penginapan. Muter-muter lewat gang nya, dan Tadaaa..nemu restoran Halal  namanya Bismillah Halal Food. Langsung kalap pesen makanan banyak.  Ga mempan timpalan Buah Naga pas di Tachileik tadi. Si Ibu yang jual teryata Thai Muslim. Dulu asal kakek neneknya dari Yunnan, China. Inilah makanan saya, yang ternyata cuman habis 70 Bath alias 21 ribu saja. 

 



hai hai..makanan saya!


Kenyang. Saya balik ke penginapan (maaf, ini ga tau namanya, abis tulisan nama penginapannya bahasa Thai semua). Mandi, kemas kemas lagi, dan saya kemudian meluncur mencari tempat mangkalnya Sangthaw Biru yang rutenya Mae-Sai ke Chiang Saen. Sebelum sampe Chiang Saen, Songthaw nya ngelewation Golden Traingle. Minta turun sama bapak supir angkot di Golden Triangle alias Sop Ruak. Ongkos Songthaw ke Golden Triangle 40 Bath. Jalanannya baru dibangun keliatannya . Mulusss, rataa, . Melewati pegunungan. Sampe akhirnya saya merasa dinegeri antah berantah dimana karena keliatan sekali terpencilnya dan jalannya ga rame serta jarang kendaraan lewat. hiks. Akhirnya ada tanda-tanda keramaian juga ketika songthaw sudah mendekati Golden Triangle.

Songthaew Mae Sai - Golden Triangle - Chiang Saen

Golden Triangle sebenarnya lebih kearah perbatasan 3 negara. Namun Golden Triangle yang saya singgahi ini, yang dikenal juga dengan nama Sop Ruak, terdapat monumen dan penunjuk arah mana area yang ke Laos, mana yang masuk Thailand, serta mana yang masuk ke area Burma. Ruak itu nama sungai. Di Sop Ruak ini, bertemu aliran sungai dari mekong dan Ruak, jadilah Sop Ruak, bukan sop buah...(eaalahhh jijay deh jayus eikeh).  Selain monumen tersebut, selebihnya Golden Triangle adalah Toko suvenir. Terdapat pula patung Budha kuning. Jika mau, pengunjung juga dapat naik perahu ke area Laos. Tapi saya males karena panas banget. Jadi saya cuman nongkrong di warung es kelapa muda. Harganya sama kayak disini. 20 Bath atau 6000 perak. 


Makhluk kecil ini nongol pas saya mau naro tripod
Sekitar Golden Triangle

Monumen

Mau kearah mana ceceu?
pinggir jalan GT

Habis panas terik, ternyata cuaca berubah jadi hujan. Saya berteduh di Pos Polisi, sekalian sambil menunggu Sangthaw ke Chiang Saen. 40 menit menunggu, si angkot biru akhirnya muncul juga. Pas sudah didalam Songtaw, eh, saya baru ngeliat si Hall of Opium. huhu.. Nyesel juga ga nemu lebih awal, jadi kelewat gitu aja deh Hall of Opiumnya. 


Sekitar 20 menit Songthaw sudah sampe ke Chiang Saen. Hmm, bukan terminal si. Cuman ada bus beberapa yang berhenti di pinggir jalan sambil teriak-teriak nyebut kota tujuannya. Saya karena ngejar naik bus dari Chiang Rai jam 4, langsung masuk ke bus jurusan Chiang Saen ke Chiang Rai. Ga nunggu penuh, bus langsung jalan. Dan penumpangnya memang lebih sepi dibanding penumpang yang ke Mae Sai. Tapi kotanya agak terlihat lebih ramai sedikit. Ongkos bus Chiang Saen ke Chiang Rai sebesar 37 Bath. Dibawah 10 ribu rupiah lah. 

Ditengah jalan, ternyata busnya mogok..wakakakak.. cuss.. mirip banget Kopaja si..Saya cuman bisa pasrah, untung spare waktu cukup. Karena ga berhasil dibenerin, akhirnya penumpang ditransfer ke bus lain. Alhamdulillah, jam 3 kurang saya sudah sampai di Terminal Chiang Rai.


Masih ada waktu sejam lebih, saya keliling-keliling sekitar pasar dan terminal. Banyak tersebar penginapan dan travel-travel agent yang menawarkan paket-paket ke White Temple, Golden Triangle, Akha Tribe. IMO, Chiang Rai ini cukup jadi kota singgah. Lebih enak menginap di Chiang Mai. Lebih banyak yang dapat dilihat.

Green Bus yang membawa balik ke Chiang Mai, ternyata kelasnya diatas yang kemarin. Jadi untuk bus yang ini, saya dapet minum sama snack. Lumayan lah kacang-kacang gitu. Beda harganya sekitar 12 ribu dengan Green Bus saat saya berangkat. Bus juga berhenti di Rest Area untuk ngasih kesempatan penumpang ke toilet atau jajan jajan lainnya.

Jam 19.30an Bus sampai di Arcade Bus Station Chiang Mai. Langsung nyetop Songthaw merah, nanya apakah lewat Night Bazaar. Iya, walaupun saya ga booking penginapan, tapi tetep punya ancer-ancer area mana yang okeh buat tempat menginap :D

Hari yang panjang berakhir di Lanna Thai Guest House. Posisinya dekat sekali dengan Night Bazaar Chiang Mai (yang ramai sekali). Pas dibelakang penginapan juga terdapat Anusarn Night Bazaar. Banyak sekali yang jual makanan halal disini. Saya masuk ke kedai makanan Thai, milih menu Khao soi yang enaakk ini.