7 Tana Toraja


Hampir pukul tujuh malam ketika akhirnya saya tiba di Pool Bus Litha yang akan membawa saya ke Toraja. Tiba di bandara Hasanudin pagi hari sebelumnya, saya sudah menelpon ke Pool Bus Litha untuk memesan Tiket bus malam Makasar-Toraja. Agak agak maksa juga sebenernya, karena saya hanya bisa pp Makasar-Toraja 2 malam berturut turut tanpa menginap. Rencananya,malam pertama saya berangkat dengan bus pukul 21.00, estimasi tiba di Toraja pukul 07.00 pagi. Lalu eksplore Toraja dari pagi sampai sore. Kemudian langsung balik lagi dari Toraja ke Makasar malam itu juga, besok paginya tiba lagi di Makasar. Jadi 2 malam saya menginap di bus.Hmm..Sounds wrong ya..hihihi..yak begitulah nasib pekerja kantoran yang ngarep jalan-jalan jauh, tapi cuti cuman seiprit.

Bus malam makasar toraja ternyata nyaman banget buat tidur. Bayangin lah, kursi kelas bisnisnya pesawat. Atau kalo mau kebayang, kursinya kayak gini.  Harga tiket bus sebesar Rp 120 ribu rupiah. Saya begitu duduk, ga lama kemudian langsung tidur.  Bangun bangun udah subuh. Pas matahari sudah sedikit kelihatan, perkiraan saya, sudah sampai Toraja. Ternyata, bus sedang berhenti. Dan banyak bus bus lain depannya juga berhenti. Parkir berjamaah karena ada tanah yang longsor, dan  lagi dibenerin. Dan jarak perjalanan dari tempat tanah yang longsor itu ke Toraja masih 5 jam lagi. Huhuhu. Jam 6 pagi itu, saya pasrah aja udah ga bisa eksplore Toraja dengan optimal. Kriep kriep aja jadinya didalam bus. Ketika akhirnya bus berangkat, saya sudah mual mual tidak bisa tidur kembali, dikarenakan rutenya  yang melingkar lingkar. Jam 11 lewat, akhirnya bus sampai di Rantepao.

Ibukota Toraja sebenarnya di Makale, namun kota transit untuk turis lebih banyak di Rantepao, yang berada diarea Toraja Utara. Dari Pasar Rantepao, tempat pemberhentian terakhir bus, saya jalan kaki mencari rental motor. Tidak banyak ditemukan ,alias saya cuman nemu 1 sewa motor disini, didepan SMA Katolik Rantepao. Kira kira 10 menit jalan kaki dari Pasar Rantepao. Pemiliknya baik banget, tau tampang saya lusuh, dia nanya kenapa baru sampe. Saya bilang, ada longsor di jalan, makanya baru sampe jam 11 lewat ini.Sewa motor jenis matic dipatok harga Rp 60.000. Karena sudah siang sama beliau saya dikasi diskon, jadi hanya mbayar Rp 50.000 saja seharian. Selesai mbayar, ibunya juga mempersilahkan kalau mau bebersih dulu di kamar mandinya. Terlebih dahulu, beliau juga memberi peta dan merekomendasikan tempat tempat mana yang kira kira bisa saya datangi dengan waktu yang mepet. Sewa motor buat solo traveller memang jadi pilihan paling masuk akal. Kalo ga bisa naik motor bagaimana? Banyak ojek kok di Rantepao. Jadi tenang aja. 

Saya ikut rekomendasi si Ibu sewa motor untuk kearah Toraja Utara terlebih dahulu. Sebelumnya, bapak yang duduk disebelah saya ketika di Bus Litha juga bilang, pergilah ke Toraja Utara, disana cantik sekali. Dan ga salah pilih. Pemandangannya kerennnnnnn abissss. Toraja Utara is pretty beautiful. Awalnya ekspektasi saya ga terlalu tinggi di Toraja ini. Tapi pas melewati  jalan jalan dan melihat pemandanganya, ga berhenti berhenti saya berdecak kagum. Toraja Utara is pretty gorgeus. Ini di Indonesia loh. Semakin cinta sama Alam Indonesia deh. My bad is, I don't have enough good skill photograph to capture surrounding. You must go by yourself to see it is real beautiful. I promise to myself, to comeback again to North Toraja.

otw to Batutumongga

Toraja Utara
ara



Kerbau dicocok hidungny


Tempat peletakan jenazah




ASik nungguin yang berkubang


Karena sambil sebentar bentar berhenti di jalan, dua jam kemudian saya sampai di BatuTumongga. Batutumongga merupakan area yang cocok untuk melepas galau :D (atau malah tambah galau ya? :)) ). Dekat dengan batutumonga juga terdapat Lokomata, lubang lubang batu untuk meletakkan jenazah.

Pilih kapling yang mana? (Lokomata)

'Nisan' (lokomata)


Lokomata lagi renov

Ada tongkonan mini didepannya



Mandiin kerbau 


Jam 15.00 dari Toraja Utara, saya balik ke Rantepao. Karena sudah sore,dan juga nyasar 10 km salah arah (Oh My, kapan penyakit nyasar saya bisa hilang si? hahaha ), Saya hanya dapat mengunjungi Londa, yang terletak sebelah selatan dari Rantepaao. Londa merupakan tempat peletakan jenazah yang berbentuk Gua Alam. Guanya cukup panjang, Jenazah jenazah diletakkan dalam peti. Tengkorak tengkorak juga tergeletak begitu saja. Awalnya saya ogah (dan takut :D) masuk ke Gua di Londa ini. Tapi ada serombongan keluarga yang juga berada di Londa, dan ada dua ibu ibu yang ngajak masuk ke dalam gua. Kata mereka, kami juga takut, mba..Tapi ayuk, kapan lagi bisa lihat :-). Akhirnya saya masuk juga kedalam.  Oiya, masuk gua Londa ada guidenya, dengan nilai pemberian ke mereka seikhlasnya.  Depannya Londa ini yang terkadang jadi icon kartupos kartupos bergambar Toraja. 

Depan  gua Londa

Peti tempat jenazah diletakkan


My Plain face




Nyaris magrib, ketika saya keluar Londa dan akhirnya sampai Kete Kesu. Kete Kesu ini merupakan komplek rumah adat Tongkonan , sekitar 4 km dari Rantepao. Harusnya saya datang kesini terlebih dahulu. Karena sudah menggelap, jadi nyaris tidak kelihatan apa-apa. Pas saya datang ke Kete Kesu ini, ternyata lagi ada Adu Ayam, karena baru saja ada yang meninggal. Minggu depan baru akan dikuburkan. Adu Ayam ini cukup ramai, kayaknya nyaris semua yang tinggal di Kete Kesu, kaum prianya keluar semua. Sempet ngobrol dengan seorang warga, menurut beliau, saya harusnya datang ketika bulan Juni akhir atau Juli, karena ada beberapa pemakaman besar. Dan juga jangan malam, karena sudah sepi. 

Tongkonan di Kete Kesu

Kete Kesu


Saya kemudian balik ke Rantepao. Mampir di masjid utamanya yang dekat dengan pasar. Makan, Lalu balik ke Penyewaan Motor untuk mengembalikan motor. Sambil menunggu Bus Litha yang akan berangkat balik ke Makasar saya muter muterin pasar Rantepao yang kios kiosnya masih buka. Lumayan, masih nemu kopi toraja disalah satu kios. 


Masjid Raya Rantepao


Definetely, Tana Toraja is beyond my expectation.


7 komentar:

adu catumorli said...

wuih keren tik.. tapi pekuburannya bikin merinding yah :D

atik said...

Iya du..keren banget...pekuburannya ga merinding jg sih du..tapi bikin jiper kalo masuk sendirian..hahaha..padahal salah satu yg ditawarkan toraja kan wisata kuburannya...

tjuputography said...

beuhh harus di coba nih sebagai perwakilan pulau besar di indonesia untuk daerah sulawesi :D

btw habis berapa mbak total disana???

atik said...

itungan kasar ya :
- PP jkt-makasar : promo pesawat 350rb
-Bus Makasar Toraja pp : Rp 250rb
- Sewa Motor toraja : Rp 50rb
- Bensin : rp 20rb

Jadi diluar makan : sekian lah thur..hahahaha

Unknown said...

mbak boleh minta itin selama di sana ? bulan sept ini saya mau ke sana buat nambah referensi hehe

Anonymous said...

wuih.. keren banget.... jadi pengen kesana..
Salam dari Saya

Unknown said...

I am be a pround to be a torajanese..
Thanks yo mbak udh kunjungin kampung sya eheheh