10 Kalimantan Selatan, Episode II : Kandangan, Loksado

Kalau anak anak SD ditanya, dimanakan letak pegunungan Himalaya, sebagian besar pasti bisa menyebutkan dengan benar. Tetapi kalau orang dewasa ditanya, dimanakah Pegunungan Meratus, maka sebagian (antara besar atau kecil), nyaris akan melakukan google lokasi tersebut :-)

sama seperti saya...

sebelumnya ga tau dimanakah pegunungan meratus. Padahal pegunungan ini mencakup area nyaris setengah kalimantan selatan dan merupakan area kalsel yang benar-benar ‘kalimantan’ (alias  berupa hutan alami).  Salah satu titik dari pegunungan  meratus yang kami datangi adalah loksado, karena jalur  ini adalah jalur yang paling mudah dilalui  dengan kendaraan umum.

Dari PAL 6 Banjarmasin, kami naik taksi aka angkot menuju Kandangan, kota terdekat dengan loksado. FYI, loksado ini sebuah kecamatan.Namun areanya, makjannn, besar sekali. Sedikit yang agak lucu waktu kami di daerah Malaris-daerah loksado juga, penduduk sekitarnya bertanya ke yang mengantar kami : “darimana?”. “dari loksado”. Pas di Loksado, ada pula yang nanya temen kami : “darimana?” “Dari Kandangan”. Eh pas di kandangan ada pula yang nanya Ableh, Siti dkk : “darimana?”  “ dari Banjarmasin” . Terus berjenjang sampe mentok disaya. “Darimana?” “dari Jakarta * diem sok kalem*” . Padahal ya, Malaris dan Loksado itu satu kecamatan : kecamatan Loksado. Sementara Loksado dan Kandangan satu Kabupaten : Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tapi masih berasa kalo yang mereka tanyakan adalah lokasi yang juauuhhh banget. Karena areanya yang luas itu. Jadi berasa berkebalikan kalau saya ditanya sama orang Jakarta : “darimana?” “Kebayoran Lama”. Habis perkara, ga ada pertanyaan nambah panjang lagi,  soale kecamatannya kecil.  Lha, kok jadi ngelantur gini. hihihi

Jarak Banjarmasin loksado sendiri sekitar 180 km. Dengan ongkos Rp 30.000, Banjarmasin – Kandangan ditempuh dalam waktu 4 sampai 5 jam.  Lutfi dan Iggy resah gelisah kepanasan diangkot. Saya?  Dua jam terakhir tidur dong, sampai ga sadar udah mau sampe. Hahaha, puas banget ngeliat mereka sirik sama saya.

Karena angkot yang menuju Loksado hanya ada pagi hari. Dan karena kami tiba di Kandangan menjelang magrib,, kami menginep semalam di Sekretariatnya Klub Meratus Hijau. Mas mas yang ada  di sekre itu bilang, baru kali ini sekretariatnya diinepin sama perempuan. Walah, kami jadi merasa istimewa sekali. Yang terkenal dari Kandangan adalah Katupat Kandangan. Ini bukan salah ketik. Disana Ketupatnya itu namanya Katupat.Katupat kandangan ini modelnya Ketupat biasa, berasnya tipe  beras pera, trus dimakan pake kuah santan dan ikan Haruan alias ikan Gabus. Cara makannya juga bukan pake sendok/garpu. Tapi pake tangan, trus ketupatnya itu diremes-remesin sama kuah santannya itu, sampe bentuknya kayak nasi juga. Jadi susah susah dibentuk jadi  ketupat, akhirnya makanya model nasi juga.
Katupat kandangan
sekretariat meratus hijau

Kami juga sempet muterin Masjid Agung Kandangan yang  berdirinya ngalah-ngalahin nyonya meneer, sejak 1906.  Masjidnya posisi ada disamping pasar Kandangan.
masjid agung kandangan

Pagi jam 9, kami akhirnya naik angkot menuju Loksado. Sopir yang bawa orang Loksado asli.  Dari Kandangan ke Loksado, penumpangnya cuman kami bertiga : Saya, Iggy ama Lutfi. Bedanya angkot ini berhenti bukan untuk menaikkan penumpangnya.Tapi yang naik banyakan adalah Minyak Tanah, Bensin, Solar dll. Jadi kadang-kadang kami angkat kaki begitu saingan kami, si bahan bakar itu mau dinaikin. Jalan menuju Loksado sudah merupakan jalan pegunungan yang naik turun dan berkelok. Tapi enaknya, jalannya halus rata, juga sepi. Mau ngebut sejadi-jadinya juga bisa. Lha  jarang saingannya. Ongkosnya Rp 10.000 saja.
saingan kami di angkot kandangan-loksado

Sampai di Loksado, kami duduk duduk depan warung punya si bapak angkotnya. Pas berada didepan Sungai Amandit, di seberang Wisma Loksado. Abis makan Indomie Limau Kuit, terpengaruh oleh Perahu Kertasnya –Dewi Lestari, iseng saya bikin kapal-kapalan, tulis sesuatu, dan menghanyutkannya di Sungai Amandit.hihihihi..
perahu kertas, di sungai amandit

Tujuan pertama kami adalah menuju Air Terjun Haratai. Lumayan Jauh dari pinggir sungai amandit tadi. Sekitar setengah jam lebih naik motor. Untung ongkos naik motornya gratis :D. Ternyata suasananya sepi. Pengunjungnya cuman kami dan 2 orang orang pribumi lainnya, dan 3 bule yang menuju pulang pas kami baru sampe.
jalan menuju air terjun haratai
air terjun haratai

Kejadian buruk di Air Terjun Haratai ini adalah : Saya kepleset, dan henpon serta kamera sukses masuk ke air. Cakep dah.  Setelah seminggu, Handphonenya mau nyala lagi. Tapi udah sebulan sampe sekarang, Kamera nya blm sukses nyala. Huhuhu. Mesti reparasi ke tokonya. Selamet deh, ga punya gambar sendiri 2 hari sisanya.

Balik dari Air Terjun Haratai, kami mampir ke rumah bentang yang ada disamping Rumah Pak RT disana. Pak RTnya orang Dayak asli. Yaiyalah, namanya juga daerah pedalaman asli. Katanya beliau masuk dalam Dayak Kaharingan. Cerita-cerita banyak, mulai penduduk yang surat suratnya lengkat, KTP,KK, Akte dll, cerita bagaimana laki-laki dayak kalau menikah harus menyediakan uang tunai 20 juta. Sampai cerita bapaknya bisa ngasih ‘aji2an pengasih’ dan terbukti handal kata beliau. wkwkwkwwk.  Rumahnya juga banyak ditempeli poster poster artis era 80-90an. Gaul juga rumahnya. Ada tipi. Dan lagi musimnya mereka menjemur kayumanis untuk dijual lagi. Eh, masih ada Mandau pula. Dan sumpit panahnya. Dan si Pak RT ini ga keberatan kami foto narsis dengan mandaunya.
mandau diantara poto2 artis jadul (*kameranya lutfi*)

Pulang dari Rumah Pak RT, kami balik lagi ke Loksado. Habis itu tujuan kami selanjutnya adalah nginep di Pos Informasi desa Malaris, sekitar 10-15 menit dari loksado naik ojek. Malaris jadi semacam start untuk trekking kalau mau trekking ke Pegunungan Meratus. Nah, pos informasi yang kami tiduri malam harinya itu ternyata adalah semacam secretariat pemuda-pemuda malaris. Mereka punya struktur juga, ketua, seksi A, seksi B segala macem. Nah, si pemuda pemuda Malaris ini, juga jago-jago membuat gelang khas yang pas seukuran pergelangan tangan. Langsung dianyam ditangannya. Yang khas lagi adalah Sirup Kayu manis. Semi Industri kecil. Dijual perbotol hanya Rp 12.000. Harus dicoba dan bawa pulang sebagai oleh-oleh.
menganyam gelang (*kameranya lutfi*)
Malamnya, kami mengunjungi Pemandian Air Panas Tanuhi, sekitar setengah jam dari Loksado, dengan naik motor, ngebut, gerimis, ga pake helm pula. Yeah, kali ini saya kena batunya lagi. Kalo di Jakarta/Depok, suka banget saya nyela orang naik motor ga pake helm, ngebut pula. Sekarang di Loksado nun jauh disana merasakan apa yang dicela itu. Air Panas tanuhi itu ternyata semacam resort yang ada airpanasnya dan betul-betul panas. Ada 3 kolam, 1 air panas lumayan besar, 1 air dingin yang besar, 1 lagi air dingin yang ukurannya kecil. Harusnya masuknya bayar. Tapi sama anak-anak Loksado ini, mereka main masuk aja. Kata mereka, ampe bosen kali penjaganya melihat kami.

Pagi besoknya, kami akhirnya berbamboo-rafting ria.  Ini sebenernya agak pemaksaan saya, karena lutfi tadinya ga mau dengan alasan banyak gethek di jogja. Lha, yang dimana mana kalo kalsel yang terkenal cuman pasar terapung sama bamboo rafting. Ini kok malah ga nyobain. Akhirnya menanglah saya. Dan kita berbamboo rafting ria di sungai Amandit ini. Tarifnya Rp 250.000 untuk satu bamboo rafting dengan lama tempuh rafting selama kira-kira 3jam-an. Satu bamboo cuman bisa buat maksimal 3orang ditambah 1 orang bapak yang ngayuhnya. Tergantung aliran airnya juga si. Kasian, kalo airnya dangkal, bapaknya kesulitan ngatur rakitnya.
bamboo rafting loksado (*kameranya lutfi*)

narsis (*kameranya lutfi*)

dari sungai amandit (*kameranya lutfi*)

3 Jam itu bener-bener berasa. Berasa excited, berasa keren pemandangannya, berasa kelamaan juga, berasa panas ,berasa mati gaya ampe bisa tiduran di bambunya, karokean full edition, akhirnya capek dan diem lagi. Di bamboo rafting juga ketemu rombongannya anas, anak kalsel yang sebelumnya kami email-emailan buat nanya-nanya rute disana.

Selesai Bamboo Rafting, kami balik ke desa malaris, lutfi minta dibikinin anyaman gelang. Saya yang ga kebagian jatah alat produksi buat bikin gelang lanjut mandi dan ngepack-ngepack barang dan habis itu, siap-siap perjalananan panjang balik ke Banjarbaru via Kandangan.

“Traveling is a brutality. It forces you to trust strangers and to lose sight of all that familiar comfort of home and friends. You are constantly off balance. Nothing is yours except the essential things – air, sleep, dreams, the sea, the sky – all things tending towards the eternal or what we imagine of it.” – Cesare Pavese

-Selesai-

4 Kalimantan Selatan, Episode I : Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura

Wulan, teman sebelah meja saya di kantor, geleng geleng kepala pas tau saya abis booking tiket Citilink Jakarta Banjarmasin . Saya cengar cengir aja pas ditanya ama dia disana mau ngapain, ada objek apa dll. Dari Jakarta  berangkat sendiri  terbang 1,5 jam. Di Banjarmasin nungguin lutfi dari Jogja yang baru datang tengah malamnya.
pasar terapung Lok Baintan
Selintas, kalsel itu tidak berasa Kalimantan yang dalam imaginasi dan kenyataan adalah salah satu hutan tropis  penyangga dunia. Kalsel, terutama Banjarmasin dan daerah sekitarnya, masih mirip dengan kota-kota di Jawa.  Sedikit berbeda ketika akan mendarat, liat kebawah dari pintu pesawat, terpampang sungai besar  yang ditengah-tengahnya ada daratan luas menyerupai  pulau dibawah kita. Sungainya sampai punya pulau, decak kagum saya dalam hati. Karena dialiri banyak sungai, dengan 2 sungai besarnya, Barito dan Martapura, Banjarmasin mendapat  julukan Venice of Asia atau juga  Kota 1000 sungai. Selain sebagai mode transportasi, sungai-sungai di Banjarmasin juga masih digunakan untuk kebutuhan hidup yang memerlukan air : mandi dan mencuci.  Awal ketika datang, saya ga membayangkan gimana bisa mandi dan mencuci benar-benar dipinggir sungai.  Tapi, akhirnya kebayang setelah kecemplung dihari terakhir  diBanjarmasin. Jadi hari terakhir saya di Banjarmasin, air PAM Banjarmasin mati. Jederr.. Dan akhirnya nyobainlah saya mandi pake air sungai itu. Cukup sekali aja mandi pake air pinggir sungai Banjarmasin itu.

aktivitas dipinggir sungai

Sungai pula yang dimanfaatkan RCTI untuk membuat ikon RCTI OK di pasar terapung yang ada di Banjarmasin.  Pasar Terapung Lok Baintan, tujuan pertama kami di Banjarmasin.Oiya, saya dan lutfi ini berbagi tugas. Saya hanya mencari tujuan yang didatangi dan rute. Lutfi yang nyari penginapan atau tebengan. Bersama Lutfi, dan teman-teman hasil pencarian Lutfi , Ableh, Siti dan Iggy yang temennya ableh, kami ke Lok Baintan pagi-pagi sekali esok harinya. Ada 2 pasar terapung yang ada di Banjarmasin. Pertama Pasar Terapung Lok Baintan, yang posisinya agak sedikit di luar kota Banjarmasin. Kedua  Pasar Terapung Muara Kuin yang relative tidak begitu jauh dari Banjarmasin.  Saya hanya datang ke Lok Baintan saja.  Kami naik motor sampai dermaga penyewaan kapal, dilanjutkan sekitar 30 menit perjalanan  naik kapal sampai ke Lok Baintan Port, tempat berlangsungnya transaksi  pasar. Penyewaan kapalnya juga bisa dari Banjarmasin, tapi selisih harganya bisa 100-150 ribu dari dermaga yang kemarin kami sewa. Yak, dan sampailah kami di Lok Baintan Port.  Dibalik topeng belanja beberapa buahnya, anak-anak ini ternyata punya maksud foto di kapal ‘acil-acil’ penjualnya. Nemu buah semi mangga (namanya lupa, sejenis mangga tapi makannya dengan cara ‘diberakot’. Di Jakarta kayaknya ga ada, di Jogja kata lutfi juga ga ada. Eh, tapi jangan percaya lutfi, dia liat kecapi aja masih takjub :D)
dermaga lok baintan
diperahunya ada cap : pasar terapung
transaksi ikan
Jembatan Lok Baintan
buah semi mangga, lupa namanya, makannya diberakot gitu
 Puas dari Lok Baintan, ceritanya kami mau mampir ke Soto Bang Amat yang katanya terkenal itu. Apa daya, ternyata hari itu hari Jumat, dan Warung Soto Bang Amat tutup pas hari Jumat. Akhirnya kami lanjut dan Iggy akhirnya merekomendasikan warung yang jual serabi dan sejenisnya di daerah deket pasar lama. Dan inilah menunya :   

surabiiii dan teman temannya

tutup ceuu...

Hari terakhir, saya akhirnya  menjabani Warung Soto Bang Amat lagi. Ternyata rasanya so so lah..*lidah saya yang salah apa engga, ga tau deh :D*
sotonya bang amat
disoto bang amat, diiringi orkestra
 Dari sarapan kedua ini, kami kemudian pergi ke Pantai Cinta. Maksudnya, area yang ada di tepi sungai yang disekitar pusat kota, katanya biasanya dijadikan tempat  nongkrong anak-anak Banjarmasin. Ramai kalau malam. Karena daerah pusat kota, area sekitar pantai cinta ini juga jadi tempat diadain acara nontong bareng bola saat SemiFinal dan Final Sea Games kemarin.

masjid raya Sabilal Muhtadi..*cuman dari kamera henpon*
Selain sungai, ikon lain dari Banjarmasin adalah Masjid. Dimana mana terdapat banyak masjid dengan ukuran kubah yang besar besar serta tiang menara yang menjulang.  Kadang-kadang saya salah menganggap masjid karena ukuran besarnya, namun ternyata hanya dilabeli Musholla.

30 km dari Banjarmasin, terletak kota Banjarbaru. Bandara Samsudin Noor itu tepatnya  berlokasi di banjarbaru ini. Di banjarbaru, kami menginap di Rumah bayu. Oleh bayu dan teman-temannya, kami diantar ke MandiAngin, semacam hutan kota, tapi luas dan tinggi. Fasilitasnya cukup lengkap untuk kemping dan outbond. Ada menu jalan di atas tali antar pohon juga. Ada pula kolam Belanda, tempat dulu Belanda menyiksa pribumi. Dari atas mandiangin, kami bisa melihat kota Banjarbaru secara keseluruhan. 
Kolam Belanda di mandiangin

mana pilihan anda

dimandiangin, serasa di flores, panas dan abis ada yg kebakaran *dari kamera lutfi*
 Lepas mandiangin, Saya dan Lutfi mampir ke Martapura. Sekitar 15-20 menit dari Banjarbaru. Ceritanya ke martapura ini pengen liat batu-batu permata dan pernak pernik kalung/gelang yang ada. Ujung-ujungnya ke pasar martapura dan belanja belanji barang-barang pernak pernik. Melenceng dari tujuan awal ngeliat batu permata murah. 

pernak pernik di salah satu toko di pasar martapura
Kami ga lama di martapura, Nyaris jam 4 sore, kami pindah ke Cempaka. Cempaka ini terkenal dengan penambangan intan menggunakan cara tradisional. Diangkot menuju cempaka, ibu ibu penumpang lainnya udah ngasi tau dan agak sedikit nakut-nakutin bahwa cempaka udah tutup. Pekerjanya udah pulang karena udah nyaris jam 5. Saya dan Lutfi akhirnya nekat aja, lha abis besoknya saya udah pulang. Minimal ngeliat lah tempatnya kayak apa. Ternyata pas kami disana, masih ada beberapa pekerja yang ngayak adonan kuenya. Eh, maksudnya beberapa pekerja ngayak pasir memakai semacam ayakan yang mirip topi pak tani yang kebalik. Mereka ngayak sampai nemu intan yang kecil-kecil. Pas disana juga kebetulan ada Pak Haji pemilik penambangan tersebut. Jadilah kami semi mewawancarai pak Haji itu, dan akhirnya mampir kerumah beliau melihat beliau bertransaksi, ngukur dan ngitung berapa berat intan dan emas emas yang didapat. Sayang, no photo available. Bukan karena ga boleh motret, tapi kamera saya kecebur sungai hari sebelumnya. :D

-bersambung

6 Kesebelasan diriku, dirimu, dirinya..

*padahal niat awal buka blogger ini bikin tulisan ttg kalsel kemaren*

Gegara Adu Nalanda yang baru aktif ngeBlog lagi..gw dapet PR dari dia..sialll..ini dia PR nya dia adalah :

MENGINSTALASI SERVER..

salah deng..itu kerjaan adu..

PR adu ke gw dan 10 orang lainnya adalah : menuliskan 11 hal tentang kalian dan menjawab 11 pertanyaan dia

($)#$#$(#_$#@#__&^%$$#

source foto : http://socmed.sidomi.com/34794/11-foto-facebook-terunik-tentang-111111/

Baik kita mulai ngerjain PR dulu (dijawab ala struktur dokumen resmi)

A. 11 Hal tentang Kalian
  1. Saya Perempuan (standar, nyontek adu..masa iya gw ngaku laki laki..ups, itu sih udah dianggep setengah resmi sama geng laki laki dikantor ini)
  2. Pecinta dan pengeluh KRL dan public transport lainnya. Maksudnya go green, apa daya, public transpot di negeri ini sangat tidak bersahabat
  3. Lagi suka-sukanya nonton Amazing Race (Yak, disela2 waktu, buka yutube, download amazing race..nonton lagi dirumah..)
  4. Lagi suka sukanya pula ama postcrossing..(liat 2 tulisan sebelumnya diblog ini)
  5. Memiliki positioning ga jelas diantara 4 kuadran Sanguinis, Koleris, Plegmatis dan Melankolis.. Eh, jelas deng, Gw pasti bukan Sanguinis dan Koleris. Porsi paling besar ya plegmatis, terima aja..tapi kadang2 gw memberontak ga terima kalo ga perfect..eaaaa...jadi ribet
  6. Anak pagi, maksudnya kalo pagi ON, kalo diatas jm 10 malam udah melayang ga jelas kemana mana..hiii..
  7. Pecinta doorprize dan semua halalan, thoyyiban, gratisan lainnya
  8. Udah bosen ama FB dan twitter..tapi blm punya alternatif lain..ababil labil
  9. Tidak suka Blackberry..apalagi yang bukan berbentuk buah
  10. Suka menghina band band alay jaman sekarang..tapi dengan goblossnya bisa bisa nyanyiin kalo ga ada ide
  11. Menerima dengan terbuka genderisasi di programming dan sistem2 ribet lainnya :D (*bilang aja males mikir*) 
Kelar ya du...hahahaha...lanjut ke pertanyaan B nya..menjawab soal dari IbuGuru Adu..

B. 11 pertanyaan dari adu :
  1. Kenapa nge-blog? Karena bisa panjanggggg dan suka suka..
  2. Apa yang paling lo suka dari blog gw?  ehmmm...emang gw ngaku suka blog lo ya du :D
  3. Lebih suka chatting atau ketemu orang langsung?  tergantung sikon..hahahaha
  4. Kalo dilahirin jadi artis/politikus/orang terkenal mau jadi siapa? Yang pasti ga jadi iBAS..wkwkwkwk
  5. Apa pekerjaan impianmu? jalan jalan , dibayar, dan ga perlu mengeluarkan bayaran..
  6. Sebutkan iklan di tv yang menurutmu paling bagus? Jawaban boleh lebih dari satu. Sebutkan alasannya. Iklannnn apa ya....ga terlalu merhatiin iklan..jadi gw jawab...iklan Djarum aja deh...yang seri dari sabang sampai Merauke itu
  7. Lebih suka baca buku atau nonton? Both of them..
  8. Apa kado ulang tahun yang paling berkesan selama ini? Pulpen rotring dari temen SMP..itu keknya hadiah ultah pertama gw..keluarga gw ga kenal istilah ulangtahun dan segala celebrationnya soalnya.
  9. Tempat wisata mana yang paling menarik menurut kamu yang pernah kamu kunjungi? Beuhh,,,semua tempat menarik dan berkesan..tapi paling menarik sejauh ini di Jepang
  10. Kalo boleh milih, mau tinggal di negara dan kota mana? Mau kelilinggg duniaaa dulu..baru memutuskan tinggal dimana..bhhahahahah..*mimpi*
  11. Lebih suka pancake atau waffle? asal gratis dan halal...eh tunggu..waffel lebih enak si menurut gw
Bah..kelar juga..hahahah..

C. Bagian ngasi PR..jawab 11 pertanyaan tentang diri lo..dan 11 pertanyaan dari gw..
C.1. Pertanyaan dari gw :
  1. Udah pernah naik ke puncak monas belum?
  2. Lebih suka jalan kaki apa naik sepedah?
  3. Kuat berapa lama ga ngeluh?
  4. Apa si yang  dicari dari hidup?
  5.  Kalo lagi bad mood biasanya ngapain?
  6. Hal terbodoh apa yang pernah lo lakukan didepan umum?
  7. Kalo di restoran all you can eat, kalap menuh2in semua jatah apa makan seadanya aja
  8. Suka hewan pelihaaraan ga? kalo iya apa?
  9. Masih inget nama guru sejarah pas SMP ga? kalo iya, sapa namanya :D
  10. Kapan terakhir kali jalan2 sendirian
  11. Apa si yang sangat sangat elo sedihkan yang pernah dialami?
dann,...11 orang yang beruntung adalah *brb cek blog blog yang masih aktif* :
  1. Adu, sebagai balas dendam gw..wkwkwkwkw
  2. Ekalong
  3. Majangs
  4. Dewi Indri
  5. Neni
  6. Lutfi retno
  7. om Lio Cooper
  8. topxalamsyah
  9. mba Anisah Sofwati
  10. Daru Pus
  11. Erina eaaa
Pemenang akan dihubungi terpisah..wkwkwk..mohon PRnya dikerjakan yaaa... :-)