Ini kota terakhir saya di China. Saya membeli tiket ke Hanzhou lewat
semacam travel agent yang ada didekat Hostel saya di Shanghai. Saya pergi
bersama Yen, roommate saya yang juga ingin pergi ke Hangzho tapi dihari yang
berbeda. Pembelian tiket melalui travel
agent dikenakan tambahan ongkos 5 RMB, dari harga tiket sebesar 78 RMB. Jadi
total saya membayar 83 RMB untuk Bullet Train Shanghai-Hangzhou. Tapi menurut
saya harganya jadi sama aja dibanding harus pergi sendiri ke Stasiun. Udah gitu penjaga loket di Travel agent juga
lumayan bicara bahasa Inggrisnya dibanding penjaga loket di Stasiun.
Jumlah kereta Shanghai – Hangzhou itu banyak sekali. Lebih dari 40an
kereta cepat dari pagi sampai malam. Namun saya kurang berani mengambil resiko
dengan membeli langsung on the spot. Mengingat walau kereta banyak, orang China
juga banyak yang bepergian. Apalagi Shanghai yang kota Internasional ketambahan
banyak warga non china yang tinggal disana dan bepergian. Belum lagi antrian antrian panjang di spot
spot dalam stasiun.
Ketika akan berangkat dari Hostel, ternyata Shanghai diguyur hujan
dari pagi. Padahal saya sengaja pilih kereta jam 11 siang sehingga saya tidak
perlu pagi-pagi sekali untuk berangkat ke Hongqio Stasiun. Godaan berat ketika
hujan bertambah karena suhu menjadi lebih dingin. Makin enak meringkuk di
tempat tidur. Akhirnya saya berhasil maksa berangkat menembus hujan ke stasiun MRT
East Nanjing Road jam 09.30. Lanjut Naik
MRT Selma 45’. Jam 10.25 Saya sudah duduk manis di Hongqio menunggu panggilan
Boarding. Waktu tempuh Shanghai-Hangzhou sekitar 45 menit dengan jarak sekitar
180 km.
Sampai Hangzhou , ternyata masih hujan. Dari stasiun Hangzhou, saya
naik bus Y2 untuk sampai ke West Lake Hostel.
Hostel ini rekomen banget deh. Cukup murah. 60 RMB weekend rate untuk 4
bed dorm room. Posisinya strategis depan West Lake. Dari pinggir jalan turun
bus sekitar 100 meter jalan. Udah gitu hostelnya Asri, kamar mandi didalam. Dan
mereka punya anjing yang cute banget. Saya yang ga suka anjing aja sampe bilang
itu anjing lucuu banget. Karena saya
sampe pas hujan, jadi setengah sore saya hanya dikamar, menikmati hujan dari
tempat tidur. Seru juga, mana pemandangan dari jendela lumayan sejuk dan segar.
View dari tempat tidur saya
Ga tahan lama, jam 4 saya keluar
hostel walau masih gerimis. Rencananya mau jalan jalan dipinggir danau.
Tapi ternyata saya malah ketemu LeiFang Pagoda terlebih dahulu. Saya naik escalator, dan naik tangga
sampai puncak pagoda. Dari puncak,
Westlake nyaris tak terlihat karena diselimuti kabut dan gerimis. Dingin dan
angin bertambah seiring saya semakin naik ke lantai lebih tinggi. Akhirnya setelah ga tahan dingin dan gerimisnya, saya masuk berlindung di bangunan Pagoda,
melihat diorama kayu si Bai Su Zhen sang Legenda Ular Putih. Jadi inget Film masa kecil
dulu di Indosiar. Btw diorama Bai Su Zhen keren.
Leifang Pagoda
WestLake dari atas LeiFang Pagoda
salah satu diorama BaiSuZhen
Esok harinya, setelah bangun pagi, saya meneruskan rencana yang
tertunda untuk melihat WestLake. Dannn, sama sekali saya ga menyesal udah
bangun pagi, juga cuaca kemarin yang hujan, yang bikin saya pagi-pagi ke
Westlake ini. Pertama karena belum banyak turis. Jadi yang sudah mampir di
Westlake jam 7 itu hanya orang-orang yang lari pagi dan para lansia yang sedang
jalan-jalan. Bener-bener saya langsung takjub sana pesona danaunya. Menyerap
energi capek selama di China sebelumnya. Hihihi. Apalagi pas saya kesana lagi
siangnya, sudah banyak turis-turis dan rombongan wisata yang datang. Walaupun
masih keren, tapi karena bejubel, jadi kurang puas. Hangzhou memang biasa
diakses PP dari Shanghai. Jadi jam 10an lebih, turis-turis yang berangkat naik
kereta pagi dari shanghai atau yang ikut tour bus sudah pada dateng.
sakura? cherry? plum? Blossom
asik
Jam 10.30 saya balik ke hostel, packing dan mandi, titip koper, dan
cabut lagi. Ga ada hasrat mau kemana lagi, udah bawaan pengen pulang. Hahahaha.
Homesick. Tanda-tanda gajelas udah muncul. Semalem dah mimpiin orang-orang yang
dikenal. Makan mie sendirian jadi mellow. Ngeliat orang-orang di taman jadi
mupeng. Jadi yang tadinya saya mau mengunjungi tempat-tempat lain di Hangzhou
akhirnya saya cancel. Juga plan sewa sepeda buat keliling tidak jadi saya
lakukan. Saya terima ajakan si Tian yang ingin keliling Westlake lagi. Disaat
homesick dan ada teman yang ngajak ngomong, tentu ini jadi pilihan yang lebih
bagus dibanding keliling tempat-tempat lainnya sendirian.
Walaupun..walaupun kaki saya jadi ga jelas rasanya, karena ngiterin lagi
Westlake yang luasnya 15 km2 pake kaki.
Selesai muterin Westlake, kami mampir Mc. Donald. Another junk food
lagi.
Tapi Surprisenya, pas lagi asik asik makan, diantara lagu lagu berbahasa china
yg diputar, tiba-tiba terputar lagu “Subhanallah, Walhamdulillah, WalailahailaLlah, Wallahu Akbar” yang dinyanyikan lewat kaset McD. Saya ampe bengong,
natap Tian,dia asik makan, saya dengerin lagi karena saya pikir saya
berhalusinasi, ternyata itu beneran lagu Shalawat yang dinyanyikan anak kecil.
Cuman satu lagu itu aja. Abis itu kembali lagu lagu china.Rasanya luarrr biasa sekali bisa ndengernya. Di McD, dikota yang sama sekali
bukan kota islami, dan ketika saya udah kangen rumah. Hahaha..Nyaris nangis
saya. Hangzhou memang mistis dan ngangenin untuk kembali kesana lagi.
3 komentar:
ah..selamat sudah menyelesaikan. gw masi banyak utangnya. lolol
eh gotik,
Ular Putih tu diputer di SCTV.. Yoko yg di Indosiar..
(uda komennya ga berhubungan ama trip, masi aja penyakit Nazi ngoreksinya.. hehehe)
Haha..iya ya..macaci ka? Yoko itu return of the condor heroes.bukan si?
Post a Comment