Alhamdulillah, Allah memang maha pengabul doa. Doa saya selalu dikabulkan dengan kelapangan hati yang diberikannya.
Silahkan dicoba jika sedang mengalaminya.. :)


| No. Panggil : | R.03.05.97 Ari p |
| Judul : | Prediksi lokasi exon dengan menggunakan hidden Markov model pada gen drosophila melanogaster, homo sapiens serta zea mays |
| Pengarang : | Ariyani, Atik |
| No. Mahasiswa : | 040103706Y |
| Departemen : | Elektro (Program Sarjana) |
| Tahun : | 2005 |
| Desk. Fisik : | ix, 73 hlm.il.30 cm. + lamp. |
| Pembimbing : | Gunawan, Dadang |
| Lokasi : | Perpustakaan Fakultas Teknik |
| Abstrak: | |
| DNA merupakan komponen penting dalam tubuh makhluk hidup dalam kaitannya dengan sintesis asam amino penyusun protein. Informasi mengenai sintesis asam amino tersebut direpresentasikan oleh empat buah karakter nukleotida A, T, C dan G yang mempakan simbol basa-basa nitrogen penyusun DNA. Rangkaian DNA makhluk hidup tersusun atas gen-gen yang panjangnya jutaan bahkan milyaran karakter nukleotida. Namun, yang terpakai sebagai kode genetik dalam sintesis asam amino hanya karakter nukleotida yang terdapat pada suatu daerah pengkodean yang disebut exon dalam setiap gen. Hidden Markov Model (HMM) merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk memprediksi lokasi exon pada DNA. HMM memiliki dua buah fase, yakni fase training dan fase tes. Sequence-sequence DNA ditraining untuk mendapatkan estimasi matrik transisi dan estimasi matrik emisi melalui proses iterasi. Matrik transisi dan matrik emisi ini kemudian digunakan untuk mengetes sequence DNA yang bersangkutan. Pada skripsi ini, simulasi dilakukan dengan menggunakan tiga jenis organisme, Drosophila melanogaster (lalat buah). Homo sapiens (manusia), serta Zea mays (padi). Data yang diperoleh dari simulasi berupa nilai sensitivity (Sn) dan specificity (Sp) hasil prediksi lokasi exon gen yang bersangkutan. Dari perhitungan nilai akurasi untuk Drosophila melanogaster didapat nilai akurasi Sn sebesar 92.5% dan nilai Sp sebesar 88%, pada Homo sapiens dengan nilai akurasi Sn sebesar 69.7% dan nilai Sp sebesar 44.7% serta pada Zea Mays dengan nilai akurasi Sn sebesar 55.6% dan nilai Sp sebesar 78.6%. | |
Individualistic Doers are self-assured and very independent persons. They are quiet and realistic, very rational, extremely matter of fact persons. They strongly cultivate their individualism and enjoy applying their abilities to new tasks. But they are also very spontaneous and impulsive persons who like to follow their sudden inspirations. Individualistic Doers are good and precise observers who register everything which goes on around them. However, they are not so sensitive as regards interpersonal relations and are surprised when they occasionally rub someone up the wrong way with their direct and blunt manner. They are not particularly fond of obligations; but if you give them space, they are uncomplicated, sociable and cheerful individuals.| |
| |
Kawasan wisata Monumen Nasional Jakarta kini menjadi kawasan cyber. Pengunjung diorama Monas dapat mengakses internet secara gratis karena di areal ini tersedia empat desktop di empat sudut ruangan bawah Monas. Pengunjung di areal terbuka Monas juga dapat mengakses internet melalui laptop, PDA, atau smartphone.
Penyediaan akses internet di kawasan Monas ini dicanangkan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni dan Executive General Manager PT Telkom Divre II Adeng Achmad, Sabtu (7/6). ”Monas adalah landmark Kota Jakarta. Monas Cyber Zone titik awal rencana PT Telkom menjadikan Jakarta sebagai cyber city,” kata Adeng.
Pada masa depan, konsep cyber city adalah bagaimana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan pembuatan KTP online atau Polda Metro Jaya menerapkan pembuatan SIM online. Kebijakan ini dapat saja diterapkan asalkan ada kemauan politik dari pemerintah. Di sinilah esensi konsep cyber city sesungguhnya.
Jaringan internet di kawasan Monas yang disediakan PT Telkom ini, dengan kecepatan tinggi, yaitu 1 megabyte per detik (Mbps). ”Sejak 1 Juni kecepatan Telkom Speedy ditingkatkan tiga kali lipat dari 384 Kbps menjadi 1 Mbps. Saat ini masyarakat masih menggunakan wifi untuk akses internet. Namun, sebenarnya fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan sebagai telepon. Ini yang belum banyak dimanfaatkan,” tutur Adeng.
Salah satu tujuan penyediaan fasilitas wifi di kawasan Monas, kata Kepala Unit Pengelola Monas Rafael Nadapdap, sebagai daya tarik pengunjung Monas. Rafael berharap jumlah pengunjung meningkat. Tahun 2006 jumlahnya 664.000 orang, tahun 2008 ini diperkirakan 800.000 pengunjung. Diawali dari Monas Cyber Zone, konsep Jakarta cyber city harus diperluas ke layanan publik online. (KSP)
*****************************************************************========================================
Informasi Pemblokiran Film Fitna

