5 Beijing - part 2


Yonghegong/Lama Temple
Hari ke 2 di Beijing, saya berangkat agak siangan. Ini gara-gara si Brazil yang satu hostel merekomendasikan untuk dateng ke Lama Temple yang cuman 100 meter dari hostel. Padahal tadinya saya ga minat kesana. Akhirnya karena direkomendasikan bagus dan cuman ‘selangkah’ dari hostel, saya jalan ke Lama Temple yang baru buka jam 9.  Tiket masuknya lumayan mahal untuk ukuran Temple. 40 RMB, atau sekitar Rp 60.000,- Dapet cd kecil, tapi saya belum pernah buka CD nya sampe sekarang :D.  Ternyata saya baru tau kalo Lama Temple itu merupakan Tibetan Temple. Jadi itu mungkin penghubung Lama dengan Lama pada Dalai Lama.  Hall-hall di Lama Temple disusun berdasarkan garis lurus Utara-Selatan.  
hall depan lama temple

tiket masuk

semacam taplak meja, tapi miniatur 



Temple of Heaven
Dari Lama Temple, saya ke Temple of Heaven alias Tian Tan alias si Kuil Surga. Naik MRT line 5, turun di Tiantan Dongmen Station. Karena terjadi  salah orientasi arah, terpaksa saya muter jauh. Temple of Heaven ini iconic Beijing sekali, selain GreatWall dan Forbidden City. Photo-photo Temple of Heaven yang sering dilihat bangunan melingkar  kerucut itu sebenernya bagian dari Temple of Heaven, namanya Hall of Prayer for Good Harvests. Bangunan ini murni dari kayu semuanya. Keren.
dari jendela pintu


Hall of Prayer for Good Harvests
Miniatur : menunjukkan semua dari kayu

katanya ini ruangan tempat si kaisar ganti baju sebelum ada acara
Jembatan matematik
Ini sebenernya ga sengaja ngeliat pas saya Jalan dari Temple of Heaven ke Forbidden City (kapok,5 kiloan dalam kondisi capek, jadi jauh banget terasa jalannya J ). Lewatin hutong-hutong Beijing, eh tau tau di perempatan ada persamaan matematik ini : 
Yeahh, untung ga ada lambang integral disitu

Tiananmen Square &Forbidden City

Begitu melihat gambar Mao Zedong dari jauh, “akhirnya sampai juga!” kata saya dalam hati.  Yang saya inget ketika sampai di Forbidden City adalah Film The Last Emperor, yang menggambarkan kaisar PuYi, kaisar terakhir China yang hanya bisa berkuasa disekitar Inner Court dari Forbidden City, sementara yang bagian luarnya diserahkan  untuk kepentingan umum.  Dan Forbidden City merupakan area yang luasss banget, terdiri dari banyak Hall dan museum. Jangan suruh saya nyebutin nama-nama Hall-nya, karena sama sekali ga hafal.  Yang jelas, Tiananmen Square dan Forbidden City jadi semacam symbol politisnya dengan adanya Tiananmen Square Protest tahun 1989. Jadi, menurut yang saya dengar kemarin, sekarang segala macam kumpul-kumpul yang agak melibatkan orang banyak dilarang dilakukan, dikarenakan pemerintah China takut terjadi protes seperti tahun 1989 itu.

mukanya dingin banget
om Mao gambarnya dah keliatan

baru masuk area inner dari Forbidden City


tembok yang mengelilingi Forbidden City

WangFuJing Street
Keluar dari Tiananmen dan forbidden city, saya ke WangFujing Street, yang merupakan salah satu Shopping Street besar di China.  Menurut saya, yang ngalahin WangFujing itu cuman East Nanjing Road di Shanghai, yang juga sama-sama shopping street besar.  Karena saya sangat tidak bermaksud untuk belanja, jadi saya hanya menyusur saya WangFuJing Street yang dihiasi lampu lampu malam yang keren. Ketika belok, saya nemu WangFuJing Snack street, berupa kios kios yang menjual berbagai macam makanan. Dari mulai yang standar sampai yang aneh-aneh macam bintang laut, kalajengking, silkworm pupa. 
wangfujing Street

wangfujing snack market

baru starfish

ini yang jijay jijay
Ketika balik ke Hostel, roommate saya kaget dengan terlalu banyaknya tujuan saya hari ini.

5 komentar:

adu catumorli said...

wuih, fotonya bagus2, dan negaranya tampak bersih sekali... ngiler gw, coba jakarta kayak gitu :D

rahma said...

nanya lagi yah,
kaloi dalam sehari gue ke forbidden city, tianamen square n temple of heaven, capek ga ya? Soalnya gue ama nyokap yg umurnya 60 tahun.

Btw, boleh minta YM atau imel? Mau nanya2 banyak :P

atik said...

Tiananmen square dan forbidden city nyaris satu lokasi, ehmm..harusnya si cukup kuat ya mba untuk ke temple of heaven, tiananmen square n forbidden city. Kondisi ibu sehat kan ya?

Bisa email saya di atik.ariyani@gmail.com mba..nanti lewat email saya kasih ym dan whatsapp saya..

hilda said...

tarif mrt di beijing gimana yah? apa benar jauh dekat cuma 2 yuan atau tiap melewati 1 stasiun masing-masing kena 2 yuan

atik said...

2 yuan selama ga keluar statiun mba..mau dari ujung ke ujung 20 statiun pun tetep segitu (eh, sy ga update end of 2013 ini ya, mungkin naik mungkin tetap)