Cumaaa..pas baca how to and how not to do at biawak, jadi ketar ketir juga, contohnya ya : perjalanan yang ekstrim di laut (5 jam dengan kapan nelayan), harus minum resochin alias pil kina dimulai seminggu sebelum keberangkatan, lalu kondisi pulau yang katanya masih 'panas' alias spooky.
Ok, tapi saya tetep daftar juga :D
Perjalanan ke pulau biawak dimulai dengan naek kereta Cirebon ekspress ke Jatibarang (Bisnis :70ribu). Sebenernya bisa juga naik bis (35ribu), cuman karena pulang kantor dan ritual jumat malam Jakarta yang macet, maka buat saya lebih praktis dan cepet berangkat dari Gambir. Boarding jam 18.30 dari Gambir dan sampai Jatibarang sekitar jam 21.30.
Sampai stasiun, kami carter angkot ke rumah pak Tasit, nelayan yang sudah biasa menjadi pengantar ke pulau. Daerahnya namanya Brondong. Brondong itu semacam daerah muara tempat keberangkatan ke Pulau Biawak. Menurut cerita pak Tasit ada beberapa titik lain yang bisa jadi tempat keberangkatan, tapi lebih jauh jaraknya. Sampai rumah pak Tasit, karena keberangkatan kapal direncanakan sekitar jam 3 pagi, maka kita numpang tidur dulu sambil nunggu teman-teman yang datang dengan menggunakan bus.
Yak, jam 3 kami dah bangun dong buat siap-siap berangkat..tapi apa daya..hujan lebattt..terpaksa nunggu dulu sambil tidur lagi (*ini sih gw*). Akhirnya abis subuh langsung tancap berangkat..kondisinya masih hujan rintik-rintik saat itu.
Satu jam pertama kami melewati muara tersebut menuju laut lepas. Lumayan cuaca luar masih gerimis dikit. Kami tetap memakai jas hujan. Tapi 4 jam berikutnya ternyata laut belum bersahabat dengan kami. Ombak lumayan tinggi, langit hitam, hujan derass, memakai kapal nelayan..dan..nyaris semua cewek di kapal saya jackpot alias mabok laut.. Antimo dan tolak angin ternyata ga mempan. Biskuit gandum yang pas berangkat dimakan,tidak berhasil tercerna dengan baik dan akhirnya keluar lagi. Saking payahnya, saya sampai mbathin dalam hati : “Abis ini gw kapok kelaut lagi ga ya?”
perahu nelayannya yang membawa kami 5 jam di laut
Sudah 4 jam terombang ambing di laut, akhirnya kami melihat mercusuar pulau biawak..Oww..tunggu, ternyata tidak secepat itu kami sampai. Kalo dibilang 5 jam minimal ya memang 5 jam. Dan butuh waktu 1 jam untuk benar-benar sampai Pulau Biawak semenjak kami melihat mercusuar tadi. Ditambah hujan belum berhenti juga.
julangan mercusuar
Ketika melihat dermaga panjang pulau, ahhh,lega sekali rasanya. Lima jam selesai, kami tiba pukul 10an disana. Memang tujuan yang diharapkan dengan kondisi yang susah payah akan terasa indahnya kala berhasil ditemukan. Ok, tapi karena langit masih agak mendung, kita sepanjang hari itu hanya menghabiskan hari dengan jalan-jalan memutari pantai dan pulau, duduk-duduk, makan, bergaul sama biawak-biawak yang lumayan jinak, Ngobrol sama pak Bartho aka Pak Manto, penjaga mercusuar yang merangkap satu-satunya penghuni pulau biawak, mendengarkan cerita bagaimana ia menyenangi kehidupan tenangnya di pulau, sementara keluarga di Pondok Gede Jakarta. “Apa yang bikin betah pak?”, tanya saya. “Saya menikmati ketenangannya, ndak enak hidup dalam kebisingan”. Bercerita bahwa bagaimana dia menyegarkan dan menghijaukan pulau dari tahun 85 dulu, awal ketika biawak baru 8 biji dan sekarang jadi 350 biawak populasinya. Memberi makan biawak2 sehingga mereka jinak disekitar pulau. Oiya, pak manto ini ga mau dipoto kalo ga pake baju dinasnya..katanya : malu saya kalo pake oblongan gini..:))
pak manto lagi ngerayu biawaknya..:p
Tapi langit, laut dan cuaca memang tak bersahabat dengan kami hari itu. Puas diterjang badai 5 jam dikapal, kami masih menunggu dan berharap lautan kembali tenang sehingga kami bisa nyebur snorkeling didalamnya. Apa mau dikata, langit pun menambahi warna hitam pada lukisan cakrawala yang sudah abu abu.
ayunan yang labil..ga ada yang berani naik..
plang makam syekh..
Malamnya, petir dan geledek bersahut2an.. Akhirnya genset satu2nya di pulau kena samberan petir.. dan mati lampu dehh..udah nyala cuman malem aja, pake dikorting genset mati lagi.. Untung saya masih menikmati tidur ^_^
Subuh yang gerimis ternyata bukan pertanda hari itu akan kelam..Walaupun masih sedikit malu, matahari keluar pula dari selimutnya..Menikmati sunrise didermaga pantai..jepret sana sini..ehh, ternyata dapet bonus muncul pelangi. Walaupun bukan lengkung sempurna, namun tetap cantik dan cukup menghapus bayangan hitam langit dihari sebelumnya. Birunya laut dan langit, kokohnya mercusuar menjulang, hijaunya pepohonan serta setengah lengkungan pelangi menjadi fragmen-fragmen perpaduan sempurna keajaiban Allah dipagi hari ini. Ya, jatah kami memang menikmati keindahan dihari kedua ini :)
antara menara, laut, saya dan pelangi
Agak panas sedikit , saya mulai ngacir dan siap naik menara mercusuar..240 anak tangga melingkar.(sempet2nya..gw ngitung..hahaha). kondisi mercusuar yang sudah tidak kokoh hanya memungkinkan 3 orang yang bersamaan saja yang dapat naik ke puncak.. sampai diatas wew..subhanallah...kerenn
naek 240 anak tangga menuju puncak mercusuar
dermaga dari puncak mercusuar
bangunan dari puncak mercu
Dosa hari sebelumnya yang ga bisa snorkel juga terbalas hari itu..hanya di ujung dermaga kami lompat..tapi coral dan karangnya subhanallah warna warninya..kalo karang udah keren, ikan warna warni juga muncul.
Puas 1 jam-an, sebenernya belum puas si, cuman kan kami harus pulang..akhirnya kami mentas dari laut dan packing balik..Dopping antimo sekaligus 2 biji, takut lautnya ngamuk lagi. Ternyataaa, hari itu lautnya sangat bersahabat..tenangg..seperti memanjakan kami yang tidur di kapal..5 jam perjalanan balik, laut aman dan ga ada dari kami yang mabuk..Amazing!
Maka, pergilah sebentar dari rumah. Sisakanlah waktu dalam hidupmu kawan, untuk melihat dan menikmati dunia. Hidup tidak melulu cuma harta, tahta dan kehormatan. Dengan berdarmawisata, banyak hal yang akan kita peroleh, yang tidak akan kita dapati di bangku sekolah. Hidup adalah merangkai segala macam pengalaman dalam kehidupan. Hidup adalah menyiapkan diri untuk mebawa bekal menuju perjalanan panjang sesungguhnya; menghadap Allah SWT [Gola Gong : The Journey : Hal 8]



















