Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, agak sulit untuk mengeksplor Cappadocia dengan cara sendiri. Saya akhirnya ikut 2 day tour dari penginapan, biasa disebut Red & Green Tour. Small group tour, hari pertama saya bersama sekitar 7 orang yang kelakuannya ajaib ajaib. Sedangkan hari kedua hanya tersisa bertiga dengan dua ABG dari Australia. Hitungannya juga tidak terlalu mahal, 2 day tour itu sekitar 600-700 ribu untuk 2 hari dengan termasuk makan siang, tiket masuk tempat tempat wisata, transportasi, dll. Dari tour ini, bisa terlihat berbagai relief relief, peninggalan serta tampilan tampilan unik di Cappadocia.
1. Rose Valley
Rose Valley ini merupakan kontur yang menyerupai bunga mawar yang mulai mengembang. Karena winter, bunga mawarnya tidak terlalu kelihatan. Namun kalau sudah semi, akan kelihatan daun hijau yang melingkupi formasi formasi rock mawar ini.
 |
| Rose Valley |
 |
| Rose Valley |
2. Old Greek Village (Mustafapasa)
Dulunya merupakan sisa sisa peninggalan yunani yang mendiami Turki.
 |
| panoramic dari atas |
3. Underground city (Ozkonak)
Ozkonak Underground city ini merupakan kota bawah tanah yang sampai 10 lantai, namun yang dibuka untuk umum hanya 4 lantai. Ditemukan sama salah seorang petani, yang petani tsb akhirnya membuka toko suvenir didepan underground citynya. Dalam Ozkonak Underground City, sistem yang ada sudah cukup memadai sebagai tempat tinggal,memiliki ventilasi, sistem air, pintu yang bisa digeser, serta sistem penyimpanan wine.
 |
| masuk menuju Ozkonak Undergroun City |
4. Mushroom Valley
Mushroom Valley ini bukit yang menyerupai jamur merang.
 |
| intip intip si mushroom |
 |
| mushroom valley |
 |
| mushroom valley |
 |
| seru kalo main petak umpet disini |
 |
| mushroom valley |
5.Camel Hill
Camel Hill ini, jelas mirip Onta :)) *mulai garing*
 |
| Hello, om Onta! |
6.Goreme Open Air Museum
Ini yang lumayan rame. Tadinya saya mikir, akan masuk ke museum museum begitu. Ternyata, Goreme Open Air Museum adalah kebanyakan berisi peninggalan peninggalan gereja yang dipahatkan di dinding dinding gua (gereja). Beberapa site ada yang tertutup dan tidak diperbolehkan masuk, namun beberapa banyak yang bisa dimasuki dan dilihat, dan begitu menakjubkan peninggalannya.
 |
| pintu masuk Goreme Open Air Museum |
 |
| goreme open air museum |
 |
| goreme open air museum |
 |
| bangunan dan kursi depannya |
 |
| malah ngeliatin unta unta |
7.Tour additional
Karena ikut tour, jadi kami dibawa ke beberapa tempat perajin seperti perajin keramik, perajin karpet, perajin batu permata.Saya si senang senang saja, karena konsep dibawanya adalah mengenalkan dan tidak memaksa beli. Bahkan si teman australia saya dipersilahkan membuat keramik sendiri :-)
 |
| si mamang ini mendemostrasikan membuat keramik. Iya, dia sumpah ganteng :D |
 |
| Nah, ini si kety, ABG Australi yang nyobain buat sendiri |
 |
| Lihat bagaimana mereka menggambar porselennya manual :') |
Selesai tour, karena jadwal bus saya ke Pamukkale masih malam, akhirnya saya nongkrong
diresepsionis merangkap ruang makan. Musfat, si pemilik, ngajakin ke
kondangan nikahan anak bosnya. Ada satu cewe korea yang juga udah siap.
Saya penasaran sebenarnya seperti apa pesta nikahan di Cappadocia, tapi
berhubung saya dah punya tiket bus, akhirnya saya cuman jadi penunggu
resepsionis bareng si kucingnya musfat. The whole family pergi ke
kondangan semua. Hahaha. Mereka percaya aja lagi ninggalin penginapan ke
tamu. Hihihi. Pembicaraan dengan musfat jadi lucu, pas ketika saya
tanya apa agamanya. Musfat sembari bercanda berteriak teriak, are you
kidding ask me that question? Of course I'm Moslem. 99% of turkish are Moslem. Tapi pas saya nunjuk botol botol wine dan arak yang bertebaran
di resepsionis, musfat sendiri bilang, bahwa kebanyakan di turki masih
secara identity, terutama generasi muda. Bisa dihitung berapa yang benar
benar melakukan sholat. Hihihi. Kami juga membahas bagaimana Turki, terutama Cappadocia yang merupakan penduduk muslim, tapi memiliki buanyak sekali peninggalan peninggalan gereja dari abad pertengahan.
Cappadocia memang eksotis.