Saigon Mui Ne [Part 2]

white sand dunes

Catatan kedua ini bercerita tentang Mui Ne, yang berlokasi sekitar 203 km dari Ho Chi Minh City. Ditempuh sekitar 5-6 jam dari HCMC dengan sleeping bus/sitting bus.


Mui Ne kota kecil cantik yang mengandalkan pencaharian dari laut. Pantainya lebih banyak Private beach yang dimiliki oleh resort2 tertentu. Mirip pantai Sanur di Bali lah. Saya kebayang kalau Mui Ne bukan daerah turis, maka otomatis hanya nelayan saja yang dapat kami temui. Masuk Mui Ne sebagian besar yang lalu lalang adalah bus-bus antar kota serta turis-turis bule yang mondar mandir berjalan di sepanjang garis pantai. Tapi walaupun daerah turis, tetepp aja Mui Ne jauh lebih murah dibanding Sanurnya Bali :p

Sebenernya tujuan saya kesana bukan pantainya. Karena pasti pantai Indonesia banyak yang lebih Indah dan keren dibanding Mui Ne. Kami merencanakan ke Mui Ne karena White Sand Dunes and Red Sand Dunes yang dimilikinya. Rencana awal kami mau nyewa motor saja untuk keliling Sand Dunes diwaktu sunrise. Karena dari hasil brosing, sewa jeep untuk masuk ke area tsb mahal. Tetapi karena hostel penginapan tempat kami menginap menawarkan paket tour ke White Sand Dunes, Red Sand Dunes, Fishing Village dan Fairy Stream dengan harga 10 USD per orang, maka tanpa pikir panjang kami langsung tancap mengambilnya. Hohoho, harganya setara dengan nyewa motor tanpa guide :D. Udah Naik jeep plus ada sopirnya pula.
Ok, mari kita lihat masing2 lokasi tsb.

Pantai Mui Ne

Seperti yang saya bilang, pantai Mui Ne lebih banyak private beach dan rata2 digunakan sebagai kitesurfing. Saking susahnya masuk, kami diusir beberapa kali ketika ingin masuk ke pantainya. Akhirnya bertanya pada resepsionis hostel tempat kami menginap, dan disarankan masuk dari 'Sangkara'. Agak aman sedikit, karena pegawai Sangkara juga sepertinya tidak memperbolehkan kami menembus restoran dan resortnya menuju pantai. Tapi karena udah muka tembok, kami tetap masuk saja..Dan beginilah lokasinya....*jreng jreng*

pantai private Mui ne dengan berbagai layar surfing



White Sand Dunes

White Sand Dunes ditempuh sekitar 40 menit Jeep ngebut dengan setir kanan. Rasa ngebutnya tumplek aduk. Udah setir kanan, ngebut tiada tara, anginnya kenceng pula.hahaha..
Kesan pertama ketika sampai di White Sand Dune: kereeeenn.. (liat gambar paling atas). kok bisa2nya ya ada Hamparan Gurun kecil di pinggir pantai. Pasirnya empukk dan dingin walau matahari panas. Untuk sampai di lokasi, perlu sedikit trekking diatas pasirnya. Jangan lupa pake sepatu yang pas. Secara posisi, White sand dunes ini mirip dengan Gumuk di Parangtritis Jogja, hanya lebihhh luas dan warnanya juga putihhh..Kalau datang ke White Sand Dunes, lebih baik pas menjelang Sunrise. Selain itu paling kita tidak berlama-lama disana, karena panas itu.

Pitstop : sapi lewat

kecapture mengcapture Sunrise di White Sand Dunes

jejak pasir

Red Sand Dunes

Red Sand Dunes ini terletak lebih dekat kearah kota Mui Ne nya. Dibanding White Sand Dunes, Red San Dunes lebih kecil ukurannya serta warnanya lebih merah. Karena kami lebih siang dateng kesini, maka panasnya udah parah. Yang menolong dan bikin jadi keren adalah Warna langit yang biru terang bersih tanpa awan kontras dengan warna pasir coklat kemerah-merahan

ada bayanganku dihamparanmu #eaaa

lekuk mengulir red sand dunes

biru + merah coklat


Fishing Village

Next stop kami adalah fishing Village aka Kampung Nelayan. Banyak miripnya ama yang di Indonesia. Hanya di fishing Village Mui Ne ini ada rounded boat alias baskom gede buat naroh hasil tangkapan ikan sementara dari Kapal Nelayan gedenya. Letaknya ya pas pinggir jalan dan pantai. Aktivitas disana nelayan langsung jual beli ikannya disana.
fishing village dari tepi jalan

menunduk.capek naik tangga

mengurai kabel, eh mengurai udang

siap dibawa pulang

rounded boat, si baskom raksasa

Fairy Stream

Nah, ini menurut gw rada #eaaa. Hahaha, pada awalnya gw ama si mba sepupu ga jelas ada apa disini. si supir jeep cuman nyuruh jalan aja, dia nunggu selama 1 jam di depan gangnya. Gw ama si mba jelas bingung. Ada anak2 SD yang nawarin diri jadi guide. Secara kita berdua bodo amat, maka kami tetep maju tanpa guide. Lepas sepatu, turun di semi sungai yang berair, ngelewatin tebing2 kerenn, maju terusss jalan pengen tau diujungnya ada apa. Dan pas sampe diujung...tadaaaaa..ternyata adalah air terjun kecil sodara sodara..Langsung kami berdua menghela nafas berat..hahaha..ternyata yang dimaksud Fairy Stream itu wahananya adalah jalan di becek2an :D

wahananya : jalan di becekan ini.

tebing yang menakjubkan

ended with small waterfalls #eaaa

Pulang dari Fairy Stream, kami jajan es tebu dan kue semprong. Lalu langsung balik ke penginepan.


*foto sesuai aslinya, tidak dilakukan sama sekali perubahan dg photoshop


....bersambung



1 komentar:

ekalong said...

Aaaaahhhhh.......kirain dah ketinggalan banyak cerita selama 6-7 bln ga online.
Ternyata....cuma 3! =D
*eh ini bukan nyela loh.. hehehe