Minggu lalu saya berkesempatan menyaksikan German Cinema, sebuah event yang diselenggarakan oleh Goethe Institute. Pemutaran 10 Film Box Office Jerman di berbagai kota. Jakarta jadi kota urutan pertama untuk pemutaran filmn nya tanggal 14-17 Januari 2012. Selanjutnya, German Cinema pindah pindah kota ke Jogja, Surabaya, Medan dan Makasar. Acaranya gratis.
Saya cuman nonton 2 film dari 10 film yang tayang, Poll dan Almanya. Poll, yang bercerita tentang kisah nyata sastrawan Jerman Oda von Siering buat saya jadi terlalu sedih karena plotnya, juga karena banyak organ-organ manusia yang vulgar ditampilkan. Maksud saya : otak manusia, tengkorak, bayi kembar dampit diawetkan, lalu sedikit digambarkan gmn si bapaknya oda itu menggergaji batok kepala untuk mengambil otaknya :|
Jadi mari kita lewat saja langsung ke Almanya.
Jadi mari kita lewat saja langsung ke Almanya.
Beda sama Poll, Almanya karakteristiknya berkebalikan. Hidup, hangat, sedikit komedi, tapi pesan filmnya banyak. Almanya menceritakan kisah tentang keluarga imigran Turki yang ada di Jerman. Kakek mereka, Huseyn, pindah dari Turki ke Jerman dengan 3 anak mereka.Di Jerman anaknya bersekolah dan tumbuh dewasa dalam lingkungan budaya jerman, ikut-ikut ingin mendapet kado natal dengan versi dari sinterklaus, jadi pake diumpetin, pake ditaruh dibawah pohon natal. Ibu mereka yang bingung dan alakadarnya,yang akhirnya bikin lucu.
Saat liburan, keluarga Huseyn mencoba liburan dari Jerman kembali melihat rumah mereka di Turki, namun mereka melihat keadaan rumahnya dan akhirnya merasa bahwa rumah mereka adalah di Jerman. Jadilah setelah mereka balik dari liburan itu, mereka membeli rumah di Jerman. Lama mereka menjadi imigran di Jerman, memberi efek kepada anggota keluarga (termasuk cucu mereka : 2 orang cucu, yang pertama anak kecil berusia 6 atau 7 tahun : Cenk dan cucu lainnya si Canan yang mahasiswi). Menjadikan sang cucu blunder apakah mereka orang Jerman atau Turki. Paspor mereka jelas paspor Jerman.
45 tahun kakek Huseyn tinggal di Jerman, lalu beliau mengabarkan ke keluarganya bahwa beliau membeli rumah di Turki. Keluarga besar ini berkesempatan untuk mengunjungi rumah mereka di Turki, juga karena ada undangan dari Kanselir Jerman, Angela Markel,dimana huseyn yang masuk kategori imingran2 pertama di Jerman diberi kesempatan memberikan 'speech' sebelum Angela Markel di hadapan pertemuan para imigran di Turki. Mereka berangkat naik pesawat dan darisana menyewa mobil untuk sampai ke rumah yang telah diberi Huseyn di turki.
Dalam perjalanan daratnya, mereka mengalami beberapa kejadian : Kakek Huseyn dan Cenk melakukan rehersal pidato Huseyn di tukang pangkas rambut, dengan Cenk lebih banyak bersifat sebagai pengatur dan pengedit pidato. Bahasa Jerman Cenk juga lebih bagus dibanding Bahasa Jerman Huseyn. Lalu penjelasan kakek secara tak langsung kepada Cenk bahwa Cenk tidak merasa perlu berbeda dengan seorang anak Turki yang ditemui di SPBU.Mengajarkan secara tidak langsung jangan sampai Cenk terbatasi oleh kendala : saya orang Jerman, bukan orang Turki, tidak perlu dipermasalahkan perbedaannya. Lalu ada sesi kakek Huseyn berhasil menebak kegalauan Canan yang ternyata telah lebih dahulu hamil oleh Pacar inggrisnya, dan membuat Canan takut mengakuinya karena Canan orang Turki, dan pacarnya orang Inggris. Namun puncak kejadian adalah ketika tiba2 kakek Huseyn meninggal karena serangan jantung. Ini bener2 membuat sekeluarga mereka sedih (dan juga penontonnya)
Bahkan untuk urusan pemakaman di Turki saja, keluarga yg berpaspor Jerman ini disulitkan walau jelas-jelas mereka orang turki dan punya rumah di Turki.
Dalam perjalanan daratnya, mereka mengalami beberapa kejadian : Kakek Huseyn dan Cenk melakukan rehersal pidato Huseyn di tukang pangkas rambut, dengan Cenk lebih banyak bersifat sebagai pengatur dan pengedit pidato. Bahasa Jerman Cenk juga lebih bagus dibanding Bahasa Jerman Huseyn. Lalu penjelasan kakek secara tak langsung kepada Cenk bahwa Cenk tidak merasa perlu berbeda dengan seorang anak Turki yang ditemui di SPBU.Mengajarkan secara tidak langsung jangan sampai Cenk terbatasi oleh kendala : saya orang Jerman, bukan orang Turki, tidak perlu dipermasalahkan perbedaannya. Lalu ada sesi kakek Huseyn berhasil menebak kegalauan Canan yang ternyata telah lebih dahulu hamil oleh Pacar inggrisnya, dan membuat Canan takut mengakuinya karena Canan orang Turki, dan pacarnya orang Inggris. Namun puncak kejadian adalah ketika tiba2 kakek Huseyn meninggal karena serangan jantung. Ini bener2 membuat sekeluarga mereka sedih (dan juga penontonnya)
Bahkan untuk urusan pemakaman di Turki saja, keluarga yg berpaspor Jerman ini disulitkan walau jelas-jelas mereka orang turki dan punya rumah di Turki.
Almanya mencoba menggambarkan bagaimana sebuah keluarga imigran mencari apa itu 'home'. Dimana rumah mereka. Apa dengan meninggalkan suatu kampung halaman, itu berarti kampung halamannya sudah tidak menjadi 'home' lagi.Dan apakah 'home' bagi mereka hanya ada di Jerman.Tidak semudah itu ternyata :-)
Berbarengan dengan nonton Almanya ini, saya juga sedang membaca bukunya kakak @windyariestanty judulnya Life Traveller. Agak menyesal saya pernah mentwit bahwa buku ini jauh dari expectasi ketika saya baru menyelesaikan sedikit bagian saja. Buku ini termasuk yg masuk kategori buku genre travelling yg masuk kategori layak baca dan akan dibaca ulang buat saya (iya, saya jarang nemu buku traveller yg bisa dibaca ulang, paling baru nemu bukunya Agustinus Wibowo, bukunya adhitya mulya yang Belok kanan Barcelona. Yang lain? mainstream). Salah satu bab akhir buku ini , menggambarkan apa itu 'home' bagi windy yang didapat dari seorang nenek di suatu kedai di amerika. "Home is a place where you feel more comfortable. Home is a place where you can be and find yourself, Home is a place where you can find your love"
Dan Almanya menjelaskan itu. 'Home' mereka di Jerman, 'home' mereka diturki dan bahkan 'home' di akhirat, sebagai kampung halaman hakiki.
Dan Almanya menjelaskan itu. 'Home' mereka di Jerman, 'home' mereka diturki dan bahkan 'home' di akhirat, sebagai kampung halaman hakiki.
Ah, mau nonton almanya lagi..tapi nyari bajakannya ga nemu *mellow*
Published with Blogger-droid v2.0.3--yang awal2 msh error

0 komentar:
Post a Comment