Showing posts with label yangshuo. Show all posts
Showing posts with label yangshuo. Show all posts

1 China : Guilin - Yangshuo [1]


“Wah, ternyata dinginnya mirip sama Bandung”, dalam hati saya berkata ketika sampai di Airport Guilin. Pernyataan yang walaupun benar untuk saat mendarat jam 11 siang itu, tapi tetep sok tau menyamakan cuaca Guilin dengan Bandung. Saya sudah langsung terkesan dengan karst karst Guilin yang menjulang yang   tampak saat pesawat akan landing. Takjub gimana bisa model tebing tapi berbentuk tumpeng tumpeng hijau alam ini bersemayam di satu wilayah area. Guilin sendiri merupakan salah satu kota di Propinsi Guangxi, area China yang agak selatan. Walaupun bukan ibukota propinsi (Guangxi ibukotanya di Nanning,  *hey, bayangkan kalo saya bisa punya pengetahuan geograpi sedetail ini ketika di sekolah, pasti saya milih masuk IPS :D* ), Guilin tergolong kota  besar dan cukup banyak gedung bertingkatnya.

kerucut kerucut kebalik

Keluar Airport, saya mencari  arah yang katanya terdapat shuttle bus menuju tengah kota. Dan rasa frustasi bahasa mulai dimulai. Karena ga ada seorangpun yang ngerti  busnya dimana, dan dimana saya harus nunggu. Udah ketahuan ini, lebih parah dari Beijing, Shanghai dan Hangzhou untuk urusan Blocking bahasanya. Mulai ketawa ketawa gila dalam hati.

Akhirnya berhasil juga saya menemukan shuttle bus yang dimaksud berkat ngikutin 2 cewe Malaysia yang bertampang China banget. Shuttle busnya ternyata cuman minivan. Tarifnya sekitar 20 Yuan untuk sampai tengah kota sejauh 30 km. Didalam shuttle, karena mendengar saya ngobrol pake bahasa melayu sama 2 anak malaysia ini, ada seseorang yang negur : “mba darimana mba?”, “ Dari Indonesia.”  “Oh, saya dari Batam. Kuliah mandarin disini”. “ooo” kata saya.  “mba bisa mandarin?” “Ga sama sekali kecuali Ni Hao dan Xie Xie”. “Nekat banget mba”. “*kasih senyum*”. Tapi ternyata si orang Batam ini cuman sampai bilang nekat aja. Pas saya ribet mau turun dari shuttle (ribet memastikan saya turun di tempat yang benar”), dia agak agak tidak memiliki sense membantu menanyakan ke supir apakah ini tempat yang benar. Ya sudahlah

Dari turun Shuttle ini, berbekal peta yang diambil dari airport, saya jalan kaki ke Stasiun Kereta Guilin.  Ya, karena tiket berangkat dan pulang dari kota yang beda (berangkat : Guilin, pulang : Chengdu), saya memastikan saya bisa sampe ke kota untuk pulang nanti. Masuk ke stasiun Guilin yang besar dan luas, lagi lagi memandang hampa tulisan tulisan china yang bertebaran. Melihat sekeliling, hmm, tampang tampangnya ga ada yang bisa ditanya bahasa Inggris. Akhirnya saya keluarin catetan photokopian Lonely planet saya yang ada alphabet china bertuliskan kata Chengdu. Nanya pake bahasa tubuh dan english ke anak yang keliatan muda, loket tiket KA ke Chengdu yang sebelah mana. Akhirnya dia ngerti dan nunjuk antrian yang paling panjang. Oh baiklah, saya ikut di antrian tersebut. Deg degan pas mulai mendekati loket, iki aku kudu piye, ternyata oh ternyata, si mba yang jaga loketnya, ngerti  bahasa Inggris sedikit. Lega. Dan akhirnya terbelilah tiket Hard Sleeper Train di bunk paling atas untuk keberangkatan 3 hari kedepan. Si mba penjaga tiketnya memastikan dengan tampangnya : memang kamu yakin mau naik kereta ini? Ini lama lho, bisa 20 jam, eh 24 jam malah.  Saya jawab pasti : IYA. Oiya tiket keretanya  seharga 310 yuan, sekitar 480 ribu rupiah. Saya yang belum pernah naik sleeper train, merasa excited sudah mendapat tiket tersebut.

Guilin Train Station
Keluar stasiun, tadinya mau menuju penginapan yang udah saya buking di Guilin untuk malam pertama kedatangan. Tapi di perempatan jalan, saya bengong. Kayaknya waktunya ga pas deh, nanti malah ga cukup kalau malam ini saya nginep di Guilin. Akhirnya, saya balik arah kembali, melewati Stasiun Guilin, lurus terus menuju Terminal Guilin. Wes, tapi antara Stasiun Guilin ke Terminal Guilin, saya menemukan tulisan Halal di salah satu pojokan toko. Mata langsung berbinar binar hijau. Dan perut lebih bersyukur lagi menemukan kejelasan nasib. Akhirnya saya nyangsang dulu di tempat makan rice noodle ini. Dan sumpah, ENAKKK Banget. I’m a mie lover. Wkwkwkwk. Oiya, ngobrol pake bahasa ngaco sama tukang mienya, saya baru ngeh, bahwa muslim di China itu tidak terbatas hanya dari propinsi Xinjiang saja di ujung barat China. Dia bilang, mereka berasal dari Propinsi Qingdai. Tetap minoritas juga si.

Tarik mienya mang

slurpppp
Di Terminal, saya membeli tiket bus ke Yangshuo. Dari Guilin ke Yangshuo sebenernya ada beberapa opsi pilihan, pertama : Pake cruise ataupun rakit bambu melewati Li River.Kedua ya pake bus ini. Pake cruise/rakit ini harganya minimal 250 ribuan. Hihihi. Karena harga bus Guilin – Yangshuo cuman 33 ribu rupiah, jelaslah saya milih ini. Cukuplah kalo mau bambu rakit di Indonesia aja J. Lagian udah pernah juga pas waktu di Loksado KalSel.  Ya walaupun katanya berlayar di Li River itu keren banget, saya lebih prefer naik bus ke Yangshuo.

Tiket bus ke Yangshuo
Saya naik bus jam 2 dari Guilin. Sampai Yangshuo sekitar jam 4. Menyeret tas melewati West Street (jalan paling ramai di Yangshuo) mencari penginapan. Akhirnya ketemu penginapan, cukup bersih, murah (50 yuan), single room, dekat dengan pusat keramaian Yangshuo dan Access Point WiFi nya tepat di pintu kamar saya (huahahaha..penting ini!). Ok, maafkan, nama penginapannya di Mandarin. Jadi ga bisa kasih referensi nama.

Yangshuo ini semacam desa Internasional. Semuanya tumplek ruweh disini. Traveler China sendiri, bule bule, orang asing ras lain, penjual suvenir, aneka ria tempat makan, apaaja ada kayaknya. Diapit oleh Landcape kerucut karst  serta Li River yng mengelilinginya. Kota ini tidak secantik Hangzhou, tapi menurut saya, Calming. Menenangkan. Sore sampai malam itu, saya habiskan keliling Yangshuo yang masih berbentuk kota.

Yangshuo

Tumplek ruweh
Dipinggir Li River

Thanks to mini tripod :p 

Besok paginya, saya sewa sepeda ke penginapan. Murah, seharian cuman 10 yuan. Jam 7 saya udah start (Yes, I’m a morning person). Dan dingin. Wkwkwkwkwk. Salah itu yang asumsi Bandung. Rencana saya sesiangan ini adalah pedaling ke country side nya Yangshuo. Bekal peta udah ada. Bekal saya selanjutnya adalah rasa siap nyasar kemana saja. Oiya, dan jeruk, pisang, roti serta Air minum.


Ayo kayuh sepedanya

Dan saya menyukai nyasar nyasar saya sepedaan kali ini. Saya ga tau ada dimana, tapi pemandangannya nyegerin banget. Serasa pengen nambah hari disini untuk keliling keliling Yangshuo lagi. Tapi akhirnya, saya memutuskan cukuplah. Pulang kembali ke Yangshuo yang berbentuk kota. Oiya, pas perjalanan pulang, saya juga nemu Rice Noodle yang mirip di Guilin. Pesen menu yang beda. Tapi agak gila ya porsi orang China ini. Banyak. Tapi mereka makannya cepet banget.

Bukit bukit kars di Yangshuo County

Banyak turis China (Yaiyalah)


Aku jadi lapar lagi
Sampai Yangshuo yang berbentuk kota kembali, saya muter muter area yang sepertinya belum saya liat kemaren. Dan akhirnya jam 2 an siang, saya menuju Terminal Yangshuo kembali untuk balik ke Guilin.

Hmmm.. panjang juga ternyata ...

nyambung ke sini