3 Pantai Pantai Gunung Kidul

Pertamakali saya baca pantai-pantai di gunung kidul dari kaskus, dan abis itu langsung jadi salah satu impian tempat yang harus dikunjungi. Akhirnya akhir Juni kemarin, saya berkesempatan menyambangi sebagian pantai-pantai di Gunung Kidul tersebut berdua dengan adek saya.

Start dari rumah Simbah di Klaten, tadinya kami mikir naik angkutan umum saja. Beberapa info ttg rute yang didepat untuk bisa sampai ke pantai-pantai ini antara lain : Naik bus ke Wonosari (Ibukota Gn.Kidul), lalu lanjut dari Wonosari naik bus jurusan Jepitu.  Dari Jepitu tinggal naik ojek, karena ga mungkin jalan kaki. Tapi mempertimbangkan keadaan bus yang jarang, akhirnya kami berdua nekat naik motor 60 km saja sekali jalan. Awalnya kebayang jalannya rusak dan susah, ternyata...jalan Gunung Kidul itu aspal rata bagus. Jadi nyaris ga ada guncangan. Kecuali mungkin harus agak sigap naik turunnya. Not bad lah, untuk dua orang cewe yang pertama kali touring dengan bekal cuman google map :-)
semacam pintu menuju nirwana

Add caption
Sampai sana , start dari Pantai Sundak, kami susur pantai sampai ke sebelah kirinya pantai Krakal. Ini agak susah menjelaskan nama pantainya, karena ga ada plang namanya. Jadi kami cuman tau start mulai di Pantai Sundak. Kalo menurut peta ini, rute susur pantai kami ini : Sundak-Ngandong-Krakal-Drini-balik lagi ke Sundak. Capek? Pastii..tapi kalo jalan dibibir pantai sambil menikmati deburan ombaknya pasti ga berasa :)
Dari Pantai Sundak kami muter lagi pake motor ke Pantai Siung. Diputerin dipeta si deket, ternyata jaraknya kira-kira bisa 10 Km an. Dari pantai yang kami datangi ini, yang agak ramai cuman pantai krakal. Sisanya kayak punya pribadi :)
 

Rute susur pantai


enjoy the beach!


karang di pantai siung
karangnya pantai siung dijadikan tempat climbing

6 Japan - Day 5 : Around Tokyo [part2 -end]



Hari terakhir di Tokyo, walau capek tetep aja nyeret kaki keliling-keliling.  Pertama kami dateng ke Bandai buat moto patung-patung jagoan-jagoan kartun dari Jepang. Bendai masih di daerah Asakusa juga. Jadi tinggal ngesot dari penginapan.


















 











Dari Bandai, kami ke akihabara *mangga duanya Tokyo*, muterin lantai 1  dan 2.. muterin  Yodaiba, mantengin jam tangan yang dijual, megang-megang Ipad 2, mencet-mencet touchcreen nya demi login ke Twitter dan nyari neni adi and khrisna yang misah. Akhirnya mereka juga ga ketemu juga dengan kami. SMS ke mereka, kami melipir duluan ke Shinjuku karena janjian sama Obet,  temen elektro kami yang kuliah and sekarang kerja di Jepang.

Di Shinjuku, ditraktir obet makan kari di restoran India. Hahaha, akhirnya ini makanan termewah kami di Jepang.  Ada nasinya, ada kari dagingnya, ada canainya. Berapa nyozz deh tenaga.  Cerita-cerita ama obet mengenai gmn penduduk Tokyo. Berapa gaji fresh grad nya. Berapa biaya hidupnya. Berapa ongkos perbulan mereka. Kenapa banyak yang bunuh diri.  Kapan kereta pernah telat. Kenapa telatnya. Kenapa fukushima melt down ga dipublish. Kenapa henpon di Jepang cuman bisa sms ke sesame operator, kalo ke beda operator harus email. Gmn makan disana. Beli daging halal dimana. Hahaha. Kami jadi mengklarifikasi apa yang kami liat selama 5 hari ini sama obet. 


Abis itu karena blm sholat, kami lanjut diajak ngeliat masjid di daerah deket situ. Nah, kalo disini mulai keliatan ada yang berjilbab. Karena sebagian merupakan sentra nyari makanan halal. Mushollanya sendiri kecil terletak di apartemen lantai 3. Menurut obet, yang punya orang Bangladesh. Disana, ketemu beberapa mahasiswa lain yang lagi jalan-jalan kesana . 


Karena saat itu hujan badai besar. Kami jadi ga bisa kemana-mana lagi. Akhirnya  saya dan dewi memutuskan balik ke Asakusa, ambil tas yang dititipkan. Lalu nonton-nonton tv bentar sambil nunggu hujan agak redaan. Akhirnya jam 5 kami cabut ke Haneda. Masih terlalu lama emang untuk penerbangan jam 11. Tapi Ujan, jadi males kemana-mana lagi. Lagian kami mikir untuk muter-muter liat Haneda.
Sampe Haneda kira-kira jam 6-an sore. Selesai nitipin tas, pas kami siap muter-muter, ada orang ganteng tinggi nanyain kami ngapain dan mau kemana. Kirain beliau petugas bandara. Saya jelasin dong, penerbangan kami jam sekian, kami mau muter-muter dulu untuk liat-liat. Ternyata dia minta kami ngeluarin paspor, sambil dengan polosnya bilang gini : My English is not good, actually I don’t too understand what u said. But can you show the passport. Actually Im a police (sambil ngeluarin badge policenya* ". Huaaa…shock dong.. mau diapain nih kita. Dicegat polisi gantengnya si gpp. Tapi dia nyatet sesuatu dari passport kami trus lanjut ngomong  dengan nada sopannya : “ You don’t mind if I noted your passport, actually japan is in emergency condition.” Pasrah aja sih akhirnya sambil deg degan. Abis itu dia mempersilahkan kami untuk lanjut jalan-jalan lagi dan ngasih kembali paspor kami.  Jadi gw sambil jalan, sambil nengokin tuh police ngintilin kita apa engga. hahahaha
Muter-muter haneda, kami ketemu Hello Kity store, juga took-toko mainan dan souvenir lain. Eh, harganya nyaris sama lho ama yang di Tokyo. Jadi kalo ga sempet nyari di Tokyo, nyari di Haneda aja.

tiba-tiba ngeklik push di kamera depan toilet keren ini :D

Akhirnya jam 9-an kami ketemu lagi ama neni dan Khrisna, kita cek-in and say good byee to Japan. Masih berharap, kapan-kapan kami dikasi kesempatan kesana lagi.

0 Japan - Day 4 : Around Tokyo [part1]

-->
Rainbow Bridge, Odaiba

Kami kembali ke tokyo dari osaka tetep dengan menggunakan bus yang sama, Willer express. Berangkat dari Sky Building Umeda Osaka jam 11 malam,  sampe shinjuku jam 6an pagi. Ga seperti pas berangkat,pas pulang ini saya dapet tempat duduk yang ga enak. alhasil tidur jd ga jelas. Akibatnya pas sampe Tokyo saya dah kayak zombie jalan aja.
Dari shinjuku,kami menuju penginapan semula di khaosan Tokyo Original di Asakusa. Kamar hostel mirip bunker tentara tapi viewnya "Sh*t Building" (calon gedung tertinggi di Jepang). Begitu datang, karena blm saatnya cek-in, kami numpang dulu di tempatnya  dewi n khrisna. Mandi,beberes dan laundry(karena baju bersih abis :p). 
Khaosan Asakusa with Shit Building View
 Abis sarapan mie gelas, kami langsung  jalan ke Asakusa Temple. Banyak jajan-jajan makanan dan suvenir disini. Spot poto juga banyak. Biasanya,di musim pas kami datang ini (pertengahan mei), ada festival di sekitar kuil asakusa (sanja matsuri).Cuma karena jepang abis gempa dan rentetannya,jadi tahun 2010 ini festivalnya ga diadakan. 
Asakusa Temple

Asakusa Nakamise Shopping


jajan jajan


ameyokocho

Ajides..adezighhh

Abis dari asakusa,kami lalu ke ameyoko alias pasar traditionalnya jepang, kadang-kadang disebut pasar gelap jg karena nama Ame-nya diplesetkan kependekan dari Amerika, jadi barang-barang amerika dan lainnya bisa didapat di pasar gelap. (ini kata japan guide lhooo  ..hihihi).  Kemaren saya si cuman nemu kios penjual jam yang salah satunya jual jam swatch Classic Black dengan harga 2100 yen. Asli,tp garansinya ga ada cap tokonya :D. *abis beli, langsung compare di web nya swatch.
guyuran seger semangka


 Di Ameyoko, kami juga jajan buah. Saya juga beli semangka sepotong, saking panasnya, biar ga dehidrasijuga. Dewi beli sate strobers,neni and khrisna paroan semangka. Segeeer abis. Kenyang semangka kami ke kedai takoyakii lagi. Takoyaki disini lebih gede dan lebih enak. Minumnya juga bisa refill air putih gratiss..*kesempatan isi botol minum juga*
 Dari ameyoko kami melanjutkan ke ueno park.  Di ueno park, poto depan kuil,lalu turun muterin taman dan tempat jajan. Patungan beli gurita goreng lagi.
Kuil di Ueno Park

Kannon Do Ueno

bagi bagi tugas, 1 baca peta, 1 nyari di G-Tab :D
mamang penjual gurita goreng

gedung classic modern
Sebentar aja di ueno park,kami lanjut ke tokyo imperial palace.Letaknya ditengah tengah tokyo. Pusat kotalah. Mungkin kalo Jakarta, kayak di Mega Kuningannya.Gedung-gedung disekitar imperial palace ini classic-classic modern. jadi beda dengan tipikal gedung yang di tempat lain di Jepang kaya di Shibuya. Jalan banyak langkah, akhirnya kami sampe taman yang luas. Foto-foto diluar dan di Nijubashi Bridge, trus langsung ngacir lagi sangking panasnya. Yes, mode kamera juga harus mode beach buat nangkep gambar nijubashi and palacenya. 

Nijubashi Bridge

taman disekitar tokyo imperial palace

Lanjut dari Imperial Palace, kami *rencananya* ke Tokyo Tower. Tanya orang jepangnya, disuruh jalan kaki aja. Jalan kaki dari Tokyo Palace ternyata jauhh. hahaha, akhirnya nyerah pas mau hampir sampe. Kami berhenti di Taman bermain anak-anak dan moto tokyo tower dari situ. Kalo dari deket towernya mirip sama tower BTS disini. Yaiyalah. namanya juga tower pemancar.
tokyo tower

tapi pas jalan, nemu nemu yang lucu lucu 


Tujuan terakhir itu adalah Odaiba. Pulau buatan di teluk tokyo. Ke Odaiba ada kereta khususnya, dan antara Tokyo dan Odaiba dihubungkan dengan Rainbow Bridge. Nah di Odaiba ini nyaris isinya adalah Shopping and Entertainment districk. Tapi di  pinggirnya ada miniatur patung liberty Amerika. Datengnya pas sore hari menjelang magrib lebih pas, karena pas malam,pencahayaan di rainbow bridgenya jadi keren. Dari jauh, tokyo towernya juga keliatan.
dengan liberty mini
Masuk ke Shopping Mall nya, kita ke Takoyaki Museum (bener2 hari takoyaki). abis itu muter-muter sekeliling, liat poster Jack Sparrow dimana-mana. Hahaha. Emang jamannya di Jepang lagi diputer Pirates of The Caribbian 4 yang ga sampe-sampe ke Indonesia. tapi nonton disana, bahasanya jg didubbing. Sami mawon. mending ga usah. hahaha.


Abis dari Odaiba, kita langsung pulang. Capeknya banget-banget. Tapi masih ada sehari lagi untuk diputerin.

1 Japan - Day3 : Osaka

origami peacock and bookmark
Fukushima, Osaka
Dari stasiun Kyoto, kami ke Osaka dengan naik JR Kyoto Line, sekitar 1 jam perjalanan dengan ongkos tiket sekitar 600an Yen. Sampai stasiun Osaka (yang punya nama lain Stasiun Umeda *sebenernya lokasinya ga sama persis, hanya bersebelahan dan terhubung antara stasiun Osaka dan Umeda*), kami lanjut ke daerah Fukhushima (Yes, we're mutant..wakakakak, itu selalu saya bilang kalo ada yang nanya pas pulang : kamu kena radiasi ga? :p), 1 stasiun dari Osaka, menuju ke Penginapan di J-Hooper Osaka. Hostelnya enak, rapi, bersih, disediakan sabun dan sampo, ada bath-up juga. Yang punya ramah, dan ternyata yang punya itu sempet punya room-mate orang Indonesia waktu dia kuliah di USA. Jadi begitu tau kami dari Indonesia, dia langsung bilang : Nasi Goreeeenngg. Secara saya dan neni ga browsing browsing tentang Osaka, akhirnya kamu nanya ke dia mana aja lokasi yang bagus didatengin. Si mas itu ngasi tau mana-mana aja, objek yang bisa didatengin di Osaka, plus rutenya dengan kereta yang mana.

menu sarapan
Lalu keesokan harinya,sehabis sarapan dengan menu di Family Mart..*lagiii*,  tur satu hari dimulai ke Osaka Castle, salah satu castle paling terkenal di Jepang. Osaka Castle. Osaka Castle punya pondasi batu kali yang kokoh dan keren dan juga menaranya yang menjulang. Tempat ini ternyata semi museum untuk melihat perjuangan Hideyoshi Toyutami, salah satu shogun di Jepang, Dengan bangunan 7 lantai, nyaris semuanya merupakan diorama kehidupan Toyutami kecuali lantai 1. Di lantai paling atas, kita bisa melihat 4 sisi pemandangan kota Osaka dari Osaka Castle ini,

pemandangan osaka castle dari sisi sungai
tiket masuk
pondasi batu kali

Pemandangan kota osaka dari lantai 7 Osaka Castle
gedung yang 1 kompleks dengan osaka castle

poto booth
Nah, disekitar Osaka castle ini ada taman-taman, dan juga tempat jajan. Pas juga ketika kami diluar sedang ada poto prewedding calon pengantin Jepang. Cakep dan cantik, dengan baju tradisional mereka. Lalu kami juga nyobain Takoyaki (semacam makanan ringan, semi berat, diluarnya tepung, didalemnya gurita, kadang2 ditaburi topping tertentu). Takoyaki pertama yang kami temui. Katanya takoyaki aslinya dari Osaka.Enak. dan takoyaki ini jadi menu makan siang kami berdua.

prewed session

takoyaki isi 8
Keluar dari Osaka Catle, kami melalui taman menuju stasiun terdekat. Niat kami setelah dari Osaka Castle adalah menuju Kaiyukan, salah satu Aquarium terbesar di dunia. Jadi orang ramah emng ga ada salahnya, ditengah jalan, kami mensenyumi bapak-bapak seniman yang kami liat di hutan kota itu. Lalu beliau menyapa dan mengajak kami bareng menuju stasiun. Beliau menanyakan asal kami, juga kerudung kami. Kami menerangkan, dan ternyata dia juga tau bahwa kami ga boleh makan daging b*bi. Si bapak lalu memberikan kenang2an 2 buah origami burung merak buatannya, masing-masing 1. Dia juga memberi kartu namanya yang asli lukisan tangan pakai pinsil warna. Origami buatannya dan kartu namanya saya pajang paling atas di halaman ini.

Poto dengan bapak pembuat origami
Sampai di stasiun, kami berpisah platform dengan si bapak. Tujuan kami ke Kaiyukan di tepi port Osaka. Di jalan menuju Kaiyukan, kami melewati Bianglala raksasa.  Tapi tetep aja saya dan neni cuma ngeliat dari bawah. Ga berani :D               
Bianglala

Kaiyukan terdiri dari 15 tanki super besar, yang tiap tangki mencerminkan daerah asal biota laut yang spesifik. Tangki yang paling tengah menggambarkan daerah Pasific dengan kedalaman 9 meter dan dihuni para hiu.

Masuknya kedalam kami naik eskalator dulu ke lantai paling atas, dan kemudian turun melingkari pelan-pelan tiap lantai seperti spiral. Beberapa tangki ada yang mencakupi beberapa lantai, seperti tangkinya si pinguin. Jadi kita bisa tau diatas pinguin ngapain, di dalam air pinguin ngapain.  

welcome to kaiyukan
pinguinn..





school of fish




si bibir seksi
pari
Masih banyakkk banget si ikan yang lain. tapi kalo gw upload semua, ini blog nanti jadi akuarium beneran. Eh, lagian knp si elo upload poto2 ikan segala disini. Di Indonesia banyak kan. Iya, gw tau,di Indonesia buanyakkkk yang bagus-bagus dan kerennnn dan asli habitatnya. Tapi gw menghargai aja usaha mereka menciptakan aquarium besar itu dan menjaganya sesuai environment masing-masing hewan tsb.

Abis dari Kaiyukan, ternyata udah sore, jadi kami melanjutkan jalan jalan keliling kotanya. Melihat senja dari jembatan river cafe, muter-muter di dotonbori, dan akhirnya ke Umeda Sky Building untuk Cek-in bus menuju Tokyo kembali.
dotonbori
depan patung 4 muka

pinggiran river cafe


menunggu senja