Surat..

Ass wr wb
Saya agak kecewa dengan kepedulian rekan2 terhadap layanan kita, terutama di hari libur. Terkait kasus gangguan terakhir, saya yang terakhir kali mendengar kabar gangguan, namun saya juga yg pertama kali hadir di kantor untuk trouble shooting gangguan. Saya tidak mempermasalahkan darimana rekan2 akan menyelesaikan gangguan. Tapi paling tidak ada action yang dilakukan untuk menyelesaikannya.
1. Saya check di care centre, dan tidak saya temukan komunikasi dari salah satu kita ke mereka, pertanyaan saya: bagaimana mungkin kita menyelesaikan masalah tanpa pernah mengkontak care-centre untuk mengetahui permasalahan yg sebenarnya, yang dirasakan user terhadap layanan kita?
2. Hp saya kebetulan off, karena saya istirahat setelah full work jumat sampai sabtu sore. Tapi sejak saya nyalakan HP pukul 9:47, saya tidak butuk waktu lama untuk action. 9:50 saya sudah kontak care-centre, untuk mengetahui masalahnya, lalu saya minta salah satu dari mereka turun ke lt 7 untuk melakukan pengecekan akses dari laptopnya. Sementara diantara rekan bertiga, hingga jam 10 baru atik yang menjawab call saya. Itupun saya tidak mendapat plan action apapun. Cuma saling melempar untuk melakukan pengecekan pertama.
3. 10:30 saya sudah dikantor, saya lakukan cek komprehensif, satu persatu rekan2 baru bisa saya hubungi. Setelah yakin dengan pengecekan ke perangkat2 kita dan diskusi dengan fibie, saya putuskan mereebot. Kira2 disekitar 11:45. Selesai di reboot, jam 12 lebih sedikit mulai muncul pengakses, makin lama makin banyak. Selesai. Jika diurut sejak waktu saya mendengar masalah ini, maka saya hanya butuh waktu 2,5 jam saja untuk menghidupkan lagi layanan. Saya yakin rekan2 juga bisa, selama ada komitmen menjaga seluruh layanan yang kita handle.
Saya tidak ingin berpanjang lebar, karena seluruh harapan terhadap komitmen yang saya minta dari rekan2 sudah saya sampaikan diwaktu2 sebelumnya. Saya cuma ingin mengingatkan , bahwa amanah kita dikantor, seharusnya dapat dikerjakan sepenuh hati, karena seperti yang selalu saya sampaikan, waktu2 kita yang begitu panjang dikantor, sesungguhnya adalah waktu2 ibadah kita, yang tidak tergantikan dengan apapun yang bisa kita lakukan di luar kantor. Berani menerima amanah pelayanan masyarakat di kantor adalah hal yang mungkin paling berat kita lakukan. Berat karena ada komitmen yang harus kita jalankan. Namun pahala besar menunggu di ujungnya, jika amanah dapat sepenuh hati kita kerjakan.
Pak Arief Musta'in, Deputy GM DIVRE II, pernah mengatakan:
"Kapan-kapan, coba cek hati dan fikiran ketika datang komplain gangguan ke telinga kita. Apakah yang timbul semangat yg tinggi, diikuti segenap fikiran dan perasaan untuk menyelesaikan gangguannya? ataukah sebaliknya?"
"Jika hal terakhir yang muncul, maka hati-hati lah, karena itu berarti tingkat keimanan kita sedang turun, sehingga bersikah kurang layak terhadap amanah yang sampai ke diri kita."
Wallahu a'lam bish showwab.

Between Chiang kai Sek and Johny Depp


iseng-iseng maen ke www.myheritage.com trus ada bagian yang mencocokkan poto kita sama poto selebritis..dan HASILNYA...dari 2 poto yang gw masukin, kebanyakkan mirip cowo..hihihi..





Abis testing personality..ini hasilnya :

Individualistic Doer (ID)

(Just visiting? Take the free test and determine your personality type!)

Individualistic DoerIndividualistic Doers are self-assured and very independent persons. They are quiet and realistic, very rational, extremely matter of fact persons. They strongly cultivate their individualism and enjoy applying their abilities to new tasks. But they are also very spontaneous and impulsive persons who like to follow their sudden inspirations. Individualistic Doers are good and precise observers who register everything which goes on around them. However, they are not so sensitive as regards interpersonal relations and are surprised when they occasionally rub someone up the wrong way with their direct and blunt manner. They are not particularly fond of obligations; but if you give them space, they are uncomplicated, sociable and cheerful individuals.

Individualistic Doers enjoy challenges - action and the odd kick are simply part of their life. They love tempting fate and many people of this type have risky hobbies such as skydiving or bungee jumping. This also applies to their workaday life. Individualistic Doers are in top form in critical situations; they can grasp situations, make decisions and take the necessary steps extremely quickly. Hierarchies and authorities impress them very little; if a superior is not competent, they will have little respect for him. Individualistic Doers like to take on responsibility. They have a marked sense of reality and always find the most suitable and expedient solution for a problem. They resolve conflicts openly and directly; here, they sometimes lack tact but are also very good at taking criticism themselves.

As friends, Individualistic Doers are loyal and devoted; they only have a few friendships but many of them last a lifetime. People enjoy talking to them because of their optimistic attitude to life and their ability to listen. However, they prefer to talk about mutual interests and hobbies rather than about theoretical or philosophical issues - they are not tangible enough for them. They need a lot of freedom and time to themselves in love relationships but, at the same time, they are also very tolerant towards their partners. It happens very seldom that Individualistic Doers fall head over heels in love. They are far too rational. They prefer to pick their partner on the basis of mutual interests and preferences which they want to share with that partner. Individualistic Doers are not particularly fond of effusive outbursts of emotion. They prefer to prove their love by their actions and expect the same of their partner. Whoever wishes to tie an Individualistic Doer to himself needs a lot of patience. It takes some time before this personality type is willing to get involved with another person.

Berita Monas

Akhirnya ada berita monas lain yang ga terkait sama FPI dan Ahmadiyah..bosen juga dengerna..baca lengkapnya di sini yaa..
=====================================================
Internetan di Monas dan "Cyber City"


Senin, 9 Juni 2008 | 03:00 WIB

Kawasan wisata Monumen Nasional Jakarta kini menjadi kawasan cyber. Pengunjung diorama Monas dapat mengakses internet secara gratis karena di areal ini tersedia empat desktop di empat sudut ruangan bawah Monas. Pengunjung di areal terbuka Monas juga dapat mengakses internet melalui laptop, PDA, atau smartphone.

Penyediaan akses internet di kawasan Monas ini dicanangkan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni dan Executive General Manager PT Telkom Divre II Adeng Achmad, Sabtu (7/6). ”Monas adalah landmark Kota Jakarta. Monas Cyber Zone titik awal rencana PT Telkom menjadikan Jakarta sebagai cyber city,” kata Adeng.

Pada masa depan, konsep cyber city adalah bagaimana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan pembuatan KTP online atau Polda Metro Jaya menerapkan pembuatan SIM online. Kebijakan ini dapat saja diterapkan asalkan ada kemauan politik dari pemerintah. Di sinilah esensi konsep cyber city sesungguhnya.

Jaringan internet di kawasan Monas yang disediakan PT Telkom ini, dengan kecepatan tinggi, yaitu 1 megabyte per detik (Mbps). ”Sejak 1 Juni kecepatan Telkom Speedy ditingkatkan tiga kali lipat dari 384 Kbps menjadi 1 Mbps. Saat ini masyarakat masih menggunakan wifi untuk akses internet. Namun, sebenarnya fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan sebagai telepon. Ini yang belum banyak dimanfaatkan,” tutur Adeng.

Salah satu tujuan penyediaan fasilitas wifi di kawasan Monas, kata Kepala Unit Pengelola Monas Rafael Nadapdap, sebagai daya tarik pengunjung Monas. Rafael berharap jumlah pengunjung meningkat. Tahun 2006 jumlahnya 664.000 orang, tahun 2008 ini diperkirakan 800.000 pengunjung. Diawali dari Monas Cyber Zone, konsep Jakarta cyber city harus diperluas ke layanan publik online. (KSP)


Track Speda UI

Sebagai penggemar sepeda sejati, gw merasa UI sekarang enak..ada trek buat sepedanya..tempatnya ademm banget, karena kelindung pohon2..
ada tempat peminjeman sepedanya pula..tapi sayang, pas gw kesana kemaren dah tutup yang tempat minjemnya, jadi ga tau gimana prosedurnya..Ahh,,gw pengen muterin UI naik sepedah..