3 Hangzhou


Ini kota terakhir saya di China. Saya membeli tiket ke Hanzhou lewat semacam travel agent yang ada didekat Hostel saya di Shanghai. Saya pergi bersama Yen, roommate saya yang juga ingin pergi ke Hangzho tapi dihari yang berbeda. Pembelian tiket melalui  travel agent dikenakan tambahan ongkos 5 RMB, dari harga tiket sebesar 78 RMB. Jadi total saya membayar 83 RMB untuk Bullet Train Shanghai-Hangzhou. Tapi menurut saya harganya jadi sama aja dibanding harus pergi sendiri ke Stasiun.  Udah gitu penjaga loket di Travel agent juga lumayan bicara bahasa Inggrisnya dibanding penjaga loket di Stasiun.
Jumlah kereta Shanghai – Hangzhou itu banyak sekali. Lebih dari 40an kereta cepat dari pagi sampai malam. Namun saya kurang berani mengambil resiko dengan membeli langsung on the spot. Mengingat walau kereta banyak, orang China juga banyak yang bepergian. Apalagi Shanghai yang kota Internasional ketambahan banyak warga non china yang tinggal disana dan bepergian.  Belum lagi antrian antrian panjang di spot spot dalam stasiun.
Ketika akan berangkat dari Hostel, ternyata Shanghai diguyur hujan dari pagi. Padahal saya sengaja pilih kereta jam 11 siang sehingga saya tidak perlu pagi-pagi sekali untuk berangkat ke Hongqio Stasiun. Godaan berat ketika hujan bertambah karena suhu menjadi lebih dingin. Makin enak meringkuk di tempat tidur. Akhirnya saya berhasil  maksa berangkat menembus hujan ke stasiun MRT East Nanjing Road  jam 09.30. Lanjut Naik MRT Selma 45’. Jam 10.25 Saya sudah duduk manis di Hongqio menunggu panggilan Boarding. Waktu tempuh Shanghai-Hangzhou sekitar 45 menit dengan jarak sekitar 180 km.
Sampai Hangzhou , ternyata masih hujan. Dari stasiun Hangzhou, saya naik bus Y2 untuk sampai ke West Lake Hostel.  Hostel ini rekomen banget deh. Cukup murah. 60 RMB weekend rate untuk 4 bed dorm room. Posisinya strategis depan West Lake. Dari pinggir jalan turun bus sekitar 100 meter jalan. Udah gitu hostelnya Asri, kamar mandi didalam. Dan mereka punya anjing yang cute banget. Saya yang ga suka anjing aja sampe bilang itu anjing lucuu banget.  Karena saya sampe pas hujan, jadi setengah sore saya hanya dikamar, menikmati hujan dari tempat tidur. Seru juga, mana pemandangan dari jendela lumayan sejuk dan segar.
View dari tempat tidur saya

Ga tahan lama, jam 4 saya keluar  hostel walau masih gerimis. Rencananya mau jalan jalan dipinggir danau. Tapi ternyata saya malah ketemu LeiFang Pagoda terlebih dahulu.  Saya naik escalator, dan naik tangga sampai puncak pagoda.  Dari puncak, Westlake nyaris tak terlihat karena diselimuti kabut dan gerimis. Dingin dan angin bertambah seiring saya semakin naik ke lantai lebih tinggi.  Akhirnya setelah ga tahan dingin dan gerimisnya, saya masuk berlindung di bangunan Pagoda, melihat diorama kayu si Bai Su Zhen sang Legenda Ular Putih. Jadi inget Film masa kecil dulu di Indosiar. Btw diorama Bai Su Zhen  keren.  
Leifang Pagoda

WestLake dari atas LeiFang Pagoda

salah satu diorama BaiSuZhen
Esok harinya, setelah bangun pagi, saya meneruskan rencana yang tertunda untuk melihat WestLake. Dannn, sama sekali saya ga menyesal udah bangun pagi, juga cuaca kemarin yang  hujan, yang bikin saya pagi-pagi ke Westlake ini. Pertama karena belum banyak turis. Jadi yang sudah mampir di Westlake jam 7 itu hanya orang-orang yang lari pagi dan para lansia yang sedang jalan-jalan. Bener-bener saya langsung takjub sana pesona danaunya. Menyerap energi capek selama di China sebelumnya. Hihihi. Apalagi pas saya kesana lagi siangnya, sudah banyak turis-turis dan rombongan wisata yang datang. Walaupun masih keren, tapi karena bejubel, jadi kurang puas. Hangzhou memang biasa diakses PP dari Shanghai. Jadi jam 10an lebih, turis-turis yang berangkat naik kereta pagi dari shanghai atau yang ikut tour bus sudah pada dateng.


sakura? cherry? plum? Blossom




asik

Jam 10.30 saya balik ke hostel, packing dan mandi, titip koper, dan cabut lagi. Ga ada hasrat mau kemana lagi, udah bawaan pengen pulang. Hahahaha. Homesick. Tanda-tanda gajelas udah muncul. Semalem dah mimpiin orang-orang yang dikenal. Makan mie sendirian jadi mellow. Ngeliat orang-orang di taman jadi mupeng. Jadi yang tadinya saya mau mengunjungi tempat-tempat lain di Hangzhou akhirnya saya cancel. Juga plan sewa sepeda buat keliling tidak jadi saya lakukan. Saya terima ajakan si Tian yang ingin keliling Westlake lagi. Disaat homesick dan ada teman yang ngajak ngomong, tentu ini jadi pilihan yang lebih bagus dibanding keliling tempat-tempat lainnya sendirian.  Walaupun..walaupun kaki saya jadi ga jelas rasanya, karena ngiterin lagi Westlake yang luasnya 15 km2 pake kaki.



Selesai muterin Westlake, kami mampir Mc. Donald. Another junk food lagi. Tapi Surprisenya, pas lagi asik asik makan, diantara lagu lagu berbahasa china yg diputar, tiba-tiba terputar lagu “Subhanallah, Walhamdulillah, WalailahailaLlah, Wallahu Akbar” yang dinyanyikan lewat kaset McD. Saya ampe bengong, natap Tian,dia asik makan, saya dengerin lagi karena saya pikir saya berhalusinasi, ternyata itu beneran lagu Shalawat yang dinyanyikan anak kecil. Cuman satu lagu itu aja. Abis itu kembali lagu lagu china.Rasanya luarrr biasa sekali bisa ndengernya. Di McD, dikota yang sama sekali bukan kota islami, dan ketika saya udah kangen rumah. Hahaha..Nyaris nangis saya. Hangzhou memang mistis dan ngangenin untuk kembali kesana lagi.
=Selesaiseriofchina=

3 komentar:

maJanG said...

ah..selamat sudah menyelesaikan. gw masi banyak utangnya. lolol

ekalong said...

eh gotik,

Ular Putih tu diputer di SCTV.. Yoko yg di Indosiar..

(uda komennya ga berhubungan ama trip, masi aja penyakit Nazi ngoreksinya.. hehehe)

atik said...

Haha..iya ya..macaci ka? Yoko itu return of the condor heroes.bukan si?