Saya semakin individualistis?

selepas lebaran ini, saya melihat undangan2 menikah berseliweran dimana2. Baik itu dari temen2 SMA maupun dari temen2 kuliah. lho, kok melihat? Iya, karena saya melihatnya di milis2 yang saya ikuti. ada tertera si anu akan menikah dengan si anu. lalu kenapa melihat? bukan merasa diundang? apakah saya tidak kenal mereka? enggak kok, saya kenal mereka, sebagian malah lumayan akrab dengan saya dikala masih muda. Lalu kenapa melihat undangan? bukan di undang? ahh,,sekali lagi saya melihat judul saya diatas. entah mengapa saya merasa undangan nikah lewat milis adalah bukan undangan buat saya. Saya merasa milis masih terlalu umum, sebegitu banyaknya orang yang terdapat dalam wadah milis tsb, apakah yang diundang semuanya? apakah nanti cukup makanannya? etc..etc lah..

Bukan berarti saya hanya mengharapkan undangan bentuk hardcopi,apalagi orangnya dateng langsung kerumah ketemu saya, ngarep kali ya begitu, enggak kok, sekarang zamannya Onlen, buat apa hard copi. tapi kok kamu tadi bilang zamannya online sementara pas diundang lewat milis masih merasa ga diundang?

Saya lebih merasa diundang oleh temen2 yang akan menikah itu jika email yang ditujukan lebih bersifat pribadi ke email pribadi saya. atau saya lebih merasa diundang jika di SMS ke nomer HP saya. Udik kamu, hari gini masih zaman sms. buat saya, kehadiran dalam undangan akan sangat direkatkan pada kedekatan hati antara saya dan pengundang. jadi, agak kecil kemungkinan saya datang ke undangan jika yang bersangkutan saja sudah melupakan saya saat mengundang ke nikahan dia. maaf, anda tidak mengingat saya minimal dengan sms ataupun email ke account pribadi saya, jadi buat apa saya datang ke nikahan anda hanya bermodal melihat seliweran undangan anda-anda di milis. ihh, kamu kejam bangett sama temen. Temen?? kamu ngingat saya pas kamu ngundang2 aja enggak, ngakunya mau temenan.

Sumpah,, saya semakin merasa individulistis. pantesan saya ga terlalu punya banyak temen..hihihi..

Jadi jika suatu saat, anda melihat saya di suatu undangan seorang teman yang hanya lewat milis, berbaik sangkalah bahwa saya sudah sembuh dari penyakit individualistis saya.

**ditujukan untuk beberapa teman di 70 serta di fusi ftui, mohon maaf kalau saya ga dateng ke nikahan kalian, karena saya masih merasa terlalu individulistis**

1 komentar:

moumtaza said...

:)
koq sama ya?