Hari ke 2 di Beijing, saya berangkat agak siangan. Ini gara-gara si
Brazil yang satu hostel merekomendasikan untuk dateng ke Lama Temple yang cuman
100 meter dari hostel. Padahal tadinya saya ga minat kesana. Akhirnya karena
direkomendasikan bagus dan cuman ‘selangkah’ dari hostel, saya jalan ke Lama
Temple yang baru buka jam 9. Tiket
masuknya lumayan mahal untuk ukuran Temple. 40 RMB, atau sekitar Rp 60.000,- Dapet
cd kecil, tapi saya belum pernah buka CD nya sampe sekarang :D. Ternyata
saya baru tau kalo Lama Temple itu merupakan Tibetan Temple. Jadi itu mungkin
penghubung Lama dengan Lama pada Dalai Lama. Hall-hall di Lama Temple
disusun berdasarkan garis lurus Utara-Selatan.
hall depan lama temple
tiket masuk
semacam taplak meja, tapi miniatur
Temple of Heaven
Dari Lama Temple, saya ke Temple of Heaven alias Tian Tan alias si
Kuil Surga. Naik MRT line 5, turun di Tiantan Dongmen Station. Karena
terjadi salah orientasi arah, terpaksa saya muter
jauh. Temple of Heaven ini iconic Beijing sekali, selain GreatWall dan
Forbidden City. Photo-photo Temple of Heaven yang sering dilihat bangunan melingkar kerucut itu sebenernya bagian dari Temple of
Heaven, namanya Hall of Prayer for Good Harvests. Bangunan ini murni dari kayu
semuanya. Keren.
dari jendela pintu
Hall of Prayer for Good Harvests
Miniatur : menunjukkan semua dari kayu
katanya ini ruangan tempat si kaisar ganti baju sebelum ada acara
Jembatan matematik
Ini sebenernya ga sengaja ngeliat pas saya Jalan dari Temple of
Heaven ke Forbidden City (kapok,5 kiloan dalam kondisi capek, jadi jauh banget
terasa jalannya J ). Lewatin hutong-hutong Beijing, eh tau tau di perempatan ada persamaan
matematik ini :
Yeahh, untung ga ada lambang integral disitu
Tiananmen Square &Forbidden City
Begitu melihat gambar Mao Zedong dari jauh, “akhirnya sampai juga!”
kata saya dalam hati. Yang saya inget
ketika sampai di Forbidden City adalah Film The Last Emperor, yang
menggambarkan kaisar PuYi, kaisar terakhir China yang hanya bisa berkuasa disekitar
Inner Court dari Forbidden City, sementara yang bagian luarnya diserahkan untuk kepentingan umum. Dan Forbidden City merupakan area yang luasss
banget, terdiri dari banyak Hall dan museum. Jangan suruh saya nyebutin
nama-nama Hall-nya, karena sama sekali ga hafal. Yang jelas, Tiananmen Square dan Forbidden
City jadi semacam symbol politisnya dengan adanya Tiananmen Square Protest
tahun 1989. Jadi, menurut yang saya dengar kemarin, sekarang segala macam
kumpul-kumpul yang agak melibatkan orang banyak dilarang dilakukan, dikarenakan
pemerintah China takut terjadi protes seperti tahun 1989 itu.
mukanya dingin banget
om Mao gambarnya dah keliatan
baru masuk area inner dari Forbidden City
tembok yang mengelilingi Forbidden City
WangFuJing Street
Keluar dari Tiananmen dan forbidden city, saya ke WangFujing Street,
yang merupakan salah satu Shopping Street besar di China. Menurut saya, yang ngalahin WangFujing itu
cuman East Nanjing Road di Shanghai, yang juga sama-sama shopping street
besar. Karena saya sangat tidak
bermaksud untuk belanja, jadi saya hanya menyusur saya WangFuJing Street yang
dihiasi lampu lampu malam yang keren. Ketika belok, saya nemu WangFuJing Snack
street, berupa kios kios yang menjual berbagai macam makanan. Dari mulai yang
standar sampai yang aneh-aneh macam bintang laut, kalajengking, silkworm
pupa.
wangfujing Street
wangfujing snack market
baru starfish
ini yang jijay jijay
Ketika
balik ke Hostel, roommate saya kaget dengan terlalu banyaknya tujuan saya hari
ini.
Tiananmen square dan forbidden city nyaris satu lokasi, ehmm..harusnya si cukup kuat ya mba untuk ke temple of heaven, tiananmen square n forbidden city. Kondisi ibu sehat kan ya?
Bisa email saya di atik.ariyani@gmail.com mba..nanti lewat email saya kasih ym dan whatsapp saya..
2 yuan selama ga keluar statiun mba..mau dari ujung ke ujung 20 statiun pun tetep segitu (eh, sy ga update end of 2013 ini ya, mungkin naik mungkin tetap)
5 komentar:
wuih, fotonya bagus2, dan negaranya tampak bersih sekali... ngiler gw, coba jakarta kayak gitu :D
nanya lagi yah,
kaloi dalam sehari gue ke forbidden city, tianamen square n temple of heaven, capek ga ya? Soalnya gue ama nyokap yg umurnya 60 tahun.
Btw, boleh minta YM atau imel? Mau nanya2 banyak :P
Tiananmen square dan forbidden city nyaris satu lokasi, ehmm..harusnya si cukup kuat ya mba untuk ke temple of heaven, tiananmen square n forbidden city. Kondisi ibu sehat kan ya?
Bisa email saya di atik.ariyani@gmail.com mba..nanti lewat email saya kasih ym dan whatsapp saya..
tarif mrt di beijing gimana yah? apa benar jauh dekat cuma 2 yuan atau tiap melewati 1 stasiun masing-masing kena 2 yuan
2 yuan selama ga keluar statiun mba..mau dari ujung ke ujung 20 statiun pun tetep segitu (eh, sy ga update end of 2013 ini ya, mungkin naik mungkin tetap)
Post a Comment