Japan - Day1 - Tokyo : Kamakura

Setelah naik kapal selama sebulan...eh naik pesawat selama 6 jam ditambah 2 jam perbedaan waktu, akhirnya kami mendarat di Haneda jam 22.30. Nyaris (udah) tengah malam. Sengaja kami ga masuk bagasi, biar cepet keluar dan cepet imigrasinya. Nah, first impression suatu negara kan di imigrasinya ya,jadi dah kebayang aja tuh muka2 jutek yang kayak algojo.Tapi di imigrasi haneda hal itu ga kejadian..mereka ramahhh sekaliii..

Bingung selepas imigrasi kemudian adalah milih rute kereta ke asakusa, tempat kami nginap semalam. Peta MRT udah ditangan. Tapi tetep aja kami culture shock (liat peta serem dibawah). Tanya ke informasi (mereka bisa lho bahasa Inggris, jadi jangan langsung judge jepang ga bisa bahasa inggris), akhirnya dikasih tau bahwa kereta kami langsung sampai Asakusa itu jam 23.08 di plafond 2. Langsung tanpa transit. Awalnya kami was was, soalnya banyak kereta yang masuk sebelumnya, dan menuju asakusa dengan transit. Akhirnya kami tetep nungguin yang jam 23.08. Pas waktunya, pas naik, dan ternyata benar. Tidak perlu transit di banyak stasiun. Minimal shocknya berkurang lah. Tarif sampai Asakusa dari Haneda untuk perjalanan 40 menit sebesar 600 Yen (sekitar 60.000 rupiah)
tokyo subway map

Kereta nyaris tengah malam itu ternyata masih ramai!! Dengan orang2 yang masih memakai slim fit jas. Ganteng-ganteng pula..#eaaaa. Kalah banget deh artis-artis sinetron Indonesia. Jadi pemandangan tengah malam di kereta sama sekali ga sunyi senyap. :p

Sampai Asakusa, tetep aja kami nyasar kebingungan nyari hostel tempt menginap. Sekali lagi, di bantu oleh orang-orang dijalan kami benar benar dibantu, bahkan diantar menuju arah penginapan, walau mereka sendiri tidak tau posisi pasnya dimana. Semangat membantunya itu lho..luar biasa sekali. Tadinya saya pikir karena kami turis. Tapi kalo diliat-liat, selama di Jepang terhadap orang jepangnya sendiri mereka juga memberlakukan hal yang sama. Keramahan dan kesopanan yang tiada tara. Sudah mengakar kuat dalam budaya mereka.

Sampai penginapan, langsung tidurr..brrr...12 derajat tanpa AC. Lelap. Kesiangan subuh, karena subuhnya jam 2.45 :( Pas kami dateng, memang siang lebih panjang dari malam. Jadi jam 4 pagi sudah terang kayak jam 7, sementara jam 7 -8 malam, matahari baru tenggelam.

Hari pertama kami menuju Kamakura, sekitar satu setengah jam naik kereta dari Tokyo. Ongkosnya kira-kira 890 Yen. Dari tokyo ke Kamakura ini, kami melewati Yokohama, yang ternyata banyak pabrik-pabrik disana. Tapi karena ga sempet mampir, jadi hanya liat dari balik jendela kereta aja.
turis di kamakura

Eh trus makannya gmn? Makannya kami beli onigiri di Convenience Store. Lumayan nampol (makan 2 onigir) dan murah untuka standar Jepang. 1 onigiri harganya sekitar 105 yen atau 11 ribuan rupiah. Pilih yang tuna atau salmon ya buat yang muslim. Beefnya ga jelas soalnya beef apa.

Di Kamakura, kami mengunjung Great Budha. Dari stasiun Kamakura naik kereta sekitar 7 menit (sekitar 13.000 rupiah) ke Stasiun Haze, dilanjut jalan kaki panjangg. Keretanya lucu warnanya, coklat coklat kayuu gitu. Saya sampe getok-getok, ini kayu apa besi apa seng ya. Sampai di Grat Budha, ternyata banyak anak-anak sekolah Jepang yang lagi field trip. Jadi seputaran kami adalah anak-anak semua. Ada juga si yang udah tua-tua. Biasanya serombongan kecil 5-7 orang. Di Great Buddha, kami nongkrong lama dibawah pohon yang bentuknya unik. Ga deng, semua pohon di Jepang kayaknya bentuknya unik gitu. Kayak bonsai tapi versi asli yang besar. Udah gitu aroma pohonnya aroma pandan. Tambah males bergerak aja. :D

kereta kayu *cuman nemu dari Haze Station ke Kamakura Station

Bonsai versi gede?

Suka sekali baunya. mirip bau pandan

Becak, tapi ditarik orang, ga dikayuh

tiket masuknya bisa jadi pembatas buku

Ngintip dari balik pohon

Oiya, saya juga seneng ngeliatin anak-anak itu field trip. Mandiri bener.Semua ndengerin gurunya. Pas gurunya menerangkan, ga ada yang sibuk sendiri atau ngobrol dll. Jadi benear-benar kayak belajar disekolah, bedanya diluar kelas. Mereka juga bawa kamera yang kayak plastik casingnya. Dan kalo di poto sama yang lain, selalu dehhh, dengan gaya 2 jari victorynya . O iya, semua objek yang kami kunjungi baik di Tokyo/Kyoto/Osaka, selalu bareng anak-anak field trip ini. Lagi musim sebelum liburan nampaknya.

poto bareng anak-anak field trip

ndengerin gurunya

depan gerbang Great Budha *sephia*

Lepas dari Great Budha, kami jalan lagi menuju Hazedera. Di Hazedera, kuil ditengah rimbunnya pohon. Bener-bener ademmm..demm..dem..Pas nyampe, selalu malas bergerak. Di kuil, ngikutin eh ngeliatin gaya anak-anak field trip ngunjungin Kuilnya, mulai dari cuci tangan, ngelempar koin, nulis wishes. Lalu ada patung-patung Budha yang diplesetin. hihihi.. Budhanya versi mereka jadi kayak dikartunkan. Trus ada semacam goa yang ada arca apa gitu yang mukanya banyak (ga inget namanya). Terakhir kami duduk-duduk di pinggir bukitnya, nyicip Green tea Eskrim. Senengnya lagi, ada anak-anak sekolah yang lagi program belajar bahasa inggris. Sekitar kelas 3 atau 4 SD. Jadi mereka nyari foreigner, mereka memperkenalkan diri mereka, asal mereka, lalu nanya nama kita, asal kita, dan terakhir mereka minta tanda tangan. Jadi berasa artis disana :D

Hazedera Kuil

Kumpulan Wishes yang digantung

Saya pikir patungnya mainan, ternyata yang punya keinginan, beli patung ini dan meletakkannya di dalam gua

kartunisasi budhanya? matanya kebawah *komik mode

selebriti dimintain tandatangan


Pulangnya dari Hazedera, kembali ke Stasiun Kamakura. beli Es krim ubi. Nongkrongin orang2 sambil makan es krim ubi. Lalu muter2 jalan ke sekitar stasiun. Karena capek dan ga kuat jalan lagi ke Objek selanjutnya di kamakura. Kami akhrnya memutuskan balik ke Tokyo, mengunjungin Shibuya. Patungnya ternyata kecil, seanjing beneran. Harus poto disitu dong, harus. demi Richard Gere..*alah*. Nah, shibuya deket patung Hachiko ini, enaknya jadi meeting point yang gampang. Gampag nyarinya soalnya. Depan si patung pas, ada crossing street paling ramai sejepang. ada 3 atau 4 lampu merah. Nah, pas lampu hijau, serentak orang2 langsung nyebrang. Seru deh ngeliatinnya.

Es krim ubi. *yang masih utuh punya saya*

depan patung hachiko

Busy Crossing Street

Shibuya juga udah normal Billboardnya. Neon-neon jalan juga normal. Kami abis muter-muter daerah Shibuya, asyik kelamaan ngeliatin gaya tukang parkirnya, yang menurut kami Passion banget jadi tukang parkir. hihihi.

Capek, udah jam 7.30. Kita misah, Dewi balik ke Asakusa. Neni dan saya menuju Shinjuku, mencari poolnya Bus Willer Express yang buat berangkat ke Kyoto.



7 komentar:

ekalong said...

gotik.

eh.

emm...

ah gw nunggu org laen komentar dulu deh.

hehehe

ekalong said...

gotik,

kok masi blom ada yg komentar seeehh???

masa mesti gw yg bilang, masa mesti gw yg bilaaaanggg????

Atik Ariyani said...

memang lo dikutuk buat mengkoreksi ka...udah..bilang aja bilang..wakakakak

ekalong said...

wahahahahaa....

segitu jelasnyakah maksud gw keliatannn????
=D

ah, atik..
gw kan baca malesbanget.com dan ada bahasan tipe org yg selalu 'gatel' ngebenerin ejaan. *krep

itu loh, atiiik....
"plafond" itu bagian dari langit-langit (rumah/gedung).
yg lo maksud: "platform" kaleee....




beneran deh ya, gw ga bs lepas dari 'penyakit' ini....tsk-tsk


Ditunggu Day 2, 3, 4, dst nya yaaa

neng ipeh said...
This comment has been removed by the author.
neng ipeh said...
This comment has been removed by the author.
neng ipeh said...
This comment has been removed by the author.