Showing posts with label bukittinggi. Show all posts
Showing posts with label bukittinggi. Show all posts

2 Bukittinggi ++

It took 2 hour drive from Padang to Bukittinggi. Our minibus stop before Aur kuring terminal, and from there we take an angkot to Jam Gadang area. Many hostel and hotel located at Jam Gadang Area. Surprisingly, in angkot, we hear some people speaking a very uncommon language.They spoke Romanian language. How can I know? One of them can speak Bahasa fluently because he has living in Bogor for almost 6 years. And guest, what are he doing in Bogor? He learnt Pencak Silat!! ckckckck. Not too many conversation that can we made, because they leave angkot first before us. 

 Its heavy rain when we reach Jam Gadang Area. We take a walk to Kampung Cino area, looking for cheap hostel. Finally we get in the Grand Kartini Hotel. Not too cheap for me, but two others friend want to overnight there. And I join with them in this hotel.

Good Morning from Jam Gadang!

 I woke up early morning, take a pray in mosque beside hotel. And then a morning walk to Jam Gadang. Just only a few persons there. A cleaning service did his job. And I take a me time here, until the sun and the people came. After area became so crowded, I left Jam Gadang, going to Ngarai Sianok. Just a 10 minutes walk from Jam Gadang to Taman Panorama. People go to Taman Panorama area to see a beautiful Ngarai Sianok. Ticket office still close, but some Karang Taruna people take retribution from morning visitor. Ngarai Sianok is very worth to visit. There is also so many monkey here.

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Monkeys in Taman Panorama, Ngarai Sianok

 There is also Gua Jepang In Taman Panorama. They have underground channels. I try to entering the gua without tour guide. And, I don't like the situation and surround in the undergorund. I almost lost inside the cave. Don't try it at cave alone, people! I back to Taman Panorama upperground. When I look around, a shopkeeper telling me that I can go to down area of Ngarai Sianok. I Just need to follow the path. It's almost 30 minutes to walk down, when finally I reach the rice field surrounding with edges. And there is Itiak Bumbu Lado Ijo restaurant beside the Sianok. Unfortunately, not yet opened when I reach that place. 

Selamat Datang!


Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Add caption


 I back to hotel. After breakfast, I rent motorcycle to go to Harau Valley, near Payakumbuh in Kabupaten 50 Koto, about 60 km from Bukittinggi. Easy road, I just follow the straight path to Payakumbuh, and then to Harau.The scenery is amazing. In some area, I stop the motorcycle, take a photo, and then back to road. Its took more than 1 hour for me to reach Harau Village. Yep, the motorcycle speed only 40-60km/hours. 

On My way to Harau

Pitstop for me

Another Pit Stop


And, Harau for me, its more beautiful and amazing than Ngarai Sianok. I love the waterfalls here. And also the Canyon.Next time going Harau, I want to overnight here.

Harau Waterfall





 I skip my plan to Pagaruyung Palace, because too far with motorcycle for me to go there. Yup, usually I only use motorcycle for only 30 minutes max daily. So I back to Bukittinggi, to Benteng Fort De Kock ( just take sleep on bench's park) and go to Zoo (sad with the elephants). Take a walk to Pasar Ateh (Pasar Atas) and Pasar Bawah. And after that, see million of people in Jam Gadang. I have to say its very different with my morning view in Jam Gadang. Looks like everyone didn't have enough space here. So crowded. My day is perfectly ended at Sate Danguang Danguang before I come back to hotel.

 *PS : tidak terima polisi grammar :))*

1 Hello, Padang!


"Emang kemaren lo dapet tiket berapa ke padang"
"60.200 bang"
"Ah, gw cuman 10.200"
"Kok bisa bang?"
"iya, bayarnya pake voucher mandala, ga pake kartu kredit, jadi bebas biaya cc yang 50.000"
*gw : tepok jidat*
"Aku ampe beli 5 kali pp jakarta padang, 60 ribu pake kembali pula"

Sepenggal percakapan aneh tersebut, jadi pembuka bincang bincang saya dengan salah seorang teman baru di Soetta ,yang ternyata sama-sama teman member Backpacker Dunia di Facebook, yang walaupun level kememberan saya disitu (nyaris) pasif.

Padang kota ketiga di Sumatra yang saya kunjungi, setelah Medan dan Batam (Batam sumatra juga kan? :p) Jadwal pesawat pagi yang jam 5.25, bikin saya nginep di Terminal 3 Soetta malamnya. Abis ga rela si. Tiket 60ribu, masak taksinya 200ribu sekali jalan (tuing..tuing..). Kalo ada yang mau coba menginap, di Terminal 3 banyak spot buat tidur dibandara.Jadi ketika sampai Terminal 3, langsung masuk aja ke bagian dalem via pintu visitor (bukan pintu cek-in), lalu tinggal masukin tas ke Conveyor. Udah, ga pake ditanya tiket jam berapa ama petugasnya. Nah, beberapa spot tidur yang bisa ditempati diantaranya : spot pertama di kursi panjang luar yang sebelum pintu masuk. Tapi disini kita akan langsung kena angin dingin malem. Ga enak. Udah gitu saingan juga ama bule bule. Spot tidur kedua di terminal 3 ada  di playgroundnya anak-anak. Ini menurut saya juga ga enak karena terlalu keliatan (ada chargeran listriknya).Udah gitu, walau udah malem, masih aja ada anak yang diajak jemput orangtuanya trus make playgroundnya pula (bukan salah mereka juga si! :)) ). Spot tidur  ketiga diMushola. Musholanya bisa yang dilantai 1, bisa juga di lantai 2. Kalo yang di lantai 1 musholanya campur, dan AC nya dingin banggetttss. Nah, kalo saya lebih suka yang di mushola lt.2. Posisinya, abis naik eskalator langsung balik arah deket cafe-cafe dan lounge.Mushola pisah utk perempuan dan laki-laki. Lebih sepi. AC ga terlalu dingin. Dan jarang yang notice. Hahaha.

Jadwal pesawat yang saya naikin ini ternyata Inagural Flight Tiger Jakarta-Padang, yang kemudian lanjut Padang-Spore, Spore-Bali, Bali-Surabaya. Bolak balik. Karena inagural flight, penumpang dapet Snak lengkap, cendermata Bagtag Tiger, Ada Sandiago Uno dan CEO nya Tiger yang ikut naik pula. Ada juga undian voucher tiket mandala pp buat 3 orang yang beruntung (yang sayangnya bukan nama saya).
Inagural FLight Mandala Jakarta Padang

Gerimis menyambut ketika landing

Khas Atap Minang di BIM
Begitu mendarat di Minangkabau International Airport, ada banyak pilihan mau kemana aja. Dan tanpa harus taksi. Kalau kita mau ke kota Padang, ada Damri langsung dari Bandara sampe Pasar Raya Padang. Ongkosnya Rp.18000. Atau, kl mau lebih irit, naik ojek sampe Jalan layang perempatan simpang bandara (kira-kira 3 km dari bandara. Ongkos ojeknya tawar sampe Rp 10.000) Trus ada Angkot orange jurusan Lubuk Buaya. Itu juga sampe kota padang. Ongkos angkotnya Rp 2.000. Opsi naik ojek sampe perempatan simpang bandara itu bisa diganti sama jalan kaki, atau lari (jika lo runner, pasti 3km keciilll.) atau hitchiking mobil yg abis nganterin orang (ngookkk). Dari Simpang Bandara ini juga ada Travel langsung ke Bukittinggi atau kota kota padang lainnya. Travel dari situ ke Bukittinggi ongkosnya Rp 16.000. Kalo naik travel langsung dari bandara ke Bukittinggi, Rp 60.000 yang ditawarin. Kalo taksi sampe Bukittinggi? 200 ribuan lah. Hahaha..Jadi silahkan dipilih sendiri.

Saya naik damri sampai sampe nyaris terakhir bus berhenti. Turun di Simpangan yang mau ke Dermaga Bahari. Niat awal nengokin si AW Restoran, tempat mangkalnya NewSikuaiIsland tour one day. Soalnya saya coba telpon dan email dari Jakarta, ga pernah diangkat. dan dibalas .Ternyata oh ternyata, ke pulau Sikuai via Sikuai Island Tour itu lagi tutup sampai batas waktu yang tidak jelas karena ada masalah sengketa alih kelola resort. Tanya pegawai yang kebetulan melintas juga ga tau kapan bukanya. Saya yang pas di Damri, barengan ketemu 2 cewek, Achi dan Dewi, yang juga mau ke Sikuai, balik arah kembali. Kami ketemu nelayan disana yang menawarkan ke Pulau Pagang, yang posisinya terletak dibelakang Pulau Sikuai. Kata beliau, lebih bagus kak, cuman bedanya ga masuk Internet aja kayak Pulau Sikuai itu. Si Bapak nawarin perahu 1.2juta pp one day. Kita cuman bertiga. Mikir agak lama.Nawar. Akhirnya kena di harga 1 juta PP. Udah sampe Padang. Yaudahlah. Hahahaha. Kalo mau nginep, beliau minta tambah jadi 1.5 juta. Lalu tempat nginepnya di Pulau Pagang menurutnya sekitar Rp 200.000 per malam. Sebelum berangkat, beli bekel maksi sama minum dulu di deket dermaga.

Dermaga Bahari


Perjalanan dari Dermaga Bahari ke Pulau Pagang sekitar satu jam by Jet Boat (yang mesinnya 2, dan dibanggakan sama bapaknya). Ga pake lifevest :| Agak nekat. Emang. Tapi mereka ga punya. Berangkat Alhamdulillah aman. Pas pulang dong, yang lautnya bergejolak. Mirip naik Kora-kora low level.Kita ngelewatin Pulau Sikuai, dan beberapa pulau sebelumnya. Dan akhirnya tiba di Pulau Pagang ini.

si Pak Iin pamer 2 mesinnya

Sikuai Island dari atas kapal
Pengunjung Pulau Pagang ternyata hanya kita bertiga. Jadi kayak Private island. Kata bapak penunggu Pulau, biasanya banyak bule bule yang kesini. Namun seminggu itu sepi karena hari hujan terus.Pemandangan Pulau Pagang catchy banget dimata.Pasirnya dongg..Halusss banget kayak bedak bayi. Sampai sana buka bekal makan, sambil diliatin doggy doggy unyuu yang pasang mata melas. Hohoho. Selesai makan, kita muterin Pulau yang kecil ini. Foto-foto, bikin tag nama di pantai. Saya sempet tidur siang di ayunan temalinya. Sunyi senyap, ditemani suara ombak, ditambah malamnya yang ga pules tidur di Bandara. Damai. Wkwkwkwk. Bangun karena diajak pulang balik ke Padang sama 2 temen saya. Trus dengan bodohnya saya tanya lagi, " Emang tadi aku tidur ya?" Langsung disorakin sama mereka.Hahaha

Markas di Pulau Pagang

Pantai Pulau Pagang

mantek nama

Pulau Pagang

Achie n dewi, my travel mate to Pagang

Balik ke Padang lagi, kami kemudian nyantol di Sate Padang dan Cendol Mutiara. Selesai Sate Padangnya yang emang maknyusss, kami ke area ngetem travel menuju Bukittinggi. Areanya namanya BasKo. Awalnya saya pikir itu Bakso yang tertukar. Ternyata Basko itu nama Supermarket sodara sodara. Travel ke Bukittingi dari Basko banyak sekali. Ada juga mobil pribadi yang nyaru jadi travel.Pas turun angkot, kita sempet digeret geret untuk naik mobil pribadi travel ini Jadi agak hati-hati aja milih yang mana. Pastiin pas naik travelnya udah ada orang yang naik terlebih dahulu. Dan pastiin juga ongkos travelnya cuman Rp 16.000. .Tadinya saya fikir akan seharga travel Jakarta Bandung yang minimal Rp 50.000. Gila kan. murah!!

Sate Padang Patimura