1 #HaloFitRun Bandung

"We All run to win. That doesn't mean 1st place ; it means to be the best you can"--(@RunningQuotes)

Halo Fit Run

Tanggal 30 Juni lalu, saya mengikuti #HaloFitRun di Bandung. Race pertama saya di tahun 2013, dan race ke-4 sejak tahun 2012. Kenapa ikut yang di Bandung, padahal yang di Jakarta juga ada #HaloFitRun beberapa minggu sebelumnya. Alesannya, (1) karena saya recreational runner, jadi cari alesan dong keluar kota untuk lari :p (2) Alesan sebenarnya karena saya belum siap ikut race sebelumnya. Iya, belum siap lari lagi, bukan karena persoalan fisik semata, tapi juga mental.

Cukup lama saya ga rajin ikut lari, semenjak 2013 malah. Kadang lari seminggu sekali yang maksimal paling 5km. Ketika saya lihat lebih jauh kedalam lagi, banyak hal yang tertinggal sebenarnya. Pertama, saya jauh tertinggal sama teman teman Telkom Runners lain yang terus konsisten lari. Walaupun dari setahun lalu saya memang yang paling lambat dibanding yang lain juga, tapi saya bisa melihat penurunan kualitas didiri saya sendiri. Contohnya misalnya, yang sebelumnya saya bisa lari tanpa jalan, sekarang ada potongan jalannya.

 Memulai lari dari vakum lama itu cukup menyulitkan ternyata. Mencari pembiasaan lagi di kaki. Mencari konsistenan. Dan yang paling penting, mencari jawaban atas pertanyaan why i'm doing this. Sehingga bisa berjalan kontinuitasnya.

Running is pain. Lari itu menyakitkan. Bukan cuman untuk pemula, untuk yang udah lama lari pun sama saja. Sakit. Capek. Kadang kadang  ketika lagi lari, saya sambil mengutuk diri sendiri nanya, What the hell i'm doing this. Capek. Semua elemen tubuh udah teriak teriak minta berhenti. Sementara finish line belum keliatan. Boro boro keliatan, separo jalan aja belum :-) Tapi percakapan ketika lari merupakan percakapan internal diri. Pertarungannya juga pertarungan melawan diri sendiri. Kita harus nanya dan ngomong dan mungkin berbantah bantahan dengan diri sendiri. Kita yang memutuskan, kita mau berhenti di tengah, atau melanjutkan sampai finish line. Kita ga bisa teriak sama orang lain, toh semuanya juga berpacu dengan target finish line masing masing. Paling banter kita saling memberi semangat kesesama pelari lain yang juga sama sama berusaha mencapai finish linenya.  Tapi tetep saja, sesakit sakitnya badan, sengambek-ngambeknya pikiran minta kita berhenti lari, tetep harus diselesaikan. Karena finish line jauh lebih indah. Oiya, dan juga celebrationnya :-)

Kontinuitas harus dimulai lagi, minimal, saya udah nabung buat Race 10 mile ini, dan race HM ini. Semoga ga tumbang ditengah-tengah :-) Etapi latihannya berhenti dulu pas Ramadhan yaa.. :))

~if you never try you'll never know (Coldplay : Fix you)~

-publish also at www.telkomrunners.org-

1 komentar:

adu catumorli said...

wow... prok prok prok.. atik hebat euy semangat lari, gw paling males tuh lari, kecuali kalo dikejar anjing, hahaha