0 Postingan Super Males..

Refer to postingannya kalong ini, dan demi menghilangkan target september yang sudah mau abis (masak kosong lagi), gw copi paste postingan dia,  dan ini hasilnya dari web personality test ini :

Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.
The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.
Your readiness to commit to a relationship:
You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.
The seriousness of your love:
You are very serious about relationships and aren't interested in wasting time with people you don't really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.
Your views on education
You may not like to study but you have many practical ideas. You listen to your own instincts and tend to follow your heart, so you will probably end up with an unusual job.
The right job for you:
You're a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you'll be set for life.
How do you view success:
You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.
What are you most afraid of:
You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.
Who is your true self:
You are full of energy and confidence. You are unpredictable, with moods changing as quickly as an ocean. You might occasionally be calm and still, but never for long.

*benerbenermales,ampepostingajanyontek*
eh, udah pada setting dynamic view nya blogger belum? menarik lhoo..

0 Para Pemuja Matahari



Foto diatas diambil di karimun jawa, Juli 2010
Saya meng-captionnya : United Colour of Benetton (inget tas)
Tetapi ada satu temen yang komentar di fb terhadap foto tsb sbg Para Penyembah Matahari.
Entah mengapa, sewaktu teman saya Lutfi memberitahu bahwa judul  novel pertamanya yang akan terbit adalah Para Pemuja Matahari, Saya langsung teringat foto diatas, bukannya kebayang suku/bangsa penyembah matahari seeperti Mesir kuno, Jepang, Aztec/Inca/Maya di Amerika Tengah / Selatan. Lalu saya tanya Lutfi mengapa judulnya Para Pemuja Matahari?  Dan jawabnya ternyata ada di novelnya halaman 199 bahwa pemuja matahri iu adalah kaum yang....ah, ga seru nanti :)


Saya pecinta fiksi,
Tapi saya ga pernah punya teman berjenis pekerjaan penulis,
Saya juga ga pernah punya impian jadi penulis, dan sama sekali ga tau ttg dunia publishing di Indonesia.
Maka saya amaze aja waktu lutfi cerita dia mau nerbitin novel perjalanannya yg pertama, dengan cara self publishing...

Wow

SELF publishing

I never never imagine that..

Nulis sendiri,nyetak sendiri,layout cari sendiri, editor sendiri, cari komentator sendir,dsb dsb yg saya ga tau apalagi seluk beluk publisher. Seperti kata lutfi, nerbitin novel pertamanya ini ibarat melahirkan bayi pertama. Walau saya jg blm tau gmn rasanya ngelahirin bayi :D

Para Pemuja Matahari menceritakan kisah Naia, gadis 19 tahun yang mencoba keluar dari comfort zone nya, area dimana dia selalu dimanjakan orangtuanya. Naia mencoba mem-breakthroughnya dengan melakukan perjalanan ke beberapa daerah di Jawa dengan cara backpacking. Naia berkunjung ke Jakarta, Badui, Hiking ke Gunung Salak, menyambangi segara anakan di cilacap, memutari kota Semarang, trip ke Karimun Jawa dan akhirnya naia sampai ke Ijen. 

Para Pemuja Matahari menurut kategori saya, bersifat deskriptip antropologis. Banyak keterangan deskriptif yang Lutfi masukkan untuk menceritakan kondisi sosial, budaya serta kehidupan daerah yang dikunjunginya.
Sentilan sentilan ke masyarakat juga banyak disisipkan oleh Lutfi seperti Esensi datang ke museum hanya untuk foto narsis, lalu tentang berubahnya masyarakat badui dalam, sindiran Lutfi terhadap kelakuan turis yang suka menjadikan orang-orang 'traditional' sebagai objek penderita foto, sindiran terhadap lagu "Naik naik ke puncak gunung", sindiran berguna ga si jalan-jalan yang sering dilakukan, sindiran sebegitu kurangnya tontonan bermutu di televisi sampai anak kecil pun terkena imbas merebaknya sinetron di masyarakat, sindiran lingkaran setan pendidikan terkait kreativitas, guru, hafalan bukan pemahaman, lalu sindiran ke warga daerah wisata yang cenderung mengistimewakan turis bule dibanding turis lokal.

Diluar sindiran-sindiran dalam novelnya, Lutfi juga banyak bercerita mengenai kekhasan alam dan budaya area yang Naia lewati, seperti ketika di badui ada daun pohon kirei untuk atap rumah, bunga kahuruam yang kalau dipetik bisa membuat kebakaran dikampung, buah kranji yang harga sekilonya Rp 80.000, lalu ada kertas ciamsi di Kuil SamPoKong Semarang.  

Namun menurut saya, tokoh Naia, masih merupakan tokoh khayalan yang perfect, kaya, cantik, perfeksionis, bawa bawa ensiklopedia di kereta ekonomi, dan terlalu polos untuk jadi anak 19 tahun :). Penokohan dan pendeskripsian Naia di novel dalam bayangan saya masih sangat melekat dengan diri Lutfi sendiri. Penggunaan katanya juga masih melekat dengan penggunaan kata lutfi sehari hari seperti ngobrol ngobrol (ngomong ngomong, kau (kamu), nyebelin, konyol, dan ga bisa berenang. hahahaha..(peace fi)

Tapi tetep, novel ini layak dibaca, jadi silahkan yang berminat hubungi lutfi atau toko buku terdekat :)

2 Medan

Saya belum pernah punya rencana ke medan..

Saya inget awal Juli kemaren,saya chatting sama makhluk ini,  yang udah ngendon lama di medan ga balik balik ke Jakarta..Ga sengaja becandaan diYM keluar chat : "kalo gw samperin elo ke medan, lo terima apa ngusir?" dan ekalong bilang : ngusirrlah...

hahaha
padahal saya sama sekali ga punya rencana ke medan

Eh,,2 hari kemudian dari chat YM itu, saya dapet Nota Dinas (bahasa resmi surat resmi), untuk Pelatihan ke Pulau Samosir..Ajaib..

Satu Pelajaran : Kalo punya keinginan/mimpi sebaiknya diucapkan!

Yah, walopun akhirnya saya ga ketemu ekalong di medan juga..Tapi bisa ketemu emaknya minta makan.

hihihi

Lanjut lagi..

Di samosir, didaerah ambarita, 3 hari training yang menguras fisik,ngemping semalam di bukitnya, berendam di danau toba yang selalu mendung.
Dan saya ga kemana-mana lagi selain sekitar ambarita..karena keburu ditinggal kapal dan bus, juga karena fisik ancur-ancuran gara gara setiap malem tidur jam 2 ..

paradep taxi : katanya melayani rute polonia-perapat.Mirip mobil kancil ya?
kapal ke samosir


depan penginapan di ambarita




















Nah, saya balik lagi ke Medan hari Kamis tengah malem. Saya memang sengaja extend untuk pulang Sabtu sore. Jumat itu jatahnya cuti perjalanan. Jadi Jumat dan Sabtu saya bisa puas muterin Medan.

Jumat setengah hari, saya ikut temen-temen saya yang rata-rata pesawatnya pada jumat sore. Baru berangkat jam Setengah 11 dari Learning Center Telkom..hahaha, jadi kami cuman sempet lewat depan Istana Maimun, Masjid raya, lewatt doanggg tapi..trus beli oleh oleh, makan siang, dan akhirnya nganter temen-temen saya ke bandara..

Balik lagi ke penginapan, ambil baju dan barang barang, pindah penginapan lain (mess telkom juga) yg lebih dekat ke kota di daerah medan baru..Dan resmilah abis itu saya luntang lantung sendirian..

Jadi, apa yang saya lakukan setelah itu?
Tidurr? Salahh..

Abis mandi, charger henpon, buka google maps, akhirnya saya jalan keluar nawar bentor (becak motor) menuju... : Sun Plaza Medan...hahaha..garing siii..saya yang ga suka mall kenapa tiba-tiba datang ke Mall terbesar di medan ini sebagai destinasi pertama. Alesannya adalah : Ada site telkomhotspot disitu yang dulu pas jaman saya ngurusin bagus banget performansinya. Jadi yah, penasaran aja pengen liat tingkat keramaiannya :D
"sun" nya tercermin di atap mol

Di Sun Plaza cuman muter-muter sampai lt.atas, trus balik lagi keluar..ternyata lurus ga jauh dari sun plaza itu ada kuil hindu india gitu,dan pas jamnya mereka lagi ibadah. Nah, pas gugling medan, entah kenapa kuil ini luput dari mata dan tangan saya. Jadi saya bengong dong menebak nebak gedung apa itu depan pintu kuil itu ngeliatin. Mau poto, takut dilarang. Dan besoknya pas gugling lagi baru tau nama kuilnya itu Kuil Shri Mariamman didaerah Kampung keling,

Bengongnya ga lama, abis itu saya nyetop bentor lagi. Kali ini tujuannya Lapangan Merdeka. Trik nawar bentor itu biasanya separo dari yang abangnya tawarkan, trus biasanya harga jadinya diharga 2/3 tawaran awal si abang. Nah, tapi saya kembali mengandalkan google map terkait hal ini. Jadi saya tau dulu jarak antar lokasi itu berapa jauh. Kalo cuman 1-2 km, kira-kira standarnya misalnya 7000 atau 8000. Kalo 3-4 kilo 15.000an.. gitu deh..hahaha..

LapMer

Trus di lapangan merdeka ngapain?
Ya ga jelasan. Secara cuman ucluk ucluk sendirian. Motoin gedung-gedung tua depan LapMer (ada Gedung BI, Gedung Kantor Pos,dll). Masuk lapmer, ternyata fasilitas olahraganya cukup bagus. Dipinggir-pinggir lapangannya banyak 'alat fitnes' yang pas saya uji fungsinya ternyata masih jalan. Trus sampingnya LapMer ternyata ada Setasiun Kereta Api Medan. Sama ada lokonya. Cuman suasana malemnya dah serem. Jadi saya memutuskan ga nyamperin area itu dan duduk duduk di taman aja.

gedung kantor pos
jw marriot medan, otw ke rumah mamahnya @ekalong

Ga ada ide selanjutnya, akhirnya saya kerumah emaknya @ekalong untuk minta makan malam. Wakakak..Jarak lapangan Merdeka ke Rumahnya eka sekitar 1,5 km,saya pikir-pikir..mending dicoba jalan aja..Sampe juga setelah lumayan lama. Sempet lewatin JW Marriot Medan abis itu jalan-jalannya sepi. Tapi yang penting sampe juga ke rumahnya emaknya eka dengan selamat dan disambut keluarga dengan baik sampai bisa cuci piring sendiri.

Pas mo pulang, emak ama neneknya eka panik krn udah malem (baru jam 9). Dan ga boleh saya nyegat bentor sendiri. AKhirnya naik bentor langganannya tantenya eka balik ke penginepan. Jauh ternyata.wkwkwkwk.pantes harganya Rp 25.000.

Besok paginya, saya ke daerah kesawan. Semacam kota tuanya medan. Sayangnya, bangunan tuanya kebanyakan selain tua juga kusam. Paling cuman Tjong Afie Mansion yang terjaga dan kinclong..Itu juga karena udah jadi heritage.

3jendela
kayak burung pipit ga si? tapi bermuka banyak








                              
                









thomas

Dari kesawan, saya belok dikit ke setasiun kereta api medan.Sepanjang dilihat, Kereta yang ada disana hanya kereta loko saja. Saya langsung kebayang sepupu saya yang hobi banget sama Thomas&Friends. Masih area Setasiun Kereta itu, ada Lokomotif nganggur yang dijadikan heritage. Bisa dinaikin si kalo mau.


jembatan titi gantung
Nah, sampingnya setasiun itu ada Jembatan Titi Gantung. Bagian atasnya jembatan ini ya buat jembatan, sama buat tempat piknik bapak2 yang ngajak anaknya nonton kereta. Bagian bawahnya bisa dibuka pintunya untuk penghubung dari jalan sekitar Lapangan Merdeka ke rel keretanya.Sayang, jembatannya agak kotor dan lusuh. Dari Jembatan Titi Gantung, saya balik ke Tjong A Fie Mansion. Tapi ternyata masih belum bisa masuk karena guidenya blm dateng. Yang ada baru simbok simbok yan lagi nyapu lantai. Guidenya dateng ga lama kemudian, perawakan chinesse dia ngajak keliling dan cerita sejarah rumah itu.  Tjong A Fie yg merantau dari daratan cina, lalu di medan jadi orang sukses, kaya, terpandang dan disegani. Istrinya 3, tapi di lokasi rumah itu hanya istrinya yang ke-3 yg dimunculkan, krn istri pertama dari china, kedua dari malaysia, dan yg terakhir peranakan yang lahir di medan.

tjong a fie dari luar

ruang tengah
selasar di tjong a fie

singgasana di istana maimun

Keluar dari Tjong A Fie Mansion, saya naik bentor lagi ke Istana Maimun. Kali ini masuk, ga lewat kayak hari sebelumnya. Istana Maimun menurut saya si sederhana.  Terutama untuk jadi sebuah heritage. Disitu ada tempat tahta duduk Sultan Deli, dan juga foto-foto Sultan dan keluarganya. Ehmm, gmn ya, saya merasa masih ada informasi yang ga sampai ke pengunjung terutama yang suka sejarah kalau datang ke Istana Maimun. Harusnya ya, menurut saya, ada cerita cerita dikit tentang Kesultanan Deli yang katanya mashur itu.



 Lepas dari Maimun, saya nyebrang ke Masjid Raya Medan. Tapi ternyata di masjid sedang dilakukan pengecatan untuk menyambut Ramadhan. Akhirnya saya cuman bisa liat dari luar.Tidak beruntung. Tidak apa apa.

masjid raya..yg lagi di-cat


Dari Masjid Raya, saya ke Museum Rahmat. Apa itu? Museum tempat berbagai binatang diawetkan didisplay. Jumlahnya..lebih dari 1000 saya rasa saking banyaknya. Dan hewan asli. Dari berbagai habitat dan ekosistem mulai dari hewan hewan serangga sampai hewan hewan yang darat besar lainnya. Selain foto-foto pemiliknya yang bertebaran dimana mana, saya salut sama kehebatannya mengumpulkan koleksi hewan hewan itu. Tapi harga tiketnya Lumayan mahal untuk standar Indonesia. Rp 30.000. Kasian sekali kalo ada anak SD lewat trus mau masuk trus ga jadi karena kemahalan.

salah satu wild animal di museum rahmat

Balik dari Museum Rahmat, langsung ke penginapan, packing kilat dan ke bandara. Ada banyak yang belum tereksplore di medan dan Sumatra Utara. Moga-moga kapan kapan bisa kesana lagi.

3 Pantai Pantai Gunung Kidul

Pertamakali saya baca pantai-pantai di gunung kidul dari kaskus, dan abis itu langsung jadi salah satu impian tempat yang harus dikunjungi. Akhirnya akhir Juni kemarin, saya berkesempatan menyambangi sebagian pantai-pantai di Gunung Kidul tersebut berdua dengan adek saya.

Start dari rumah Simbah di Klaten, tadinya kami mikir naik angkutan umum saja. Beberapa info ttg rute yang didepat untuk bisa sampai ke pantai-pantai ini antara lain : Naik bus ke Wonosari (Ibukota Gn.Kidul), lalu lanjut dari Wonosari naik bus jurusan Jepitu.  Dari Jepitu tinggal naik ojek, karena ga mungkin jalan kaki. Tapi mempertimbangkan keadaan bus yang jarang, akhirnya kami berdua nekat naik motor 60 km saja sekali jalan. Awalnya kebayang jalannya rusak dan susah, ternyata...jalan Gunung Kidul itu aspal rata bagus. Jadi nyaris ga ada guncangan. Kecuali mungkin harus agak sigap naik turunnya. Not bad lah, untuk dua orang cewe yang pertama kali touring dengan bekal cuman google map :-)
semacam pintu menuju nirwana

Add caption
Sampai sana , start dari Pantai Sundak, kami susur pantai sampai ke sebelah kirinya pantai Krakal. Ini agak susah menjelaskan nama pantainya, karena ga ada plang namanya. Jadi kami cuman tau start mulai di Pantai Sundak. Kalo menurut peta ini, rute susur pantai kami ini : Sundak-Ngandong-Krakal-Drini-balik lagi ke Sundak. Capek? Pastii..tapi kalo jalan dibibir pantai sambil menikmati deburan ombaknya pasti ga berasa :)
Dari Pantai Sundak kami muter lagi pake motor ke Pantai Siung. Diputerin dipeta si deket, ternyata jaraknya kira-kira bisa 10 Km an. Dari pantai yang kami datangi ini, yang agak ramai cuman pantai krakal. Sisanya kayak punya pribadi :)
 

Rute susur pantai


enjoy the beach!


karang di pantai siung
karangnya pantai siung dijadikan tempat climbing

6 Japan - Day 5 : Around Tokyo [part2 -end]



Hari terakhir di Tokyo, walau capek tetep aja nyeret kaki keliling-keliling.  Pertama kami dateng ke Bandai buat moto patung-patung jagoan-jagoan kartun dari Jepang. Bendai masih di daerah Asakusa juga. Jadi tinggal ngesot dari penginapan.


















 











Dari Bandai, kami ke akihabara *mangga duanya Tokyo*, muterin lantai 1  dan 2.. muterin  Yodaiba, mantengin jam tangan yang dijual, megang-megang Ipad 2, mencet-mencet touchcreen nya demi login ke Twitter dan nyari neni adi and khrisna yang misah. Akhirnya mereka juga ga ketemu juga dengan kami. SMS ke mereka, kami melipir duluan ke Shinjuku karena janjian sama Obet,  temen elektro kami yang kuliah and sekarang kerja di Jepang.

Di Shinjuku, ditraktir obet makan kari di restoran India. Hahaha, akhirnya ini makanan termewah kami di Jepang.  Ada nasinya, ada kari dagingnya, ada canainya. Berapa nyozz deh tenaga.  Cerita-cerita ama obet mengenai gmn penduduk Tokyo. Berapa gaji fresh grad nya. Berapa biaya hidupnya. Berapa ongkos perbulan mereka. Kenapa banyak yang bunuh diri.  Kapan kereta pernah telat. Kenapa telatnya. Kenapa fukushima melt down ga dipublish. Kenapa henpon di Jepang cuman bisa sms ke sesame operator, kalo ke beda operator harus email. Gmn makan disana. Beli daging halal dimana. Hahaha. Kami jadi mengklarifikasi apa yang kami liat selama 5 hari ini sama obet. 


Abis itu karena blm sholat, kami lanjut diajak ngeliat masjid di daerah deket situ. Nah, kalo disini mulai keliatan ada yang berjilbab. Karena sebagian merupakan sentra nyari makanan halal. Mushollanya sendiri kecil terletak di apartemen lantai 3. Menurut obet, yang punya orang Bangladesh. Disana, ketemu beberapa mahasiswa lain yang lagi jalan-jalan kesana . 


Karena saat itu hujan badai besar. Kami jadi ga bisa kemana-mana lagi. Akhirnya  saya dan dewi memutuskan balik ke Asakusa, ambil tas yang dititipkan. Lalu nonton-nonton tv bentar sambil nunggu hujan agak redaan. Akhirnya jam 5 kami cabut ke Haneda. Masih terlalu lama emang untuk penerbangan jam 11. Tapi Ujan, jadi males kemana-mana lagi. Lagian kami mikir untuk muter-muter liat Haneda.
Sampe Haneda kira-kira jam 6-an sore. Selesai nitipin tas, pas kami siap muter-muter, ada orang ganteng tinggi nanyain kami ngapain dan mau kemana. Kirain beliau petugas bandara. Saya jelasin dong, penerbangan kami jam sekian, kami mau muter-muter dulu untuk liat-liat. Ternyata dia minta kami ngeluarin paspor, sambil dengan polosnya bilang gini : My English is not good, actually I don’t too understand what u said. But can you show the passport. Actually Im a police (sambil ngeluarin badge policenya* ". Huaaa…shock dong.. mau diapain nih kita. Dicegat polisi gantengnya si gpp. Tapi dia nyatet sesuatu dari passport kami trus lanjut ngomong  dengan nada sopannya : “ You don’t mind if I noted your passport, actually japan is in emergency condition.” Pasrah aja sih akhirnya sambil deg degan. Abis itu dia mempersilahkan kami untuk lanjut jalan-jalan lagi dan ngasih kembali paspor kami.  Jadi gw sambil jalan, sambil nengokin tuh police ngintilin kita apa engga. hahahaha
Muter-muter haneda, kami ketemu Hello Kity store, juga took-toko mainan dan souvenir lain. Eh, harganya nyaris sama lho ama yang di Tokyo. Jadi kalo ga sempet nyari di Tokyo, nyari di Haneda aja.

tiba-tiba ngeklik push di kamera depan toilet keren ini :D

Akhirnya jam 9-an kami ketemu lagi ama neni dan Khrisna, kita cek-in and say good byee to Japan. Masih berharap, kapan-kapan kami dikasi kesempatan kesana lagi.

0 Japan - Day 4 : Around Tokyo [part1]

-->
Rainbow Bridge, Odaiba

Kami kembali ke tokyo dari osaka tetep dengan menggunakan bus yang sama, Willer express. Berangkat dari Sky Building Umeda Osaka jam 11 malam,  sampe shinjuku jam 6an pagi. Ga seperti pas berangkat,pas pulang ini saya dapet tempat duduk yang ga enak. alhasil tidur jd ga jelas. Akibatnya pas sampe Tokyo saya dah kayak zombie jalan aja.
Dari shinjuku,kami menuju penginapan semula di khaosan Tokyo Original di Asakusa. Kamar hostel mirip bunker tentara tapi viewnya "Sh*t Building" (calon gedung tertinggi di Jepang). Begitu datang, karena blm saatnya cek-in, kami numpang dulu di tempatnya  dewi n khrisna. Mandi,beberes dan laundry(karena baju bersih abis :p). 
Khaosan Asakusa with Shit Building View
 Abis sarapan mie gelas, kami langsung  jalan ke Asakusa Temple. Banyak jajan-jajan makanan dan suvenir disini. Spot poto juga banyak. Biasanya,di musim pas kami datang ini (pertengahan mei), ada festival di sekitar kuil asakusa (sanja matsuri).Cuma karena jepang abis gempa dan rentetannya,jadi tahun 2010 ini festivalnya ga diadakan. 
Asakusa Temple

Asakusa Nakamise Shopping


jajan jajan


ameyokocho

Ajides..adezighhh

Abis dari asakusa,kami lalu ke ameyoko alias pasar traditionalnya jepang, kadang-kadang disebut pasar gelap jg karena nama Ame-nya diplesetkan kependekan dari Amerika, jadi barang-barang amerika dan lainnya bisa didapat di pasar gelap. (ini kata japan guide lhooo  ..hihihi).  Kemaren saya si cuman nemu kios penjual jam yang salah satunya jual jam swatch Classic Black dengan harga 2100 yen. Asli,tp garansinya ga ada cap tokonya :D. *abis beli, langsung compare di web nya swatch.
guyuran seger semangka


 Di Ameyoko, kami juga jajan buah. Saya juga beli semangka sepotong, saking panasnya, biar ga dehidrasijuga. Dewi beli sate strobers,neni and khrisna paroan semangka. Segeeer abis. Kenyang semangka kami ke kedai takoyakii lagi. Takoyaki disini lebih gede dan lebih enak. Minumnya juga bisa refill air putih gratiss..*kesempatan isi botol minum juga*
 Dari ameyoko kami melanjutkan ke ueno park.  Di ueno park, poto depan kuil,lalu turun muterin taman dan tempat jajan. Patungan beli gurita goreng lagi.
Kuil di Ueno Park

Kannon Do Ueno

bagi bagi tugas, 1 baca peta, 1 nyari di G-Tab :D
mamang penjual gurita goreng

gedung classic modern
Sebentar aja di ueno park,kami lanjut ke tokyo imperial palace.Letaknya ditengah tengah tokyo. Pusat kotalah. Mungkin kalo Jakarta, kayak di Mega Kuningannya.Gedung-gedung disekitar imperial palace ini classic-classic modern. jadi beda dengan tipikal gedung yang di tempat lain di Jepang kaya di Shibuya. Jalan banyak langkah, akhirnya kami sampe taman yang luas. Foto-foto diluar dan di Nijubashi Bridge, trus langsung ngacir lagi sangking panasnya. Yes, mode kamera juga harus mode beach buat nangkep gambar nijubashi and palacenya. 

Nijubashi Bridge

taman disekitar tokyo imperial palace

Lanjut dari Imperial Palace, kami *rencananya* ke Tokyo Tower. Tanya orang jepangnya, disuruh jalan kaki aja. Jalan kaki dari Tokyo Palace ternyata jauhh. hahaha, akhirnya nyerah pas mau hampir sampe. Kami berhenti di Taman bermain anak-anak dan moto tokyo tower dari situ. Kalo dari deket towernya mirip sama tower BTS disini. Yaiyalah. namanya juga tower pemancar.
tokyo tower

tapi pas jalan, nemu nemu yang lucu lucu 


Tujuan terakhir itu adalah Odaiba. Pulau buatan di teluk tokyo. Ke Odaiba ada kereta khususnya, dan antara Tokyo dan Odaiba dihubungkan dengan Rainbow Bridge. Nah di Odaiba ini nyaris isinya adalah Shopping and Entertainment districk. Tapi di  pinggirnya ada miniatur patung liberty Amerika. Datengnya pas sore hari menjelang magrib lebih pas, karena pas malam,pencahayaan di rainbow bridgenya jadi keren. Dari jauh, tokyo towernya juga keliatan.
dengan liberty mini
Masuk ke Shopping Mall nya, kita ke Takoyaki Museum (bener2 hari takoyaki). abis itu muter-muter sekeliling, liat poster Jack Sparrow dimana-mana. Hahaha. Emang jamannya di Jepang lagi diputer Pirates of The Caribbian 4 yang ga sampe-sampe ke Indonesia. tapi nonton disana, bahasanya jg didubbing. Sami mawon. mending ga usah. hahaha.


Abis dari Odaiba, kita langsung pulang. Capeknya banget-banget. Tapi masih ada sehari lagi untuk diputerin.