Hampir semua orang yang saya temui di Turki selalu mengatakan, it is a must to go Cappadocia and take the baloon air. Tapi pas saya tanya, apakah baloon udara jalan di waktu winter seperti ini? Rata rata menjawab, we are not sure. Huahahaha. Lha piye?
 |
| Lagi dipanaskan |
Akhirnya tetep aja saya iseng nengokin Cappadocia. Berbekal beli tiket bus dan booking penginapan, saya ngacir ke Cappadocia di hari ketiga saya di Turki. Kami dijemput minivan dari Sultanahmet area untuk mengantarkan ke terminal bus. Bus berangkat jam 9 malam dari terminal bus Istanbul, dan perjalanan memakan waktu sekitar 12 jam. Berbicara tentang busnya, sistem bus di Turki ini keren. Semua kota terjangkau oleh bus dengan harga cukup terjangkau. Jalan jalannya juga mulus .Bus dilengkapi dengan wifi, terdapat lcd TV dan juga USB untuk bisa mencharger hp. Di bus pasti ada pramugaranya. Juga selalu dapat snack dan minuman. Kalo berangkat malam tiba pagi, dapat snack malam dan snack pagi. Dan yang paling penting, pemanas di bus hangat sekali. Saya merasa lebih hangat dalam bus dibanding dengan di penginapan.
 |
| Busnya |
 |
| LCD dalam bus |
Selama perjalanan, kami melewati ibukota Turki, yaitu Ankara. Dan Ankara itu sepiiiiii sekali. Nampak tidak seperti ibukota. Kota kota lain juga terlihat sepi, jangan- jangan, misalkan saya ketinggalan bus pas lagi ke toilet, ga ada yang nemuin saya (lebai).
Sekitar jam 7 jam 8 pagi, kami tiba di Goreme. Sebuah kota di Cappadocia area. Outside temperatur adalah -15 derajat. Selamat ya tik. Udah tau winter masih kelayapan. Saya kayaknya pake 4 atau 5 rangkap baju saking dinginnya. Hihihi. Biarpun begitu, Cappadocia tetap worth it untuk dikunjungi, ada atau tiada baloon udara.
Goreme dan Cappadocia ini dikatakan fairy chimney. Kota eksotik dengan peri peri yang tinggal didalamnya. Dari atas tanah mendatar saja, terlalu keren untuk digambarkan. Itu kenapa ada balon udara di Cappadocia, untuk menangkap view view yang tidak bisa tertangkap di daratan. Di Cappadocia ini tidak ada transportasi umum. Jadi kalau akan bepergian ke sekeliling harus ikut tur atau sewa kendaraan sendiri, atau jalan kaki. Agak kurang recomended juga si jalan kaki karena ya itu, areanya pegunungan berbukit bukit dan unik. Kalau saya, join 2 day tour dari hostel. Oiya, hostelnya juga bentuk cave cave. Jadi berasa balik ke masa lalu. Cuman ya itu, amit amit deh dinginnya. Kata roommate saya, malam hari suhu mencapai -21 derajat celcius. saya udah ogah keluar aja malamnya.
 |
| Penginapan saya..macam gua beneran |
Balon udara ternyata jalan.
Walaupun tidak bisa saat sunrise, karena sunrise juga tidak terlihat.
Nah mendaftarlah naik balon udara selekas tiba di Cappadocia. Karena sangat tergantung kondisi angin, maka bisa jadi balon tidak jalan karena kondisi angin yang tidak mendukung sehingga harus ditunda esok harinya atau sampai angin mendukung.
Besok paginya, kami dijemput untuk ke tempat transit naik balon udara. Oiya provider balon yang saya pakai adalah Goreme baloon. Harganya 100 euro *nangis bombay*. Katanya di internet ada yang nawarin sampe 160 euro. Hihihi. Pada intinya, resep di turki adalah tawarlah harganya. Ini yang bikin makjleb pengeluaran jadi membumbung. Tapi ya, ya worth it. Alasan ya tik ya.Iya, iyain aja.
Sampai di lokasi transit Goreme Baloon, kami absen dulu kemudian breakfast sesukanya sesuai yang disediakan. Tak lama kami dibawa mobil menuju tempat take off baloon, melihat balon yang sedang di tune up dan diisi gasnya. Beberapa balon lain sudah terbang.
 |
| Semburan gas untuk naik |
 |
| cappadocia countour with baloon air |
 |
| cappadocia countour with baloon air |
Balon mengudara sekitar 1 jam. Saat landing, kami disambut tim penyambut untuk celebration dan pemberian sertifikat. Setelahnya kami diantar kembali ke penginapan masing masing. Satu bucketlist, tercentrang sudah. Done.
 |
| yang sudah mendarat |
 |
| regu penarik bersiap siap |
 |
| I'm finishing this :-) |
0 komentar:
Post a Comment