3 China : Longji Terrace / Longsheng [3]

============================================================================
Get In :
It is about two hours drive to the north through twisty mountain roads from Guilin to Longsheng town. It is also possible to get to Longsheng on public transport from Guilin. The Buses to Longsheng leave from 2011 from the new Qin Tan Bus terminal near the LIQ-Brewerie, not the one in the centre near the train station. From Longsheng, the Longji terraces are a further hour or so by local bus. Buses can take you straight to either one of the villages from Longsheng, enquire which village beforehand, if you have one in mind for late-arrival accommodation purposes. Once there, travel between the two villages is straightforward. It's faster if you change buses at Heping instead of Longsheng - one village before Longsheng, but there is no Bus terminal and you have to wait on the road and also some taxi drivers will bother you. Notify the conductor of your final destination so they can tell you where to get off. (wikitravel)

============================================================================

BUKAN PHOTO SAYA, Gambar diambil dari http://www.longjiriceterraces.com/
 

Besok harinya, sadar diri mengingat kemampuan mandarin saya yang nihil, yang nyaris tidak memungkinkan untuk ngeteng ke Longji Terrace , serta compare sama biaya tour, saya akhirnya memutuskan ikut tour ke Longji Terrace. Ambil tur dari hostel tempat menginap. 

Tapi apadaya. Ternyata cuaca pas mau berangkat hari itu kurang bersahabat. Hujan sepanjang hari. Saya menarik nafas panjang, Mengingat uang pembayarannya ga bisa ditarik lagi. Mau ga mau saya tetap basah-basahan berangkat. Dari hostel berangkat pukul 08.30. Dan memakan waktu 2.5 jam untuk sampai ke Longji Terrace. Dengan jalan yang berliku liku. Mau ga mau saya ga menyesali keputusan ambil tour kesini, karena daerahnya yang agak susah buat 'ngeteng sendiri'.

Kami datang ke Ping'an Village. Ada 2 tempat lokasi sebenarnya di Longsheng ini yang bisa dikunjungi, Ping'an dan Dongsheng. Sasaran utama ke Longji Terrace saya sebenarnya ingin melihat suku minority yang rambutnya panjang. Dan juga ke terrasering nya. Oiya, tournya sendiri hanya ber-7 dengan english speaking guide (yang mana saya lupa namanya). Peserta tour lainnya yang se-minivan bareng saya ada dari Australia, Belanda, kakak adik USA, serta keturunan china yang tinggal di Jerman. Dan kita ga digiring giring pake bendera tour atau digusah gusah. Lebih ke jalan bareng dan ada yang nganterin.

Sampai di Longji, kami melihat pertunjukan Long Hair Show dari suku minoritas yang tinggal di Longji.  Para wanita disini tidak pernah memotong rambutnya, sehingga jadi panjang sekali. Penataan rambut yang panjang itu juga dibedakan 3, dimana wanita single, wanita yang menikah dan sudah punya anak, serta wanita yang menikah tapi belum punya anak, rambutnya ditata berbeda. Ah, untung saya pake jilbab, jadi ga perlu mikir susah susah penataan rambutnya :-)

Long Hair Show ini lebih banyak tarian dan nyanyian serta kabaret kehidupan mereka sehari hari. Ada juga kabaret bagaimana proses menikah di suku tersebut. Di bagian akhir show, para wanita menari dan menyanyi dan memperlihatkan cara menyisir dan menata rambutnya. Menarik! 

Ini edisi tatanan rambut wanita yang sudah menikah dan punya anak
Ini edisi tatanan rambut gadis gadis yang belum menikah
atraksi gelung rambut

Selesai dari show, melewati sungai via Jembatan gantung yang ada (bikin saya dejavu sama Loksado), kami makan siang, lalu diantar ke Ping'an Terrace. Yatapi hujan dan mendung. Dan berkabut. Apa yang mau dilihat. Bad weather banget kalo kata teman teman barengan saya. Padahal hari sebelumnya, kata si Guide, cuaca cerah dan bersahabat sekali. Ya, tidak ada yang perlu disesali si. Saya tetep hiking ke Viewpoint 1 (called Nine Dragons and Five Tigers) danViewpoint 2 (Seven Stars with Moon). Walaupun sampe atas, tetep aja ngeliatnya kabut. Ndak keliatan apa-apa.  Hihihi. Ya sudahlah. Kadang perjalanan memang refleksi dari hidup. Kita menginginkan banget sesuatu, tapi banyak faktor yang mempengaruhi, sehingga mau ga mau harus legowo dan kompromi dengan keadaan. Saya akhirnya malah muter muterin area rice terrace tersebut yang banyak yang jual aneka macam barang, juga rumah rumah panggung kayu yang lucu. Sempet lost pas muter muter karena bebas, tapi akhirnya bisa menemukan jalan pulang kembali ke parkiran. Berikut sedikit capture di Ping'an : 

 
Ya tetep dong, saya goyang goyangin tuh jembatan :))


atribut lengkap, walau hujan perlu cari nafkah

Ini yang saya dapat di puncak *kabut oh kabut*
menanjak menjemput tuan puteri
Jadi malah mirip puncak :-) Eh, emang sama ya?
tikus/kelelawar diawetkan?

Pleade bro, Pleade!

A common typical souvenir shop

Segala macam bumbu kering dijual di longji


Sekitar jam 16.30 kami berkumpul kembali dan pulang menuju Guilin.


-bersambung-

3 komentar:

Anonymous said...

hahaha...nggak dpt foto teraseringnya ya? pas gw ke sono jg lg kering :))

Unknown said...

mohon maaf ... berapa ya biaya tour perorangnya pada saat itu ...?

Unknown said...

mohon maaf ... berapa ya biaya tour perorangnya pada saat itu ...?