4 Japan - Day 2 : Kyoto

salah satu sudut gion

Neni dan saya melanjutkan ke kyoto dengan naik bus malam (Willer Express). Niat awalnya sebenernya ingin naik Shinkansen. Tapi apa daya, budget limited edition :p. Jadilah bus malam selama 8 jam ditempuh menuju Kyoto dari Tokyo. Kami berangkat dari Shinjuku jam 11 malam. Tiba di Kyoto (depan stasiun Kyoto jam 7 pagi). Begitu naik bus langsung tidur :p. Eh, si Willer Express ini kami pesen online lho, jadi pas dateng ke tempat nunggu busnya di Shinjuku, tinggal check-in aja pake mesin self check-in. Lalu akan keluar boarding pas serta nomor tempat duduk.


ruang tunggu willer express

Sampai stasiun Kyoto, kami menuju toilet buat bersih-bersih. Karena ga punya penginapan di Kyoto, jadi kami titip tas bawaan di Coin Locker. Coin Locker ini tersedia hampir di semua stasiun, tinggal buka kunci loker, masukin koin receh untuk bisa memutar anak kunci supaya pintu loker terkunci (biasanya 300 Yen buat ukuran sedang dan 500 Yen untuk ukuran besar). Ambil kuncinya. Simpan. Pas mau ambil tinggal buka kunci seperti biasa. Simple. Biasanya Coin Locker buka dari pagi sampai pukul 22.00
depan stasiun kyoto

kyoto tower

Sehabis tawaf di stasiun kyoto demi mencari kyoto tower (alias nyasar :p), kami kemudian membeli tiket bus one day pass untuk keliling kyoto seharian. One day pass ini murah lhoo.500 Yen (Rp 50.000) seharian kemana aja. Padahal kalo ga beli one day pass, sekali naik bus aja 220 Yen. Kalo beli one day pass, dikasi bonus plus berupa peta bus serta lokasi wisata kyoto.

Kyoto merupakan ibukota lama Jepang ebelum pindah ke Tokyo. Katanya kalau dihitung-hitung, lebih lama Jepang beribu kota di Kyoto dibanding di tokyo. Kyoto terlihat masih original Jepang sekali. Mungkin analoginya kalo di Indonesia itu antara Jakarta dan Jogja kali ya.

Di Kyoto ini, surganya kuil.tiap meleng dikit pasti ada kuil. Tapi kami ga mengunjungi semua, bisa bosen dan capek kalo semua dikebut dalam sehari :D

Ok, tujuan kami pertama adalah Nijo Castle alias benteng Nijo. Tapi sebelum sampe Halte Nijojomae , saya menyadari batere kamera saya belum dicharge semenjak dari Jakarta.Dan udah Low Batt.Jedeenggg..Jadilah foto-foto Kyoto dari kamera saya ini terbatas. Featured kameranya neni lah.
salah satu sudut nijo castle

depan honmaru palace

bangunan yang ga boleh dimasukin

Nijo Castle ini merupakan kompleks luas. Dulunya merupakan tempat tinggal Shogun. Terbagi menjadi beberapa area dan ada taman yang luasssss dan cantikkk banget.Ada 2 istana yang ada : Ninomaru dan Honmaru. Ninomaru ini terbuka untuk umum. Sementara Honmaru jarang atau tidak terbuka untuk umum. Dengan taman yang cantik, saya kebayang aja kalo lagi sakura blossoms dan cherry blossoms, pasti kereeennn banget..*ngiler lagi. Tapi tetep ya, kami bareng anak-anak sekolah yang field trip. Mereka juga naik bus umum lho.
taman di nijo castle

taman di nijo castle

taman di nijo castle

taman di nijo castle

Setelah dari Nijo Casttle, perjalanan dilanjutkan ke Golden Temple alias Kinkakuji. Naik bus lagi.Semua rute bus udah ada di map. Jadwal bus juga tertera di halte. Persis banget waktu kedatangan dan keberangkatannya.

Kinkakuji ini merupakan kuil tiga lantai dengan lantai 1 nya dari struktur kayu sementara lantai 2 dan lantai 3 nya berlapis emas. Lantai lantai ini juga melambangkan kasta.Lantai dasar buat yang orang biasa, lantai 2 dan 3 buat para ksatria (samurai) dan biksunya. Puncak kuil juga terdapat burung phoenix berlapis emas. Tadinya saya pikir, kuilnya bisa dimasukin. Ternyata ga boleh, jadi kita cuman poto-poto diluar dan taman sekitarnya.

Di seputar kompleks Kinkakuji juga ada tea house, kami nyobain teh hijau jepangnya dan kueh kecilnya. 500 Yen. Tapi rasa tehnya menurut saya amis. Jadi lebih cenderung bau laut dibanding bau gunung. Sama kuehnya kecil gitu. Sekali lahap abis.
kinkakuji

green tea japanesse style


menikmati

Selesai dari Kinkakuji, kami nengok sodara kembarnya-Ginkakuji alias Kuil Perak. Jalan lagi. Naik bus lagi. Bareng anak-anak field trip lagi. hihihihi. Sampai di Ginkakuji, terhampar pasir yang katanya dikasi nama Sea of Silver Sand. Ga ngerti fungsinya buat apa juga si. Tapi yang nbentuk telaten juga. Mungkin untuk menambah unsur perak di Ginkakuji. Ga seperti Kinkakuji,
Ginkakuji ini unsur peraknya hanya terletak dipuncak berupa burung phoenix perak.
silver sand


ginkakuji


sea of silver land

dari lokasi agak tinggi

dibalik taman

Dari Ginkakuji, kami melanjutkan ke Kiyumizadera. Dera itu artinya air. Katanya japan-guide, kiyumizadera artinya Pure Water Temple. Kiyumizadera berada di daerah bukit yang cukup tinggi. Disini selain ada kuil, pemandangannya keren banget karena berada di ketinggian. Bukit yang kayak kembang kol. Trus ada Otawa Waterfall, air pancuran kecil untuk mereka minta berkah, beruntung, dll. Kami ga ikutan icip lah. :) Di Kiyumizadera, kami malas bergerak. Adem, dan capek jalan. Tapi mau ga mau tetep turun juga untuk melanjutkan ke Kyoto Imperial Palace.
pintu gapura kiyumizadera

sholat anywhere..

bangunan di kiyumizadera
kembang kol raksasa

air pancuran berkah katanya


rute kami

Kok rutenya muter. Iyaaa, ini demi bisa sampai Gion sekitar sore dan magrib, maka kami ga langsung ke Gion, tapi ke Imperial Palace dulu. Katanya sekitar magrib, kalo beruntung bisa melihat Geisha di Gion. Jadi walaupun dari Kiyumizadera lebih dekat ke Gion, kami muter dulu ke Imperial Palace Masuk dari pintu belakang. Tamannya luass sekalii. Baru satu sisi taman kami dah capek. hahaha. Udah gitu ternyata imperial palace ini kalau mau masuk harus punya permit dulu.Salah satu cara mendapatkan permit katanya dengan lewat travel/tour. eaaa. Ya udah kami hanya melihat dari taman saja.
seputaran kyoto imperial palace

kyoto imperial palace *masuk harus dengan permit*

Mungkin karena keliatan gaijin *orang asing* sekali, dan tampang kami yang ga jelas antara kebingungan dan kecapekan nyari halte bus terdekat, kami disapa sama 2 nenek lagi jalan-jalan. Mereka nanya dengan english yang patah-patah kami mau kemana. Kami bilang, kami mau ke halte terdekat. Kami bilang kami udah tau jalannya kok. Lalu mereka bilang, halte yang kami mau itu salah. Maksud mereka, haltenya bukan yang disana kalau mau ke Gion.Itu harus muter dan bayar ongkos bus lagi. Saya nyaris ngomong gpp kok, nanti transit bus aja (*scr punya one day pass*). Tapi keburu disenggol neni, katanya ga sopan, udah dikasih tau kok ngebales. Akhirnya 2 nenek itu ngajak bareng kami jalan ke halte. Dan jalannya itu 4 bagian sisi yang melingkari imperial palace tadi, alias 1 halte sbelum kami masuk dari belakang tadi. Huaaa..jalannya 4 kilo sendiri seputaran imperial palace ini. Tapi kan malu. Nenek 2 ini aja kuat,mereka 80 tahun lho usianya. Kami dianterin lagi, diunjukin naik busnomer berapa, dikasih tau jam berapa. Diwanti-wanti, awas jangan sampai salah jamnya. Bener-bener terharu. Eh, mereka pas nanya kami darimana, ternyata langsung mengenali kalo Indonesia itu ada Borobudur. (Yaiyalah, kalo ke Borobudur pasti ketemu wisatawan Jepang :p)

2 nenek yang baik hati sekali nganter kami ke halte

Lanjut setelah naik bus dianter nenek 2 tadi, kami menuju Gion. Gion ini banyak rumah makannya. masih berusaha nyari menu non daging dan murah. ga ketemu juga. kami akhirnya masuk gang-gang di Gion. Mirip gang-gang pas jaman film Oshin dulu. Dan Surprisee.. ketemu Geisha dong..pertama sekali, lalu sekali, lalu sekali lagi. hihihi. Jalannya cepet banget. Ga mau dipoto juga. Pas terakhir yang kami temui, geishanya masuk mobil mewah dan nunggu berangkat.Entah kemana.

gang di Gion

neni mejeng di depan rumah di gion

mbak-mbak geisha *tampak belakang :p -cepet bgt si jalannya*

Udah jam 7 lewat, blm juga tenggelam matahari. Kami udah mulai eaa ga jelas saking teparnya. Keliling gion juga ga nemu rumah makan dengan kriteria tadi, kami back to basic, membeli onigiri. wakakakak. Lalu langsung balik ke Stasiun Kyoto untuk ngambil tas di coint locker. Bukan kami namanya, kalo ga nyasar. Tetep aja buta arah tadi naroh loker dimana, baliknya ke loker yang mana.hahahaha.Tapi nemu juga akhirnya. Lalu dengan tertatih tatih pegel, kami melanjutkan perjalanan ke osaka dengan JR Kyoto Rail, karena penginapan yang dibooking lokasinya di osaka.

-bersambung








4 komentar:

Anonymous said...

Fotonya lebih bagus yang ga ada si baju merah deh :P Kau narsis juga ya?

atik said...

narsis juga? owhhh..sangat fi..hahahaha

ekalong said...

si baju merah itu hasil tambahan photoshop kan?!
*mancing perang

azho said...

Kak cara booking willernya gimana ya, ko Aq coba booking tp webnya eror gt