10 Kalimantan Selatan, Episode II : Kandangan, Loksado

Kalau anak anak SD ditanya, dimanakan letak pegunungan Himalaya, sebagian besar pasti bisa menyebutkan dengan benar. Tetapi kalau orang dewasa ditanya, dimanakah Pegunungan Meratus, maka sebagian (antara besar atau kecil), nyaris akan melakukan google lokasi tersebut :-)

sama seperti saya...

sebelumnya ga tau dimanakah pegunungan meratus. Padahal pegunungan ini mencakup area nyaris setengah kalimantan selatan dan merupakan area kalsel yang benar-benar ‘kalimantan’ (alias  berupa hutan alami).  Salah satu titik dari pegunungan  meratus yang kami datangi adalah loksado, karena jalur  ini adalah jalur yang paling mudah dilalui  dengan kendaraan umum.

Dari PAL 6 Banjarmasin, kami naik taksi aka angkot menuju Kandangan, kota terdekat dengan loksado. FYI, loksado ini sebuah kecamatan.Namun areanya, makjannn, besar sekali. Sedikit yang agak lucu waktu kami di daerah Malaris-daerah loksado juga, penduduk sekitarnya bertanya ke yang mengantar kami : “darimana?”. “dari loksado”. Pas di Loksado, ada pula yang nanya temen kami : “darimana?” “Dari Kandangan”. Eh pas di kandangan ada pula yang nanya Ableh, Siti dkk : “darimana?”  “ dari Banjarmasin” . Terus berjenjang sampe mentok disaya. “Darimana?” “dari Jakarta * diem sok kalem*” . Padahal ya, Malaris dan Loksado itu satu kecamatan : kecamatan Loksado. Sementara Loksado dan Kandangan satu Kabupaten : Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tapi masih berasa kalo yang mereka tanyakan adalah lokasi yang juauuhhh banget. Karena areanya yang luas itu. Jadi berasa berkebalikan kalau saya ditanya sama orang Jakarta : “darimana?” “Kebayoran Lama”. Habis perkara, ga ada pertanyaan nambah panjang lagi,  soale kecamatannya kecil.  Lha, kok jadi ngelantur gini. hihihi

Jarak Banjarmasin loksado sendiri sekitar 180 km. Dengan ongkos Rp 30.000, Banjarmasin – Kandangan ditempuh dalam waktu 4 sampai 5 jam.  Lutfi dan Iggy resah gelisah kepanasan diangkot. Saya?  Dua jam terakhir tidur dong, sampai ga sadar udah mau sampe. Hahaha, puas banget ngeliat mereka sirik sama saya.

Karena angkot yang menuju Loksado hanya ada pagi hari. Dan karena kami tiba di Kandangan menjelang magrib,, kami menginep semalam di Sekretariatnya Klub Meratus Hijau. Mas mas yang ada  di sekre itu bilang, baru kali ini sekretariatnya diinepin sama perempuan. Walah, kami jadi merasa istimewa sekali. Yang terkenal dari Kandangan adalah Katupat Kandangan. Ini bukan salah ketik. Disana Ketupatnya itu namanya Katupat.Katupat kandangan ini modelnya Ketupat biasa, berasnya tipe  beras pera, trus dimakan pake kuah santan dan ikan Haruan alias ikan Gabus. Cara makannya juga bukan pake sendok/garpu. Tapi pake tangan, trus ketupatnya itu diremes-remesin sama kuah santannya itu, sampe bentuknya kayak nasi juga. Jadi susah susah dibentuk jadi  ketupat, akhirnya makanya model nasi juga.
Katupat kandangan
sekretariat meratus hijau

Kami juga sempet muterin Masjid Agung Kandangan yang  berdirinya ngalah-ngalahin nyonya meneer, sejak 1906.  Masjidnya posisi ada disamping pasar Kandangan.
masjid agung kandangan

Pagi jam 9, kami akhirnya naik angkot menuju Loksado. Sopir yang bawa orang Loksado asli.  Dari Kandangan ke Loksado, penumpangnya cuman kami bertiga : Saya, Iggy ama Lutfi. Bedanya angkot ini berhenti bukan untuk menaikkan penumpangnya.Tapi yang naik banyakan adalah Minyak Tanah, Bensin, Solar dll. Jadi kadang-kadang kami angkat kaki begitu saingan kami, si bahan bakar itu mau dinaikin. Jalan menuju Loksado sudah merupakan jalan pegunungan yang naik turun dan berkelok. Tapi enaknya, jalannya halus rata, juga sepi. Mau ngebut sejadi-jadinya juga bisa. Lha  jarang saingannya. Ongkosnya Rp 10.000 saja.
saingan kami di angkot kandangan-loksado

Sampai di Loksado, kami duduk duduk depan warung punya si bapak angkotnya. Pas berada didepan Sungai Amandit, di seberang Wisma Loksado. Abis makan Indomie Limau Kuit, terpengaruh oleh Perahu Kertasnya –Dewi Lestari, iseng saya bikin kapal-kapalan, tulis sesuatu, dan menghanyutkannya di Sungai Amandit.hihihihi..
perahu kertas, di sungai amandit

Tujuan pertama kami adalah menuju Air Terjun Haratai. Lumayan Jauh dari pinggir sungai amandit tadi. Sekitar setengah jam lebih naik motor. Untung ongkos naik motornya gratis :D. Ternyata suasananya sepi. Pengunjungnya cuman kami dan 2 orang orang pribumi lainnya, dan 3 bule yang menuju pulang pas kami baru sampe.
jalan menuju air terjun haratai
air terjun haratai

Kejadian buruk di Air Terjun Haratai ini adalah : Saya kepleset, dan henpon serta kamera sukses masuk ke air. Cakep dah.  Setelah seminggu, Handphonenya mau nyala lagi. Tapi udah sebulan sampe sekarang, Kamera nya blm sukses nyala. Huhuhu. Mesti reparasi ke tokonya. Selamet deh, ga punya gambar sendiri 2 hari sisanya.

Balik dari Air Terjun Haratai, kami mampir ke rumah bentang yang ada disamping Rumah Pak RT disana. Pak RTnya orang Dayak asli. Yaiyalah, namanya juga daerah pedalaman asli. Katanya beliau masuk dalam Dayak Kaharingan. Cerita-cerita banyak, mulai penduduk yang surat suratnya lengkat, KTP,KK, Akte dll, cerita bagaimana laki-laki dayak kalau menikah harus menyediakan uang tunai 20 juta. Sampai cerita bapaknya bisa ngasih ‘aji2an pengasih’ dan terbukti handal kata beliau. wkwkwkwwk.  Rumahnya juga banyak ditempeli poster poster artis era 80-90an. Gaul juga rumahnya. Ada tipi. Dan lagi musimnya mereka menjemur kayumanis untuk dijual lagi. Eh, masih ada Mandau pula. Dan sumpit panahnya. Dan si Pak RT ini ga keberatan kami foto narsis dengan mandaunya.
mandau diantara poto2 artis jadul (*kameranya lutfi*)

Pulang dari Rumah Pak RT, kami balik lagi ke Loksado. Habis itu tujuan kami selanjutnya adalah nginep di Pos Informasi desa Malaris, sekitar 10-15 menit dari loksado naik ojek. Malaris jadi semacam start untuk trekking kalau mau trekking ke Pegunungan Meratus. Nah, pos informasi yang kami tiduri malam harinya itu ternyata adalah semacam secretariat pemuda-pemuda malaris. Mereka punya struktur juga, ketua, seksi A, seksi B segala macem. Nah, si pemuda pemuda Malaris ini, juga jago-jago membuat gelang khas yang pas seukuran pergelangan tangan. Langsung dianyam ditangannya. Yang khas lagi adalah Sirup Kayu manis. Semi Industri kecil. Dijual perbotol hanya Rp 12.000. Harus dicoba dan bawa pulang sebagai oleh-oleh.
menganyam gelang (*kameranya lutfi*)
Malamnya, kami mengunjungi Pemandian Air Panas Tanuhi, sekitar setengah jam dari Loksado, dengan naik motor, ngebut, gerimis, ga pake helm pula. Yeah, kali ini saya kena batunya lagi. Kalo di Jakarta/Depok, suka banget saya nyela orang naik motor ga pake helm, ngebut pula. Sekarang di Loksado nun jauh disana merasakan apa yang dicela itu. Air Panas tanuhi itu ternyata semacam resort yang ada airpanasnya dan betul-betul panas. Ada 3 kolam, 1 air panas lumayan besar, 1 air dingin yang besar, 1 lagi air dingin yang ukurannya kecil. Harusnya masuknya bayar. Tapi sama anak-anak Loksado ini, mereka main masuk aja. Kata mereka, ampe bosen kali penjaganya melihat kami.

Pagi besoknya, kami akhirnya berbamboo-rafting ria.  Ini sebenernya agak pemaksaan saya, karena lutfi tadinya ga mau dengan alasan banyak gethek di jogja. Lha, yang dimana mana kalo kalsel yang terkenal cuman pasar terapung sama bamboo rafting. Ini kok malah ga nyobain. Akhirnya menanglah saya. Dan kita berbamboo rafting ria di sungai Amandit ini. Tarifnya Rp 250.000 untuk satu bamboo rafting dengan lama tempuh rafting selama kira-kira 3jam-an. Satu bamboo cuman bisa buat maksimal 3orang ditambah 1 orang bapak yang ngayuhnya. Tergantung aliran airnya juga si. Kasian, kalo airnya dangkal, bapaknya kesulitan ngatur rakitnya.
bamboo rafting loksado (*kameranya lutfi*)

narsis (*kameranya lutfi*)

dari sungai amandit (*kameranya lutfi*)

3 Jam itu bener-bener berasa. Berasa excited, berasa keren pemandangannya, berasa kelamaan juga, berasa panas ,berasa mati gaya ampe bisa tiduran di bambunya, karokean full edition, akhirnya capek dan diem lagi. Di bamboo rafting juga ketemu rombongannya anas, anak kalsel yang sebelumnya kami email-emailan buat nanya-nanya rute disana.

Selesai Bamboo Rafting, kami balik ke desa malaris, lutfi minta dibikinin anyaman gelang. Saya yang ga kebagian jatah alat produksi buat bikin gelang lanjut mandi dan ngepack-ngepack barang dan habis itu, siap-siap perjalananan panjang balik ke Banjarbaru via Kandangan.

“Traveling is a brutality. It forces you to trust strangers and to lose sight of all that familiar comfort of home and friends. You are constantly off balance. Nothing is yours except the essential things – air, sleep, dreams, the sea, the sky – all things tending towards the eternal or what we imagine of it.” – Cesare Pavese

-Selesai-

4 Kalimantan Selatan, Episode I : Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura

Wulan, teman sebelah meja saya di kantor, geleng geleng kepala pas tau saya abis booking tiket Citilink Jakarta Banjarmasin . Saya cengar cengir aja pas ditanya ama dia disana mau ngapain, ada objek apa dll. Dari Jakarta  berangkat sendiri  terbang 1,5 jam. Di Banjarmasin nungguin lutfi dari Jogja yang baru datang tengah malamnya.
pasar terapung Lok Baintan
Selintas, kalsel itu tidak berasa Kalimantan yang dalam imaginasi dan kenyataan adalah salah satu hutan tropis  penyangga dunia. Kalsel, terutama Banjarmasin dan daerah sekitarnya, masih mirip dengan kota-kota di Jawa.  Sedikit berbeda ketika akan mendarat, liat kebawah dari pintu pesawat, terpampang sungai besar  yang ditengah-tengahnya ada daratan luas menyerupai  pulau dibawah kita. Sungainya sampai punya pulau, decak kagum saya dalam hati. Karena dialiri banyak sungai, dengan 2 sungai besarnya, Barito dan Martapura, Banjarmasin mendapat  julukan Venice of Asia atau juga  Kota 1000 sungai. Selain sebagai mode transportasi, sungai-sungai di Banjarmasin juga masih digunakan untuk kebutuhan hidup yang memerlukan air : mandi dan mencuci.  Awal ketika datang, saya ga membayangkan gimana bisa mandi dan mencuci benar-benar dipinggir sungai.  Tapi, akhirnya kebayang setelah kecemplung dihari terakhir  diBanjarmasin. Jadi hari terakhir saya di Banjarmasin, air PAM Banjarmasin mati. Jederr.. Dan akhirnya nyobainlah saya mandi pake air sungai itu. Cukup sekali aja mandi pake air pinggir sungai Banjarmasin itu.

aktivitas dipinggir sungai

Sungai pula yang dimanfaatkan RCTI untuk membuat ikon RCTI OK di pasar terapung yang ada di Banjarmasin.  Pasar Terapung Lok Baintan, tujuan pertama kami di Banjarmasin.Oiya, saya dan lutfi ini berbagi tugas. Saya hanya mencari tujuan yang didatangi dan rute. Lutfi yang nyari penginapan atau tebengan. Bersama Lutfi, dan teman-teman hasil pencarian Lutfi , Ableh, Siti dan Iggy yang temennya ableh, kami ke Lok Baintan pagi-pagi sekali esok harinya. Ada 2 pasar terapung yang ada di Banjarmasin. Pertama Pasar Terapung Lok Baintan, yang posisinya agak sedikit di luar kota Banjarmasin. Kedua  Pasar Terapung Muara Kuin yang relative tidak begitu jauh dari Banjarmasin.  Saya hanya datang ke Lok Baintan saja.  Kami naik motor sampai dermaga penyewaan kapal, dilanjutkan sekitar 30 menit perjalanan  naik kapal sampai ke Lok Baintan Port, tempat berlangsungnya transaksi  pasar. Penyewaan kapalnya juga bisa dari Banjarmasin, tapi selisih harganya bisa 100-150 ribu dari dermaga yang kemarin kami sewa. Yak, dan sampailah kami di Lok Baintan Port.  Dibalik topeng belanja beberapa buahnya, anak-anak ini ternyata punya maksud foto di kapal ‘acil-acil’ penjualnya. Nemu buah semi mangga (namanya lupa, sejenis mangga tapi makannya dengan cara ‘diberakot’. Di Jakarta kayaknya ga ada, di Jogja kata lutfi juga ga ada. Eh, tapi jangan percaya lutfi, dia liat kecapi aja masih takjub :D)
dermaga lok baintan
diperahunya ada cap : pasar terapung
transaksi ikan
Jembatan Lok Baintan
buah semi mangga, lupa namanya, makannya diberakot gitu
 Puas dari Lok Baintan, ceritanya kami mau mampir ke Soto Bang Amat yang katanya terkenal itu. Apa daya, ternyata hari itu hari Jumat, dan Warung Soto Bang Amat tutup pas hari Jumat. Akhirnya kami lanjut dan Iggy akhirnya merekomendasikan warung yang jual serabi dan sejenisnya di daerah deket pasar lama. Dan inilah menunya :   

surabiiii dan teman temannya

tutup ceuu...

Hari terakhir, saya akhirnya  menjabani Warung Soto Bang Amat lagi. Ternyata rasanya so so lah..*lidah saya yang salah apa engga, ga tau deh :D*
sotonya bang amat
disoto bang amat, diiringi orkestra
 Dari sarapan kedua ini, kami kemudian pergi ke Pantai Cinta. Maksudnya, area yang ada di tepi sungai yang disekitar pusat kota, katanya biasanya dijadikan tempat  nongkrong anak-anak Banjarmasin. Ramai kalau malam. Karena daerah pusat kota, area sekitar pantai cinta ini juga jadi tempat diadain acara nontong bareng bola saat SemiFinal dan Final Sea Games kemarin.

masjid raya Sabilal Muhtadi..*cuman dari kamera henpon*
Selain sungai, ikon lain dari Banjarmasin adalah Masjid. Dimana mana terdapat banyak masjid dengan ukuran kubah yang besar besar serta tiang menara yang menjulang.  Kadang-kadang saya salah menganggap masjid karena ukuran besarnya, namun ternyata hanya dilabeli Musholla.

30 km dari Banjarmasin, terletak kota Banjarbaru. Bandara Samsudin Noor itu tepatnya  berlokasi di banjarbaru ini. Di banjarbaru, kami menginap di Rumah bayu. Oleh bayu dan teman-temannya, kami diantar ke MandiAngin, semacam hutan kota, tapi luas dan tinggi. Fasilitasnya cukup lengkap untuk kemping dan outbond. Ada menu jalan di atas tali antar pohon juga. Ada pula kolam Belanda, tempat dulu Belanda menyiksa pribumi. Dari atas mandiangin, kami bisa melihat kota Banjarbaru secara keseluruhan. 
Kolam Belanda di mandiangin

mana pilihan anda

dimandiangin, serasa di flores, panas dan abis ada yg kebakaran *dari kamera lutfi*
 Lepas mandiangin, Saya dan Lutfi mampir ke Martapura. Sekitar 15-20 menit dari Banjarbaru. Ceritanya ke martapura ini pengen liat batu-batu permata dan pernak pernik kalung/gelang yang ada. Ujung-ujungnya ke pasar martapura dan belanja belanji barang-barang pernak pernik. Melenceng dari tujuan awal ngeliat batu permata murah. 

pernak pernik di salah satu toko di pasar martapura
Kami ga lama di martapura, Nyaris jam 4 sore, kami pindah ke Cempaka. Cempaka ini terkenal dengan penambangan intan menggunakan cara tradisional. Diangkot menuju cempaka, ibu ibu penumpang lainnya udah ngasi tau dan agak sedikit nakut-nakutin bahwa cempaka udah tutup. Pekerjanya udah pulang karena udah nyaris jam 5. Saya dan Lutfi akhirnya nekat aja, lha abis besoknya saya udah pulang. Minimal ngeliat lah tempatnya kayak apa. Ternyata pas kami disana, masih ada beberapa pekerja yang ngayak adonan kuenya. Eh, maksudnya beberapa pekerja ngayak pasir memakai semacam ayakan yang mirip topi pak tani yang kebalik. Mereka ngayak sampai nemu intan yang kecil-kecil. Pas disana juga kebetulan ada Pak Haji pemilik penambangan tersebut. Jadilah kami semi mewawancarai pak Haji itu, dan akhirnya mampir kerumah beliau melihat beliau bertransaksi, ngukur dan ngitung berapa berat intan dan emas emas yang didapat. Sayang, no photo available. Bukan karena ga boleh motret, tapi kamera saya kecebur sungai hari sebelumnya. :D

-bersambung

6 Kesebelasan diriku, dirimu, dirinya..

*padahal niat awal buka blogger ini bikin tulisan ttg kalsel kemaren*

Gegara Adu Nalanda yang baru aktif ngeBlog lagi..gw dapet PR dari dia..sialll..ini dia PR nya dia adalah :

MENGINSTALASI SERVER..

salah deng..itu kerjaan adu..

PR adu ke gw dan 10 orang lainnya adalah : menuliskan 11 hal tentang kalian dan menjawab 11 pertanyaan dia

($)#$#$(#_$#@#__&^%$$#

source foto : http://socmed.sidomi.com/34794/11-foto-facebook-terunik-tentang-111111/

Baik kita mulai ngerjain PR dulu (dijawab ala struktur dokumen resmi)

A. 11 Hal tentang Kalian
  1. Saya Perempuan (standar, nyontek adu..masa iya gw ngaku laki laki..ups, itu sih udah dianggep setengah resmi sama geng laki laki dikantor ini)
  2. Pecinta dan pengeluh KRL dan public transport lainnya. Maksudnya go green, apa daya, public transpot di negeri ini sangat tidak bersahabat
  3. Lagi suka-sukanya nonton Amazing Race (Yak, disela2 waktu, buka yutube, download amazing race..nonton lagi dirumah..)
  4. Lagi suka sukanya pula ama postcrossing..(liat 2 tulisan sebelumnya diblog ini)
  5. Memiliki positioning ga jelas diantara 4 kuadran Sanguinis, Koleris, Plegmatis dan Melankolis.. Eh, jelas deng, Gw pasti bukan Sanguinis dan Koleris. Porsi paling besar ya plegmatis, terima aja..tapi kadang2 gw memberontak ga terima kalo ga perfect..eaaaa...jadi ribet
  6. Anak pagi, maksudnya kalo pagi ON, kalo diatas jm 10 malam udah melayang ga jelas kemana mana..hiii..
  7. Pecinta doorprize dan semua halalan, thoyyiban, gratisan lainnya
  8. Udah bosen ama FB dan twitter..tapi blm punya alternatif lain..ababil labil
  9. Tidak suka Blackberry..apalagi yang bukan berbentuk buah
  10. Suka menghina band band alay jaman sekarang..tapi dengan goblossnya bisa bisa nyanyiin kalo ga ada ide
  11. Menerima dengan terbuka genderisasi di programming dan sistem2 ribet lainnya :D (*bilang aja males mikir*) 
Kelar ya du...hahahaha...lanjut ke pertanyaan B nya..menjawab soal dari IbuGuru Adu..

B. 11 pertanyaan dari adu :
  1. Kenapa nge-blog? Karena bisa panjanggggg dan suka suka..
  2. Apa yang paling lo suka dari blog gw?  ehmmm...emang gw ngaku suka blog lo ya du :D
  3. Lebih suka chatting atau ketemu orang langsung?  tergantung sikon..hahahaha
  4. Kalo dilahirin jadi artis/politikus/orang terkenal mau jadi siapa? Yang pasti ga jadi iBAS..wkwkwkwk
  5. Apa pekerjaan impianmu? jalan jalan , dibayar, dan ga perlu mengeluarkan bayaran..
  6. Sebutkan iklan di tv yang menurutmu paling bagus? Jawaban boleh lebih dari satu. Sebutkan alasannya. Iklannnn apa ya....ga terlalu merhatiin iklan..jadi gw jawab...iklan Djarum aja deh...yang seri dari sabang sampai Merauke itu
  7. Lebih suka baca buku atau nonton? Both of them..
  8. Apa kado ulang tahun yang paling berkesan selama ini? Pulpen rotring dari temen SMP..itu keknya hadiah ultah pertama gw..keluarga gw ga kenal istilah ulangtahun dan segala celebrationnya soalnya.
  9. Tempat wisata mana yang paling menarik menurut kamu yang pernah kamu kunjungi? Beuhh,,,semua tempat menarik dan berkesan..tapi paling menarik sejauh ini di Jepang
  10. Kalo boleh milih, mau tinggal di negara dan kota mana? Mau kelilinggg duniaaa dulu..baru memutuskan tinggal dimana..bhhahahahah..*mimpi*
  11. Lebih suka pancake atau waffle? asal gratis dan halal...eh tunggu..waffel lebih enak si menurut gw
Bah..kelar juga..hahahah..

C. Bagian ngasi PR..jawab 11 pertanyaan tentang diri lo..dan 11 pertanyaan dari gw..
C.1. Pertanyaan dari gw :
  1. Udah pernah naik ke puncak monas belum?
  2. Lebih suka jalan kaki apa naik sepedah?
  3. Kuat berapa lama ga ngeluh?
  4. Apa si yang  dicari dari hidup?
  5.  Kalo lagi bad mood biasanya ngapain?
  6. Hal terbodoh apa yang pernah lo lakukan didepan umum?
  7. Kalo di restoran all you can eat, kalap menuh2in semua jatah apa makan seadanya aja
  8. Suka hewan pelihaaraan ga? kalo iya apa?
  9. Masih inget nama guru sejarah pas SMP ga? kalo iya, sapa namanya :D
  10. Kapan terakhir kali jalan2 sendirian
  11. Apa si yang sangat sangat elo sedihkan yang pernah dialami?
dann,...11 orang yang beruntung adalah *brb cek blog blog yang masih aktif* :
  1. Adu, sebagai balas dendam gw..wkwkwkwkw
  2. Ekalong
  3. Majangs
  4. Dewi Indri
  5. Neni
  6. Lutfi retno
  7. om Lio Cooper
  8. topxalamsyah
  9. mba Anisah Sofwati
  10. Daru Pus
  11. Erina eaaa
Pemenang akan dihubungi terpisah..wkwkwk..mohon PRnya dikerjakan yaaa... :-)

0 Fix You






Ada banyak hal yang terkadang tidak bisa kita ungkapkan..
Untungnya terkadang lagu bisa mewakilinya.

2 Postcrossing Project


"The goal of this project is to allow people to receive postcards from all over the world, for free. Well, almost free! The main idea is that: if you send a postcard, you will receive at least one back from a random Postcrosser from somewhere in the world. Why? Because, like the author, there are lots of people who like to receive real mail. The element of surprise of receiving postcards from different places in the world (many of which you probably have never heard of) can turn your mailbox into a box of surprises - and who wouldn't like that?"   (http://www.postcrossing.com/about)

Gara-gara liat Facebooknya Cita yang waktu itu lagi pamer poto2 kartu pos kiriman dari postcrossing project, maka gw ikut-ikutan latah daftar di webnya Postcrossing . Seperti biasa, latah daftar dulu, dikerjakan belakangan. :D

Yay..dan bener kan, akhirnya setelah diingetin cita seminggu kemudian, gw baru mencari kartu posnya. Ga sengaja pas lewat ngeliat di timesbookstore nya plaza semanggi. Jadi gw langsung beli 8 biji postcard dengan edisi yang berbeda beda.


Eh, trus pas gw mau request address ke alamat mana kartu pos kartu pos itu harus dikirim, gw baru ngeh bahwa untuk new member hanya diperbolehkan pengiriman pertama 5 buah kartu pos dulu. Setelah mereka menerima kartu pos dari negara lain/anggota member lainnya, baru quota pengiriman kartu posnya ditambah.

Lima Kartu pos pertama gw ini lari ke negara Rusia, Taiwan, China, Belanda dan Slovenia. Menuliskan alamat mereka yang akan dikirimin aja udah bikin gw excited sendiri,, hihihi...udah lama ga nulis alamat langsung pake pulpen dikartu pos pula. Lanjutannya, ternyata nempelin prangko ke kartu posnya sendiri itu juga asik lhoo..
hahahaha..Terutama buat orang yang udah kebanyakan tercemari dunia maya kayak gw ini...bahagia memang ga butuh mahal.

 
Ok, saya masih nunggu kiriman balik kartu pos kartu pos itu untuk kemudian mengirimnya kembali :-)
Oiya, jadi kepikiran nyetak kartu posnya sendiri dari stok foto2 saya :D



















0 Postingan Super Males..

Refer to postingannya kalong ini, dan demi menghilangkan target september yang sudah mau abis (masak kosong lagi), gw copi paste postingan dia,  dan ini hasilnya dari web personality test ini :

Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.
The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.
Your readiness to commit to a relationship:
You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.
The seriousness of your love:
You are very serious about relationships and aren't interested in wasting time with people you don't really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.
Your views on education
You may not like to study but you have many practical ideas. You listen to your own instincts and tend to follow your heart, so you will probably end up with an unusual job.
The right job for you:
You're a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you'll be set for life.
How do you view success:
You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.
What are you most afraid of:
You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.
Who is your true self:
You are full of energy and confidence. You are unpredictable, with moods changing as quickly as an ocean. You might occasionally be calm and still, but never for long.

*benerbenermales,ampepostingajanyontek*
eh, udah pada setting dynamic view nya blogger belum? menarik lhoo..

0 Para Pemuja Matahari



Foto diatas diambil di karimun jawa, Juli 2010
Saya meng-captionnya : United Colour of Benetton (inget tas)
Tetapi ada satu temen yang komentar di fb terhadap foto tsb sbg Para Penyembah Matahari.
Entah mengapa, sewaktu teman saya Lutfi memberitahu bahwa judul  novel pertamanya yang akan terbit adalah Para Pemuja Matahari, Saya langsung teringat foto diatas, bukannya kebayang suku/bangsa penyembah matahari seeperti Mesir kuno, Jepang, Aztec/Inca/Maya di Amerika Tengah / Selatan. Lalu saya tanya Lutfi mengapa judulnya Para Pemuja Matahari?  Dan jawabnya ternyata ada di novelnya halaman 199 bahwa pemuja matahri iu adalah kaum yang....ah, ga seru nanti :)


Saya pecinta fiksi,
Tapi saya ga pernah punya teman berjenis pekerjaan penulis,
Saya juga ga pernah punya impian jadi penulis, dan sama sekali ga tau ttg dunia publishing di Indonesia.
Maka saya amaze aja waktu lutfi cerita dia mau nerbitin novel perjalanannya yg pertama, dengan cara self publishing...

Wow

SELF publishing

I never never imagine that..

Nulis sendiri,nyetak sendiri,layout cari sendiri, editor sendiri, cari komentator sendir,dsb dsb yg saya ga tau apalagi seluk beluk publisher. Seperti kata lutfi, nerbitin novel pertamanya ini ibarat melahirkan bayi pertama. Walau saya jg blm tau gmn rasanya ngelahirin bayi :D

Para Pemuja Matahari menceritakan kisah Naia, gadis 19 tahun yang mencoba keluar dari comfort zone nya, area dimana dia selalu dimanjakan orangtuanya. Naia mencoba mem-breakthroughnya dengan melakukan perjalanan ke beberapa daerah di Jawa dengan cara backpacking. Naia berkunjung ke Jakarta, Badui, Hiking ke Gunung Salak, menyambangi segara anakan di cilacap, memutari kota Semarang, trip ke Karimun Jawa dan akhirnya naia sampai ke Ijen. 

Para Pemuja Matahari menurut kategori saya, bersifat deskriptip antropologis. Banyak keterangan deskriptif yang Lutfi masukkan untuk menceritakan kondisi sosial, budaya serta kehidupan daerah yang dikunjunginya.
Sentilan sentilan ke masyarakat juga banyak disisipkan oleh Lutfi seperti Esensi datang ke museum hanya untuk foto narsis, lalu tentang berubahnya masyarakat badui dalam, sindiran Lutfi terhadap kelakuan turis yang suka menjadikan orang-orang 'traditional' sebagai objek penderita foto, sindiran terhadap lagu "Naik naik ke puncak gunung", sindiran berguna ga si jalan-jalan yang sering dilakukan, sindiran sebegitu kurangnya tontonan bermutu di televisi sampai anak kecil pun terkena imbas merebaknya sinetron di masyarakat, sindiran lingkaran setan pendidikan terkait kreativitas, guru, hafalan bukan pemahaman, lalu sindiran ke warga daerah wisata yang cenderung mengistimewakan turis bule dibanding turis lokal.

Diluar sindiran-sindiran dalam novelnya, Lutfi juga banyak bercerita mengenai kekhasan alam dan budaya area yang Naia lewati, seperti ketika di badui ada daun pohon kirei untuk atap rumah, bunga kahuruam yang kalau dipetik bisa membuat kebakaran dikampung, buah kranji yang harga sekilonya Rp 80.000, lalu ada kertas ciamsi di Kuil SamPoKong Semarang.  

Namun menurut saya, tokoh Naia, masih merupakan tokoh khayalan yang perfect, kaya, cantik, perfeksionis, bawa bawa ensiklopedia di kereta ekonomi, dan terlalu polos untuk jadi anak 19 tahun :). Penokohan dan pendeskripsian Naia di novel dalam bayangan saya masih sangat melekat dengan diri Lutfi sendiri. Penggunaan katanya juga masih melekat dengan penggunaan kata lutfi sehari hari seperti ngobrol ngobrol (ngomong ngomong, kau (kamu), nyebelin, konyol, dan ga bisa berenang. hahahaha..(peace fi)

Tapi tetep, novel ini layak dibaca, jadi silahkan yang berminat hubungi lutfi atau toko buku terdekat :)

2 Medan

Saya belum pernah punya rencana ke medan..

Saya inget awal Juli kemaren,saya chatting sama makhluk ini,  yang udah ngendon lama di medan ga balik balik ke Jakarta..Ga sengaja becandaan diYM keluar chat : "kalo gw samperin elo ke medan, lo terima apa ngusir?" dan ekalong bilang : ngusirrlah...

hahaha
padahal saya sama sekali ga punya rencana ke medan

Eh,,2 hari kemudian dari chat YM itu, saya dapet Nota Dinas (bahasa resmi surat resmi), untuk Pelatihan ke Pulau Samosir..Ajaib..

Satu Pelajaran : Kalo punya keinginan/mimpi sebaiknya diucapkan!

Yah, walopun akhirnya saya ga ketemu ekalong di medan juga..Tapi bisa ketemu emaknya minta makan.

hihihi

Lanjut lagi..

Di samosir, didaerah ambarita, 3 hari training yang menguras fisik,ngemping semalam di bukitnya, berendam di danau toba yang selalu mendung.
Dan saya ga kemana-mana lagi selain sekitar ambarita..karena keburu ditinggal kapal dan bus, juga karena fisik ancur-ancuran gara gara setiap malem tidur jam 2 ..

paradep taxi : katanya melayani rute polonia-perapat.Mirip mobil kancil ya?
kapal ke samosir


depan penginapan di ambarita




















Nah, saya balik lagi ke Medan hari Kamis tengah malem. Saya memang sengaja extend untuk pulang Sabtu sore. Jumat itu jatahnya cuti perjalanan. Jadi Jumat dan Sabtu saya bisa puas muterin Medan.

Jumat setengah hari, saya ikut temen-temen saya yang rata-rata pesawatnya pada jumat sore. Baru berangkat jam Setengah 11 dari Learning Center Telkom..hahaha, jadi kami cuman sempet lewat depan Istana Maimun, Masjid raya, lewatt doanggg tapi..trus beli oleh oleh, makan siang, dan akhirnya nganter temen-temen saya ke bandara..

Balik lagi ke penginapan, ambil baju dan barang barang, pindah penginapan lain (mess telkom juga) yg lebih dekat ke kota di daerah medan baru..Dan resmilah abis itu saya luntang lantung sendirian..

Jadi, apa yang saya lakukan setelah itu?
Tidurr? Salahh..

Abis mandi, charger henpon, buka google maps, akhirnya saya jalan keluar nawar bentor (becak motor) menuju... : Sun Plaza Medan...hahaha..garing siii..saya yang ga suka mall kenapa tiba-tiba datang ke Mall terbesar di medan ini sebagai destinasi pertama. Alesannya adalah : Ada site telkomhotspot disitu yang dulu pas jaman saya ngurusin bagus banget performansinya. Jadi yah, penasaran aja pengen liat tingkat keramaiannya :D
"sun" nya tercermin di atap mol

Di Sun Plaza cuman muter-muter sampai lt.atas, trus balik lagi keluar..ternyata lurus ga jauh dari sun plaza itu ada kuil hindu india gitu,dan pas jamnya mereka lagi ibadah. Nah, pas gugling medan, entah kenapa kuil ini luput dari mata dan tangan saya. Jadi saya bengong dong menebak nebak gedung apa itu depan pintu kuil itu ngeliatin. Mau poto, takut dilarang. Dan besoknya pas gugling lagi baru tau nama kuilnya itu Kuil Shri Mariamman didaerah Kampung keling,

Bengongnya ga lama, abis itu saya nyetop bentor lagi. Kali ini tujuannya Lapangan Merdeka. Trik nawar bentor itu biasanya separo dari yang abangnya tawarkan, trus biasanya harga jadinya diharga 2/3 tawaran awal si abang. Nah, tapi saya kembali mengandalkan google map terkait hal ini. Jadi saya tau dulu jarak antar lokasi itu berapa jauh. Kalo cuman 1-2 km, kira-kira standarnya misalnya 7000 atau 8000. Kalo 3-4 kilo 15.000an.. gitu deh..hahaha..

LapMer

Trus di lapangan merdeka ngapain?
Ya ga jelasan. Secara cuman ucluk ucluk sendirian. Motoin gedung-gedung tua depan LapMer (ada Gedung BI, Gedung Kantor Pos,dll). Masuk lapmer, ternyata fasilitas olahraganya cukup bagus. Dipinggir-pinggir lapangannya banyak 'alat fitnes' yang pas saya uji fungsinya ternyata masih jalan. Trus sampingnya LapMer ternyata ada Setasiun Kereta Api Medan. Sama ada lokonya. Cuman suasana malemnya dah serem. Jadi saya memutuskan ga nyamperin area itu dan duduk duduk di taman aja.

gedung kantor pos
jw marriot medan, otw ke rumah mamahnya @ekalong

Ga ada ide selanjutnya, akhirnya saya kerumah emaknya @ekalong untuk minta makan malam. Wakakak..Jarak lapangan Merdeka ke Rumahnya eka sekitar 1,5 km,saya pikir-pikir..mending dicoba jalan aja..Sampe juga setelah lumayan lama. Sempet lewatin JW Marriot Medan abis itu jalan-jalannya sepi. Tapi yang penting sampe juga ke rumahnya emaknya eka dengan selamat dan disambut keluarga dengan baik sampai bisa cuci piring sendiri.

Pas mo pulang, emak ama neneknya eka panik krn udah malem (baru jam 9). Dan ga boleh saya nyegat bentor sendiri. AKhirnya naik bentor langganannya tantenya eka balik ke penginepan. Jauh ternyata.wkwkwkwk.pantes harganya Rp 25.000.

Besok paginya, saya ke daerah kesawan. Semacam kota tuanya medan. Sayangnya, bangunan tuanya kebanyakan selain tua juga kusam. Paling cuman Tjong Afie Mansion yang terjaga dan kinclong..Itu juga karena udah jadi heritage.

3jendela
kayak burung pipit ga si? tapi bermuka banyak








                              
                









thomas

Dari kesawan, saya belok dikit ke setasiun kereta api medan.Sepanjang dilihat, Kereta yang ada disana hanya kereta loko saja. Saya langsung kebayang sepupu saya yang hobi banget sama Thomas&Friends. Masih area Setasiun Kereta itu, ada Lokomotif nganggur yang dijadikan heritage. Bisa dinaikin si kalo mau.


jembatan titi gantung
Nah, sampingnya setasiun itu ada Jembatan Titi Gantung. Bagian atasnya jembatan ini ya buat jembatan, sama buat tempat piknik bapak2 yang ngajak anaknya nonton kereta. Bagian bawahnya bisa dibuka pintunya untuk penghubung dari jalan sekitar Lapangan Merdeka ke rel keretanya.Sayang, jembatannya agak kotor dan lusuh. Dari Jembatan Titi Gantung, saya balik ke Tjong A Fie Mansion. Tapi ternyata masih belum bisa masuk karena guidenya blm dateng. Yang ada baru simbok simbok yan lagi nyapu lantai. Guidenya dateng ga lama kemudian, perawakan chinesse dia ngajak keliling dan cerita sejarah rumah itu.  Tjong A Fie yg merantau dari daratan cina, lalu di medan jadi orang sukses, kaya, terpandang dan disegani. Istrinya 3, tapi di lokasi rumah itu hanya istrinya yang ke-3 yg dimunculkan, krn istri pertama dari china, kedua dari malaysia, dan yg terakhir peranakan yang lahir di medan.

tjong a fie dari luar

ruang tengah
selasar di tjong a fie

singgasana di istana maimun

Keluar dari Tjong A Fie Mansion, saya naik bentor lagi ke Istana Maimun. Kali ini masuk, ga lewat kayak hari sebelumnya. Istana Maimun menurut saya si sederhana.  Terutama untuk jadi sebuah heritage. Disitu ada tempat tahta duduk Sultan Deli, dan juga foto-foto Sultan dan keluarganya. Ehmm, gmn ya, saya merasa masih ada informasi yang ga sampai ke pengunjung terutama yang suka sejarah kalau datang ke Istana Maimun. Harusnya ya, menurut saya, ada cerita cerita dikit tentang Kesultanan Deli yang katanya mashur itu.



 Lepas dari Maimun, saya nyebrang ke Masjid Raya Medan. Tapi ternyata di masjid sedang dilakukan pengecatan untuk menyambut Ramadhan. Akhirnya saya cuman bisa liat dari luar.Tidak beruntung. Tidak apa apa.

masjid raya..yg lagi di-cat


Dari Masjid Raya, saya ke Museum Rahmat. Apa itu? Museum tempat berbagai binatang diawetkan didisplay. Jumlahnya..lebih dari 1000 saya rasa saking banyaknya. Dan hewan asli. Dari berbagai habitat dan ekosistem mulai dari hewan hewan serangga sampai hewan hewan yang darat besar lainnya. Selain foto-foto pemiliknya yang bertebaran dimana mana, saya salut sama kehebatannya mengumpulkan koleksi hewan hewan itu. Tapi harga tiketnya Lumayan mahal untuk standar Indonesia. Rp 30.000. Kasian sekali kalo ada anak SD lewat trus mau masuk trus ga jadi karena kemahalan.

salah satu wild animal di museum rahmat

Balik dari Museum Rahmat, langsung ke penginapan, packing kilat dan ke bandara. Ada banyak yang belum tereksplore di medan dan Sumatra Utara. Moga-moga kapan kapan bisa kesana lagi.