Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung
Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi
Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu
Andaikan detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewati
Setiap denger lagu ADA band feat Gita Gutawa ini, pertama kali saya pasti terdiam. Kemudian saya ikut bernyanyi..dan pasti di bagian reff, saya ga bisa ngelanjutin lagunya..air mata dah pasti keluar..saya inget ayah saya yang cuman ketemu selama 11 tahun..tapi saya berusaha menahan jatuh derasnya kala si airmata berniat turun lebih kencang..
Dan kemarin, saya dapet sms dari sahabat saya, kalau ayahnya dipanggil Allah yang maha kuasa. Membacanya saya langsung lemes. Ayah sang sahabat memang sakit dah cukup lama dan harus rutin cuci darah dikarenakan gagal ginjal..kondisi sebelum sang ayah meninggal ternyata beliau sedang sehat, bahkan mampu menjenguk cucunya yang sedang dirawat. sepulangnya dari menjenguk, sampai di rumah beliau lemes, dibawa ke RS dan akhirnya sudah tidak ada. Peristiwa yang cepat sekali..Apa daya jika Allah sudah berkehendak.
SAya dateng ke pemakamannya..first time saya melihat langsung dan dekat pemakaman jenazah, even pemakaman ayah saya dulu saya ga inget dan ga liat langsung. sebelumnya saya memilih untuk ga datang karena merinding, atau karena takut ngeliatnya, atau tertutup kerumunan orang yang berkumpul. Tapi kali kemaren posisi cukup dekat dan terlihat jelas bagaimana jenazah dimasukkan, diberi kayu, dileppaskan ikatannya, dan akhirnya dikubur tanah. Tanpa henti berdoa agar beliu mendapat tempat terbaik di sisiNya. Sanagt dekat kematian, bahkan tak seorangpun dapat menduga kapan terjadinya. Sangat sendiri, tidak ditemani siapapun, tidak membawa apapun, tidak dapat melakukan daya upaya apapun. Kematian sendiri merupakan nasihat yang dahsyat buat orang2 sekitar yang diitinggal, bahwa semuanya pasti kembali..keniscayaan..maka belajarlah dari kematian, belajarlah dengan mempersiapkan bekal sebanyak2nya..belajarlah bahwa kita sendiri akan mengalami hal tersebut. Belajar untuk menerima bahwa kita kehilangan orang yang terkasih..karena itu mungkin Yang terbaik bagi beliau
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu
*Buat Farah dan keluarga : semoga sabar dan tabah dalam menghadapi musibah ini. Semoga ayah diterima disisi Allah SWT*

