Japan - Day3 : Osaka

origami peacock and bookmark
Fukushima, Osaka
Dari stasiun Kyoto, kami ke Osaka dengan naik JR Kyoto Line, sekitar 1 jam perjalanan dengan ongkos tiket sekitar 600an Yen. Sampai stasiun Osaka (yang punya nama lain Stasiun Umeda *sebenernya lokasinya ga sama persis, hanya bersebelahan dan terhubung antara stasiun Osaka dan Umeda*), kami lanjut ke daerah Fukhushima (Yes, we're mutant..wakakakak, itu selalu saya bilang kalo ada yang nanya pas pulang : kamu kena radiasi ga? :p), 1 stasiun dari Osaka, menuju ke Penginapan di J-Hooper Osaka. Hostelnya enak, rapi, bersih, disediakan sabun dan sampo, ada bath-up juga. Yang punya ramah, dan ternyata yang punya itu sempet punya room-mate orang Indonesia waktu dia kuliah di USA. Jadi begitu tau kami dari Indonesia, dia langsung bilang : Nasi Goreeeenngg. Secara saya dan neni ga browsing browsing tentang Osaka, akhirnya kamu nanya ke dia mana aja lokasi yang bagus didatengin. Si mas itu ngasi tau mana-mana aja, objek yang bisa didatengin di Osaka, plus rutenya dengan kereta yang mana.

menu sarapan
Lalu keesokan harinya,sehabis sarapan dengan menu di Family Mart..*lagiii*,  tur satu hari dimulai ke Osaka Castle, salah satu castle paling terkenal di Jepang. Osaka Castle. Osaka Castle punya pondasi batu kali yang kokoh dan keren dan juga menaranya yang menjulang. Tempat ini ternyata semi museum untuk melihat perjuangan Hideyoshi Toyutami, salah satu shogun di Jepang, Dengan bangunan 7 lantai, nyaris semuanya merupakan diorama kehidupan Toyutami kecuali lantai 1. Di lantai paling atas, kita bisa melihat 4 sisi pemandangan kota Osaka dari Osaka Castle ini,

pemandangan osaka castle dari sisi sungai
tiket masuk
pondasi batu kali

Pemandangan kota osaka dari lantai 7 Osaka Castle
gedung yang 1 kompleks dengan osaka castle

poto booth
Nah, disekitar Osaka castle ini ada taman-taman, dan juga tempat jajan. Pas juga ketika kami diluar sedang ada poto prewedding calon pengantin Jepang. Cakep dan cantik, dengan baju tradisional mereka. Lalu kami juga nyobain Takoyaki (semacam makanan ringan, semi berat, diluarnya tepung, didalemnya gurita, kadang2 ditaburi topping tertentu). Takoyaki pertama yang kami temui. Katanya takoyaki aslinya dari Osaka.Enak. dan takoyaki ini jadi menu makan siang kami berdua.

prewed session

takoyaki isi 8
Keluar dari Osaka Catle, kami melalui taman menuju stasiun terdekat. Niat kami setelah dari Osaka Castle adalah menuju Kaiyukan, salah satu Aquarium terbesar di dunia. Jadi orang ramah emng ga ada salahnya, ditengah jalan, kami mensenyumi bapak-bapak seniman yang kami liat di hutan kota itu. Lalu beliau menyapa dan mengajak kami bareng menuju stasiun. Beliau menanyakan asal kami, juga kerudung kami. Kami menerangkan, dan ternyata dia juga tau bahwa kami ga boleh makan daging b*bi. Si bapak lalu memberikan kenang2an 2 buah origami burung merak buatannya, masing-masing 1. Dia juga memberi kartu namanya yang asli lukisan tangan pakai pinsil warna. Origami buatannya dan kartu namanya saya pajang paling atas di halaman ini.

Poto dengan bapak pembuat origami
Sampai di stasiun, kami berpisah platform dengan si bapak. Tujuan kami ke Kaiyukan di tepi port Osaka. Di jalan menuju Kaiyukan, kami melewati Bianglala raksasa.  Tapi tetep aja saya dan neni cuma ngeliat dari bawah. Ga berani :D               
Bianglala

Kaiyukan terdiri dari 15 tanki super besar, yang tiap tangki mencerminkan daerah asal biota laut yang spesifik. Tangki yang paling tengah menggambarkan daerah Pasific dengan kedalaman 9 meter dan dihuni para hiu.

Masuknya kedalam kami naik eskalator dulu ke lantai paling atas, dan kemudian turun melingkari pelan-pelan tiap lantai seperti spiral. Beberapa tangki ada yang mencakupi beberapa lantai, seperti tangkinya si pinguin. Jadi kita bisa tau diatas pinguin ngapain, di dalam air pinguin ngapain.  

welcome to kaiyukan
pinguinn..





school of fish




si bibir seksi
pari
Masih banyakkk banget si ikan yang lain. tapi kalo gw upload semua, ini blog nanti jadi akuarium beneran. Eh, lagian knp si elo upload poto2 ikan segala disini. Di Indonesia banyak kan. Iya, gw tau,di Indonesia buanyakkkk yang bagus-bagus dan kerennnn dan asli habitatnya. Tapi gw menghargai aja usaha mereka menciptakan aquarium besar itu dan menjaganya sesuai environment masing-masing hewan tsb.

Abis dari Kaiyukan, ternyata udah sore, jadi kami melanjutkan jalan jalan keliling kotanya. Melihat senja dari jembatan river cafe, muter-muter di dotonbori, dan akhirnya ke Umeda Sky Building untuk Cek-in bus menuju Tokyo kembali.
dotonbori
depan patung 4 muka

pinggiran river cafe


menunggu senja

















1 komentar:

d3w1 said...

ooo...ini toh kaiyukan yg lo bilang di twitter itu... sayang bgt klo misalkan lo ga jadi masuk, 200rb aja..