0 Demilitary Zone (DMZ) Tour

"Betapa pintarnya Korea Selatan ini yang bisa membuat satu area demarkasi militer menjadi satu tempat tur yang sangat ramai dikunjungi turis. Pemasukan negara jelas ada. Sementara disisi Korea Utara, tidak (atau saya tidak tahu) mendapat keuntungan apa apa dari turis yang berkunjung dan penasaran dengan garis yang memisahkan mereka dengan Korea Selatan" pikir saya ketika bus sedang melintasi jalan sepulang dari Tur DMZ ini.

Merah : Batas negara, garis kuning : DMZ Area


Demilitary zone merupakan area militer di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan dan merupakan merupakan area yang melingkupi garis batas yang membagi korea. Lebarnya lebih kurang 2 km kearah Korea Utara dan 2 km kearah Korea Selatan. Kedua korea yang jelas jelas sama, nenek moyang, bahasa sama, tulisan, penampakan fisik dan lainnya harus dipisahkan sampai sekarang. Ketika Perang Dunia II, Korea Utara masuk dalam kubu uni soviet, dan Korea Selatan mendukung Amerika. Perbedaan seringkali menjadi garis batas yang tampak, namun persamaan juga bisa menjadi garis batas imajiner tak tembus, membedakan sebuah persamaan, membagi dan mengkotak-kotakkan menjadi sesuatu yang berbeda. Mengapa yang seharusnya tetap menyatu, tapi terpaksa dibedakan. Selain korea, korban garis batas persamaan menurut saya adalah Timor Timur dan Indonesia.

Saya berkunjung ke DMZ bersama pak bos saya, serta dua temen kantor yang lagi penugasan khusus di korea, erina dan mba sari. Untuk mengunjungi DMZ, tidak dapat dilakukan sendiri. kami harus mengikuti tur lokal korea. Tour bisa dibooking dari internet. Kami memakai Seoul City Tour yang dibooking via Internet dengan biaya sekitar 40.000 Won. Kayaknya kami dapet diskon karena pergi lebih dari 3 orang. Tapi saya lupa diskonnya berapa.  Ada dua jenis kunjungan yang ditawarkan tur ke area DMZ ini, yaitu : DMZ tur dan Pamunjeon tur. Pamunjeon merupakan Join Security Area, menjadi tempat negosiasi antara kedua korea tersebut. Namun jatah tur hari itu hanya tersedia tur ke DMZ saja.

Pagi hari jam 8,  kami dijemput menggunakan minivan, diantar untuk disatukan dalam bus besar bersama sama peserta tur lainnya. Kami dipandu oleh Michelle. Lincah banget orangnya.Dan lucu. Panduannya pun jelas.

ini si Michele, tour leader kami

Dari Seoul, bus berangkat kearah Imjingak Park. Disini bus berhenti. Pihak tur, medaftarkan dan membeli tiket. Disini dilakukan juga pemeriksaan terhadap paspor penumpang yang dilakukan di bus oleh tentara dan wamil wamil korea. Setelahnya penumpang boleh turun dan photo-photo di Imjingak Park.

Atik di Imjingak Park

Dari Imjingak Park, kami kemudian naik bus kembali menuju DMZ Theater/Exhibition Hall dan The 3rd Infiltration Tunnel yang berada dalam satu area. Di Exhibition Hall, terdapat maket maket serta informasi terkait DMZ area dan perang korea itu sendiri. Hal tersebut kemudian diperkuat dengan film yang diputar pada DMZ Theater. Setelah dari DMZ theater, kami kemudian menuju ke 3rd infiltration tunnel. Sebenarnya ada  1st tunnel dan 2nd tunel, tapi yang terbuka untuk turis the 3rd tunnel ini.  Tunnel ini ditemukan oleh tentara tentara Korsel dari orang-orang Korea Utara yang berniat melarikan diri ke Korsel. Panjang tunnel sekitar 1.5 km. Untuk turun kedalam, kita harus mempergunakan helm. Awalnya jalan turunnya adalah slope, lalu mendatar panjang dengan tinggi yang sepas saya. Jadi kalo yang lain harus merunduk, saya tidak perlu :-) Sayang, no photo available di area ini.

Erina didepan tugu the 3rd tunnel

Setelah dari 3rd Tunnel, kami kemudian dibawa ke Dora Observatory. Di Dora Observatory ini, kita bisa melihat area perbatasan dan kota di Korea Utara melalui Binocular yang disediakan. Tinggal masukkan koin ke Binocular. Di sekeliling Dora Observatory ini juga area photo terbatas. Ada garis batas yang membatasi area yang diperbolehkan untuk mengambil photo, dan sebelah dalamnya yang tidak boleh mengambil photo. Tak lupa terdapat tentara yang berjaga jaga.
Dora Observatory : foto dari belakang garis photo

Setelah dari Dora Observatory, tur kemudian melanjutkan ke lokasi terakhir, Dora Station. Jadi Dora Station ini dicita citakan sebagai stasiun kereta yang akan menghubungkan jalur kereta Korea Selatan ke Korea Utara. Stasiunnya sudah jadi, bagus, modern. Kalah lah Stasiun Gambir di Jakarta. Nah, ditengah jalan, terjadi perubahan kebijakan, sehingga yang awalnya Dora Station akan menjadi stasiun penghubung Korea Utara dan Korea Selatan, kini (masih) menjadi Stasiun terakhir Korea Selatan. Jadi antara Seoul dan Pyongyang belum bisa terhubung keretanya. Sedih ya. Padahal kalau jalur kereta Korea Utara dan Korea Selatan ini tersambung, langsung bisa tembus ke Jalur TransSiberia. 



inside Dorasan Station


Selesai dari Dora Station, bus beranjak kembali ke Seoul. Sembari menikmati pemandangan DMZ yang juga merupakan kawasan konservasi, saya mengaminkan doa yang terpampang di spanduk spanduk sekitar :  End of Separation, Beginning of Unification. Semoga!




0 komentar: